Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wassalim sayyidina Muhammad .
Segala sanjungan , puja dan puji kepunyaan Allah , Tuhan Seru Sekalian Alam dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW , tiada lagi Nabi sesudahnya. Shalawat dan salam semoga juga terlimpahkan atas keluarga dan para sahabatnya.
Sidang pembaca yang budiman.
Kata taqwa menurut bahasa artinya takut. Sedangkan menurut istilah agama , taqwa adalah takut kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi sejauh-jauhnya segala larangan-larangan-Nya. Takut kepada Allah tidak sama dengan takut kepada sesama manusia atau takut kepada binatang.Orang yang takut kepada binatang buas ,biasanya selalu berusaha untuk menjauhi binatang tersebut. Sedangkan takut kepada Allah malahan sebaliknya , yaitu berusaha untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Orang yang bertaqwa selalu berusaha untuk mengerjakan segala perintah Allah, seperti shalat lima waktu , puasa , zakat , berbuat baik kepada orang tua , kepada tetangga , kepada sesama teman , dan sebagainya.Sebaliknya , ia senantiasa berusaha untuk menghindari larangan Allah, seperti : kufur , ingkar janji , sombong , dusta , khianat , judi , mabuk-mabukan dan perbuatan tercela lainnya.
Orang yang bertaqwa itu takut kalau ada perintah Allah yang belum dikerjakannya , dan takut pula kalau ada larangan Allah yang masih dikerjakannya. Dengan demikian apabila ada perintah Allah yang belum dikerjakan , ia segera mengerjakannya .Bahkan apabila ada perintah Allah yang sudah dikerjakan , tetapi ia rasakan belum baik , maka ia berusaha untuk memperbaikinya. Begitu pula halnya dengan larangan Allah , jika ada larangan Allah yang terlanjur ia kerjakan , maka ia bertobat , memohon ampun kepada Allah atas kesalahannya itu.Oleh sebab itu , pantas jika Allah sangat memuliakan orang yang bertaqwa .
* Firman Allah SWT :
( Artinya ) : ” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.” ( QS : Al-Hujurat : 13 ).
Tidak ada balasan yang lebih pantas bagi orang -orang yang bertaqwa , kecuali syurga.
* Dan perhatikan Firman-Nya :
( Artinya ) : ” Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam syurga ( taman-taman ) dan ( didekat ) mata air-mata air ( yang mengalir ) .” (QS : Al-Hijr : 45 ).
Banyak contoh dari kehidupan orang-orang yang bertaqwa yang dapat kita jadikan teladan , antara lain adalah Abdullah bin Umar .Abdullah bin Umar yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Umar, adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang mengamalkan Sunnah Rasul hampir sempurna. Sifat-sifat ketaqwaan Ibnu Umar sudah terlihat ketika ia berumur 13 tahun. Waktu itu ia ingin menyertai ayahnya dalam perang Badar dengan harapan akan beroleh tempat dalam deretan para pejuang Islam , tetapi ditolak Rasulullah karena usia Ibnu Umar masih terlalu muda.
Ibnu Umar senantiasa memperhatikan perilaku Rasulullah SAW dan menirunya dengan cermat dan teliti.Misalnya , pernah Rasulullah SAW melakukan shalat disuatu tempat , maka beliaupun mekakukan shalat ditempat itu. Pernah Rasulullah berdoa disuatu tempat sambil berdiri , maka Ibnu Umarpun berdoa ditempat itu sambil berdiri pula.
Bahkan pernah Unta yang dinaiki Rasulullah berputar dua kali disuatu tempat dikota Mekkah sebelum Rasulullah turun dari punggung Unta untuk shalat sunnah dua rakaat , walaupun mungkin Unta Rasulullah itu berkeliling dua kali untuk mencari tempat yang cocok untuk bersimpuh. Ibnu Umar mengetahui hal itu , maka beliau pun membawa Untanya untuk berkeliling dua kali, lalu shalat sunat dua rakaat seperti yang dilakukan Rasulullah.
Begitulah ketaqwaan Ibnu Umar .Ia tekun beribadah .Perintah Allah dan Rasul-Nya tidak pernah ia tinggalkan. Beliau adalah saudagar yang jujur , yang senantiasa mendapat keuntungan yang besar. Tetapi semua keuntungannya itu ia habiskan untuk menolong orang-orang miskin dan anak-anak yatim.
Kisah ketaqwaan Ibnu Umar baik sekali kita jadikan teladan untuk kita terapkan dalam ibadah kita kepada Allah.
Ketaqwaan kepada Allah hendaknya kita pupuk sejak usia kita masih muda.Jalan-jalan menuju taqwa hendaknya senantiasa kita lalui , sehingga menjadi suatu kebiasaan , misalnya : Shalat lima waktu jangan sekali-kali kita tinggalkan , banyak membaca Al-Qur’an , rajin belajar , dan sebagainya.
Sidang pembaca , sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini.Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan .Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain .Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
****
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK.
Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid. *
****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website : Http//Hajisunaryo.com. *
****
Categories
Cari Artikel
penggunjung