TIUPAN PERTAMA ( NAFKHAH ULA )

Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Didalam Hari Kiamat nanti akan terdengarlah tiupan Sangsakala sampai dua kali banyaknya. Tiupan pertama sebagai tanda kematian seluruh makhluk yang masih hidup disaat itu, sedangkan tiupan kedua adalah sebagai tanda kebangkitan seluruh makhluk sejak zaman dahulu, yakni hidup kembali setelah mati atau ba’ats namanya. Jarak lamanya waktu antara tiupan pertama ( nafkhah ula ) dengan tiupan kedua ( nafkhah tsaniah ) itu diceritakan dalam sebuah Hadist, demikian sabda Rasulullah SAW : ( Artinya ) : ” Masa antara dua tiupan itu lamanya empat puluh. Para Sahabat bertanya :” Hai, Abu Hurairah, apakah yang dimaksud itu empat puluh hari? “. Abu Hurairah menjawab :” Aku tidak mengerti. “. Para Sahabat bertanya pula :” Apakah empat puluh bulan? ” Jawabnya :” Aku tidak mengerti. ” Ditanya sekali lagi :” Apakah empat puluh tahun? ” Jawabnya : Aku tidak mengerti. ” ( Al-Hadist ) .
Ringkasnya ,waktu diantara dua dua kali tiupan itu tidak diketahui oleh siapapun melainkan Allah SWT jua. Yang jelas hanyalah kata-kata empat puluh, tetapi tidak terang apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun.
Adapun Malaikat yang diserahi untuk meniup Sangkakala itu adalah Israfil as. Yang ditiup itu disebut shur yakni terompet dan berwujud sebagai sebuah tanduk, tetapi sudah pastilah bahwa bendanya itu amat besar sekali.
Saya akhiri tulisan religius ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wabillahi Taufik wal hidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INILAH HARI PEMBALASAN. Oleh : Moh. Abdai Rhathomy *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.