HEMAT, RAJIN, RENDAH HATI DAN DERMAWAN ADALAH MERUPAKAN SIFAT TERPUJI SERTA AKHLAK MULIA

 Bismillaahirrahmaanirraahiim
Saudaraku sesama muslim.
Puja dan puji hanya untuk Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, beserta para sahabatnya. Kali ini Al-fakir (penulis) akan menulis artikel religius (tulisan) berjudul tersebut di atas. Yuk, saudaraku bersama-sama kita simak artikel religius ini dengan seksama.
·       Hemat, artinya menggunakan uang atau barang atau harta sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan, juga menggunakan waktu sebaik mungkin sehingga tidak ada waktu yang disia-siakan. Kebalikam dari hemat adalah boros (menghambur-hamburkan uang tanpa perhitungan). Orang yang hemat tidak mau menghamburkan harta dan uang untuk keperluan yang tidak penting. Sedangkan orang boros teman Syaithan, sesuai Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara Syaithan.” (QS. Al Isra’ : 27)
·       Rajin, setiap orang ingin agar hidupnya sukses dan bahagia. Seorang karyawan (pegawai) misalnya ingin karirnya naik (dapat menduduki) suatu jabatan penting (tinggi) dikantornya. Pedagang ingin dagangannya laku dan mendapatkan keuntungan yang besar. Demikian pula seorang pelajar (Mahasiswa) ingin jadi anak (siswa) yang pandai dan berprestasi. Keinginan itu tentu saja tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus ada usaha maksimum menuju kea rah cita-cita. Salah satu usaha itu yaitu kita harus rajin. Rajin merupakan salah satu sifat terpuji yang harus kita miliki. Rajin dapat diartikan pandai, Hemat pangkal kaya. Artinya kalau kita ingin menjadi orang pandai kita harus rajin belajar (menuntut ilmu) dan jangan lupa berdoa. Karena pada hakekatnya keberhasilan seseorang itu adalah karena adanya perkenan Allah SWT. Dan untuk mendapatkan perkenan-Nya kita harus berdoa :
“Ya Allah, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari, sungguh Engkau Dzat yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”
·       Rendah Hati, dalam bahasa Arab disebut Tawadhu’ artinya memelihara pergaulan dan hubungan dengan seksama manusia serta tidak merendahkan orang lain. Orang rendah hati akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT dan juga dari manusia disekitanya. Sebaliknya orang yang takabur, sombong akan dibenci dan dijauhi serta dikucilkan oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan orang sombong tidak akan masuk Syorga, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
“Tidak akan masuk Syorga orang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong (takabur) walau hanya seberat atom yang sangat halus sekalipun.” (HR. Muslim)
Dan di dalam Hadist Muslim yang lain dikatakan :
“Tidak akan masuk Syorga orang yang di dalam hatinya ada sedikit rasa takabur. Seseorang berkata : “Sesungguhnya seorang laki-laki akan senang jika pakaiannya indah dan sandalnya bagus. Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT itu, Maha Indah dan suka keindahan. Takabur adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)
            Bagi orang yang mempunyai sifat rendah hati apabila ada orang lain memujinya maka dia akan mengucapkan terima kasih dan semua itu adalah merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri dengan mengucapkan : Alhamdulillah. Begitu juga sebaliknya apabila ada orang yang merasa tidak senang lalu mengeritiknya atau mencelanya harus diterima dengan jiwa yang besar penuh kesabaran dan ketabahan hati serta tidak menaruh dendam kepadanya.
·       Dermawan, sifat dermawan adalah akhlak terpuji yang harus kita miliki. Dermawan ialah suka menolong (Sodaqah) dengan ikhlas kepada siapa saja yang memerlukan dengan tidak mengharapkan balasan kecuali dari Allah SWT, sebagaimana Sabda Rosulullah SAW :
“Orang yang bermurah hati adalah dekat dengan Allah SWT, dekat dengan sekalian manusia dan dijauhkan dari api Neraka.” (HR. Tirmidzi)
Kemudian perhatikan Hadist-hadist Rosulullah SAW tersebut ini :
  • Bersabda Rosulullah SAW :
“Bersodaqahlah kamu, karena sodaqah itu sebagai pelepasmu (penebusmu) dari api Neraka.” (HR. Thabrani)
  • Rosulullah SAW bersabda :
“Jagalah dirimu dari Api Neraka merskipun dengan sodaqah separuh dari sebiji kurma, maka jika tidak dapat maka dengan ucapan sepatah kata yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Nabi SAW bersabda :
“Sodaqah itu dapat menolak Su’ul Khatimah (mati yang jelek) mati dalam keadaan yang tidak baik.” (HR. Qudha-i)
  • Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sodaqah itu dapat menghindarkan orangnya dari panas kubur, dan seorang pada Hari Kiamat hanya bernaung dibawah naungan sodaqahnya.” (HR. Thabrani)
  • Rosulullah SAW bersabda :
“Bersodaqahlah kamu maka akan datang suatu masa, dimana seseorang keluar untuk memberikan sodaqahnya, tiba-tiba orang yang diberi itu berkata : Andaikan anda datang kemarin niscaya aku terima, adapun kini maka aku sudah tidak berhajat, sehingga tidak mendapat orang yang menerima sadaqah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
            Orang yang Dermawan (Gemar Sodaqah) hatinya bersih dari tamak dan serakah. Seorang yang dermawan berkeyakinan bahwa dengan pemberiannya (Sodaqahnya) itu hartanya tidak akan berkurang bahkan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT…..
*******
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari Lembar Kegiatan Siswa LKS) Pendidikan Agama Islam AMANAH No. 6 disusun oleh : Tim Wahana IPTEK Bandung. Dan buku 323 Hadist dan Syiar Untuk Bekal Dakwah. Oleh : Ahmad Najieh)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.