Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Kata Tasawuf diambil dari kata shafa yang berarti bersih. Yaitu bersih hati , pikiran , ucapan , dan perbuatan dari segala sifat yang tercela dihadapan Allah SWT. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Tasawuf diambil dari kata suf, yang artinya kain yang terbuat dari bulu dan disebut Wool kasar yang melambangkan kesederhanaan hidup bagi yang memakainya.
Adapun pengertian Tasawuf dari segi istilah ialah suatu ilmu yang membahas mengenai tata cara dan proses pensucian diri dari segala sifat yang tercela, sehingga dapat berhubungan secara rohaniah dengan Allah, sedekat mungkin yaitu melalui disiplin rohaniah yang dituju oleh seorang sufi seperti bertobat, zuhud ( menjauhi pengaruh dunia ), wara’ ( menghindari diri dari sesuatu yang haram dan syubhat ), sabar, tawakal, dan rela ( ridha ) atas ketentuan Allah SWT.
Dari definisi tersebut, terlihat adanya manfaat dari Tasawuf, yaitu memelihara kesucian diri dari segala sesuatu yang tidak disukai Allah SWT. Dengan demikian ia selalu menampilkan ucapan, perbuatan, pikiran dan niat yang bersih, sehingga menimbulkan budi pekerti yang mulia, sehingga ia dicintai oleh Allah dan sesama manusia. Sifat yang demikian sangat perlu
dimiliki, terutama ditengah – tengah masyarakat yang dilanda oleh berbagai pengaruh negatif, seperti pengaruh kehidupan kebendaan ( materialistik ), foya-foya , dan kemaksiatan lainnya. Dengan Tasawuf, seseorang akan memiliki ketahanan rohaniah, sehingga dirinya tidak terombang-ambing oleh pengaruh yang buruk.
Tasawuf memperoleh perhatian yang besar dari ajaran Islam, banyak ayat – ayat Al Qur’an maupun Hadist yang menganjurkan manusia agar bertobat, zuhud, niat yang ikhlas, sabar, tawakal, dan ridha. Dengan semua itu dapat dipelihara kesucian diri. Kesucian diri ini konci kebahagiaan yang sejati.
Allah SWT berfirman, ( Artinya ) : ” Sesungguhnya berbahagialah orang yang membersihkan diri, dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia sembahyang. ” ( QS : Al -A’la : 14-15 ) .
Selain itu didalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menunjukkan dekat manusia dengan Allah. Misalnya ayat yang artinya : ” Jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu tentang diri-Ku, maka Aku akan dekat. Aku mengabulkan seruan orang yang memanggil, jika ia panggil Aku ( Al-Baqarah : 86 ) Didalam Hadist juga dijelaskan : ” Ayat dan Hadist ini memberi petunjuk bahwa seseorang bahwa seseorang sangat mungkin berada dekat dengan Allah, yang caranya adalah dengan Tasawuf. Dengan demikian kedudukan Tasawuf sangat penting dalam Islam.
Saya akhiri tulisan religius ini , berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Untuk SMU /SMK kelas 3. Disusun Oleh : DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH UMUM DEPARTEMEN AGAMA. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung