Bismillaahirrahmaanirraahiim
Saudaraku sesama muslim.
Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ra dalam sebuah untaian kata mutiaranya mengatakan : “Unzur maqola wala tanzur man qola.” Dengar apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang berkata. Subhanallah !
Saudaraku, kalau ada yang bertanya (ini umpama saja) : “Artikel (tulisan) ini siapa sih yang menulis ?” Lantas ada yang tahu dan menjawab : “Oh, itu yang menulis H. Sunaryo A. Y. saya kenal kecilnya orang itu. Malas ah, baca tulisannya. “Yang lain ikut-ikutan dan bilang : “Oh begitu, malas deh, baca tuisan do’i.” Dan atau ada yang bilang : “Dia kan bukan Ustad! Ntar aja deh, kapan-kapan ane baca tulisannya! Astaghfirullah. Allahu Akbar! Saudaraku, keliru kalau ada yang berpendapat (berfikir) atau melakukan yang demikian. Yang benar, yang bijaksana, sesuai ucapan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ra tersebut diatas adalah : “Baca apa yang ditulis, jangan lihat siapa yang nulis.”
Kalau yang ditulis positif, apalagi masalah agama untuk syiar dakwah Islam. Apalagi ditulis berdasarkan ayat (Al-Qur’an) dan Sunnah Rosul (Al-Hadist). Masya Allah! Baca tulisan (artikel) itu secara keseluruhan dengan hati yang jernih. Syiar dakwah Islam berjalan, yang membaca bertambah wawasan (ilmu) dan perolehan pahala (derajat) yang lebih tinggi bukankah bagi orang yang mengerti? Jangan lihat H. Sunaro A. Y. (orang)nya, tapi baca hasil karya (tulisan-tulisan)nya. Saudaraku, ini cuma umpama. Mudah-mudahan tidak ada yang berbuat (melakukan) atau yang mengatakan seperti itu terhadap tulisan-tulisan (artikel) al-fakir. Insya Allah!
Baiklah saudaraku, kita mulai saja tulisan ini dengan materi yang pertama:
· Ramah, adalah sikap lemah lembut kepada orang lain. Sikap ramah adalah sikap yang terpuji. Orang yang ramah akan disayangi oleh Allah SWT dan juga akan disenangi oleh sesama manusia. Orang ramah akan selalu hormat kepada siapapun. Orang yang ramah memiliki sifat baik hati, baik budi pekertinya (bahasanya), manis tutur sapa (kata-katanya). Suka (senang) bergaul, pandai menyenangkan hati orang lain. Orang yang ramah memiliki akhlak yang mulia. Selalu menyapa kepada siapapun (tidak pilih-pilih orang). Hormat pada yang tua, sayang pada yang lebih muda.
· Bersabda Rosulullah SAW :
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlak dan budi pekertinya.” (HR. Ahmad)
Saudaraku, untuk menumbuhkan sikap ramah pada diri seseorang ialah dengan cara bergaul dengan orang-orang yang berakhlak baik. Siapakah mereka ? Dan dimanakah tempat orang-orang yang berakhlak baik ? Mereka adalah saudara-saudara kita (sesama muslim) yaitu orang yang selalu (senantiasa) hadir disetiap pengajian (Majlis ta’lim, majlis dzikir, majlis ilmu, majlis mudzakaroh….).
· Taat Kepada Allah SWT, taat artinya patuh atau tunduk. Taat kepada Allah SWT artinya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Taat dan takwa kepada Allah SWT merupakan wujud dari pengabdian orang beriman. Iman bukan hanya diucapkan atau diyakini tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan contoh dari Rosulullah SAW. Dengann melakasanan perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW, berarti kita telah menghiasi diri dengan Ahlaqul Karimah yaitu akhlak terpuji. Seperti apakah akhlak terpuji itu ? Sesuai yang disabdakan Rosulullah SAW bahwa : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlak dan budi pekertinya.”
Saudaraku, orang yang beriman wajib taat kepada Allah dan Rosulnya, wajib taat kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW.
- Perhatikan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“Hai orang-orang yang beriman ! Taatilah Allah dan taatilah Rosulnya dan Ulil Amri diantara kamu.” (QS. An-Nisa : 59)
- Taat Kepada Rosul Allah SWT
Mentaati Allah dan Rosulullah SAW adalah merupakan kewajiban kita semua sebagai orang yang beriman. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus bercermin kepada Rosulullah SAW. Taat kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW artinya sanggup mematuhi serta melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menghindari segala bentuk larangan-Nya. Dengan mentaati Rosululllah SAW berarti kita mentaati Allah.
- Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :
“Dan taatilah Allah dan Rosul-Nya, supaya kamu diberi Rahmat.” (QS. Al-Imran : 132)
Saudaraku, segala bentuk perkataan, perbuatan dan keizinan (takrir) Nabi SAW sudah tercantum dalam Hadist, untuk dicontoh oleh kita semua. Oleh karenanya Al-Hadist merupakan sumber Hukum Syariat Islam yang tidak dapat diragukan lagi sesudah Al-Qur’an.
- Sesuai Firman Allah SWT :
“Dan apa-apa yang diperintahkan Rosul kepadamu, maka kerjakanlah. Dan apa-apa yang dicegah atasmu maka jauhilah. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah SWT sangat keras hukuman-Nya.”(QS. Al-Hasr : 7)
Sampai disini saya akhiri tulisan (artikel) saya ini. Semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat menjadi sebagai tambahan ilmu (wawasan) bagi sidang pembaca. Terima kasih atas perhatiannya. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Wassalamu’alaikum wr wb.
*******
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari Lembar Kegiatan Siswa LKS) Pendidikan Agama Islam AMANAH No. 6 disusun oleh : Tim Wahana IPTEK Bandung)