SITI MASYITHOH

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad.
Segala sanjungan dan pujian kepunyaan Allah , hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW , tiada lagi Nabi setelahnya. Shalawat dan salam semoga juga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang budiman. Dalam kisah perjalanan Isra’ Mi’raj , Rasulullah SAW menyaksikan beberapa kejadian . Kejadian-kejadian itu merupakan tamsil atau gambaran yang mengandung pelajaran bagi kehidupan umat manusia. Salah satu tamsil yang disaksikan Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra-Mi’raj itu adalah , ketika Rasulullah SAW melewati suatu tempat ,beliau mencium bau yang harum mewangi. Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril : ” Bau apa ini ? ”
Malaikat Jibril menjawab : ” ini bau harum yang berasal dari makam Siti Masyithah , tukang sisir keluarga Raja Fir’aun “.
Fir’aun adalah seorang Raja yang memiliki kekuasaan yang besar , Fir’aun lupa diri.Ia menjadi Raja yang angkuh , sombong dan kejam .Rakyat yang berani menentang perintahnya dihukum mati.Ia sudah benar-benar keterlaluan , sampai mengakui dirinya sebagai Tuhan.
Semua rakyatnya harus menyembah kepadanya. Pada suatu malam Fir’aun bermimpi , bahwa negerinya hangus terbakar .Sebagian besar rakyatnya meninggal. Yang masih hidup hanya orang-orang dari keturunan Bani Israil.
Menurut ramalan ahli nujum , mimpi buruk itu merupakan tanda akan hancurnya kekuasaan Fir’aun. Ramalan ahli nujum itu mengatakan pula bahwa yang akan menghancurkan kekuasaan Fir’aun adalah seorang lelaki dari keturunan Bani Israil. Setelah mengetahui arti mimpi buruknya , maka Fir’aun mengeluarkan perintah untuk menbunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Pada saat yang gawat itu lahirlah bayi laki-laki yang kemudian menjadi Nabi , yaitu Nabi Musa As .Ibu bayi itu sangat cemas akan keselamatan putranya. Ia lalu memutuskan untuk menghanyutkan bayinya kesungai Nil. Bayi itu kemudian dihanyutkan dalam sebuah peti . Peti itu dibuat oleh Hizkil.
Hizkil adalah suami Siti Masyithah.
Siti Masyithah dan suami , serta anak-anaknya sudah sama-sama beriman kepada Allah SWT. Iman mereka masih disembunyikan dalam hati, sebab jika Fir’aun mengetahui akan sangat berbahaya akibatnya.
Pada suatu hari , ketika Siti Masyithah sedang menyisirkan rambut putri Raja Fir’aun, tiba-tiba sisir yang digunakan terlepas dan jatuh .Siti Masyithah terkejut sambil menyebut nama Allah. Ucapan Masyithah itu terdengar oleh putri Fir’aun .
” Siapa Allah itu ? ” tanya putri Fir’aun.
” Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa.” jawab Situ Masyithah.
” Apakah ada Tuhan selain ayahku ? ” tanya putri Fir’aun pula.
“Ada , yaitu Allah. Hanya Dia yang patut disembah. ”
” Jangan sebut nama itu lagi !” kata putri Fir’aun.
” Tidak! Saya akan tetap menyebut nama Allah. Dia adalah Tuhan saya ,
Tuhan ayahmu juga.”
Putri Fir’aun sangat tersinggung , dan mengancam : ” Awas , akan aku adukan kepada ayahku. ”
” Silahkan , saya tidak takut! ” jawab Siti Masyithah dengan tenang dan tegas. Rupanya putri Fir’aun benar-benar mengadukan hal itu kepada ayahnya.
Fir’aun marah mendengar pengaduan putrinya itu. Masyithahpun dipanggil menghadap Raja Fir’aun.
” Betulkah kamu menyebut nama Tuhan selain aku ? ” tanya Fir’aun.
” Betul ! ” jawab Siti Masyithah.
” Siapa Tuhanmu itu ? ”
” Tuhanku adalah Allah.” jawab Siti Masyithah dengan tegas. Mendengar jawaban Siti Masyithah , Fir’aun bertambah marah sambil membentak.
” Kalau kamu masih ingin hidup , jangan sebut lagi nama Tuhan Allah itu !.” Siti Masyithah diam saja. Karena Siti Masyithah diam saja , lalu Fir’aun membentak lagi sambil mengancam : ” Kalau kamu tidak mencabut kata-katamu itu , akan aku ceburkan kamu dan anak-anakmu kedalam air mendidih.
Siti Masyithah tidak gentar sedikitpun mendengar ancaman Fir’aun , dengan tenang ia menjawab : ” Saya tidak takut kepada siapapun. Saya hanya takut kepada Allah , Tuhan Seluruh Alam.Tiada Tuhan selain Allah…”
” Cukup !” bentak Fir’aun.
Fir’aun sangat marah . Kemudian ia menyuruh para pembantunya untuk menyiapkan tanur ( belanga ) besar terbuat dari kuningan . Belanga itu diisi air , kemudian dimasak hingga mendidih .Setelah itu Fir’aun memerintahkan agar anak-anak Masyithah diceburkan kedalam belanga. Sebelum dirinya dan anak-anaknya diceburkan , Masyithah minta agar tulang – belulangnya dan tulang anak-anaknya dikuburkan.Permintaan Masyithah dikabulkan Fir’aun.Kemudian satu persatu anak Siti Marsyithah dilemparkan kedalam air yang mendidih.Kini tinggal anaknya yang masih bayi.Masyithah sangat iba dan kasihan terhadap anaknya yang masih menyusu ini Ia kelihatan ragu-ragu Melihat Masyithah ragu-ragu ; Fir’aun me nawarkan : ” Jika kamu sayang kepada bayimu , kamu dan bayimu akan aku selamatkan, asalkan kamu lupakan Tuhanmu itu.” Pada saat itu keajaiban terjadi. Atas kehendak Allah , bayi yang sedang digendong Siti Masyithah berbicara : ” Bersabarlah wahai ibuku .Jangan ibu merasa ragu .Sesungguhnya lah Allah beserta kita. ”
Mendengar ucapan bayinya , hati Siti Marsyithah bertambah yakin bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa , Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Allah senantiasa berada dipihak yang benar.
Akhirnya , dengan wajah berseri-seri sambil mengucapkan : ” Bismillahi tawakaltu alallah , Allahu Akbar .”
Masyithah bersama bayinya terjun kedalam air yang sedang mendidih .
Siti Masyithah , seorang yang teguh pendirian dan kokoh imannya telah dipanggil oleh Allah Yang Maha Kuasa.
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUN .
( Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada Allah jualah kami sekalian akan kembali .)
Sidang pembaca , sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan .Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain.Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
****
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK .
Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid . *
****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website : Http//Hajisunaryo.com. *
****

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.