“ TIGA KALI BERTURUT-TURUT TIDAK SHALAT JUM`AT MAKA AKAN DICATAT DARI GOLONGAN MUNAFIK.”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadiratNya, karena dengan sebab karuniaNya sajalah tulisan religius ini saat ini dapat berada dihadapan pembaca. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Bagi kaum muslimin hari jum`at merupakan hari yang mulia. Karena hari jum`at merupakan Sayyidul ayyam, artinya raja daripada hari-hari lainnya. Selain itu, pada hari jum`at kaum muslimin diwajibkan melaksanakan shalat jum`at.

Shalat jum`at adalah shalat yang dikerjakan dihari jum`at pada waktu dzuhur sebanyak 2 (dua) rakaat yang dikerjakan secara berjamaah. Shalat jum`at ini dilaksanakan setelah diawali dua kali khutbah. Dasar hukum melaksanakan shalat jum`at adalah Firman Allah SWT dalam Al-Qur`an surat Al-Jumah ayat sembilan.

 

  • FirmanNya:

 

(Artinya):” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk shalat pada hari jum`at, maka hendaklah kamu segera mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS:Al-Jum`ah:9)

Shalat jum`at  hukumnya fardhu ain. Artinya, hanya diwajibkan kepada laki-laki dewasa yang beragama Islam.

# Nabi SAW bersabda:

(Artinya):” Jum`at itu adalah satu tuntutan yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim dengan berjamaah, kecuali empat macam, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang yang sakit.” (HR:Abu Daud dan Al-Hakim)

Berdasarkan Hadist tersebut orang yang tidak dikenai kewajiban melaksanakan shalat jum`at  ada empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang yang sedang sakit. Adapun syarat wajib melaksanakan shalat jum`at adalah beragama Islam, baligh (dewasa), laki-laki, sehat, merdeka, berakal sehat, dan tidak dalam keadaan musafir (mukim) oleh karena itu, setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat wajib shalat jum`at harus melaksanakan shalat jum`at. Apabila seorang muslim tidak shalat jum`at sampai 3 kali tanpa suatu alasan maka Allah SWT akan menutup hati orang tersebut. Hal ini berdasarkan Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Hakim.

# Nabi SAW bersabda:

(Artinya):” Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum`at sampai tiga kali berturut-turut  dengan tanpa adanya udzur atau alasan, niscaya Allah akan menutup hatinya.” (HR:Al-Hakim)

Bahkan ia akan dimasukkan kepada golongan orang munafik, sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tabrani.

# Bersabda Rasulullah SAW

(Artinya):” Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum`at sampai tiga kali berturut-turut dengan tanpa udzur atau halangan , maka orang itu akan dicatat dari golongan munafik.” (HR:Thabrani)

Sebagai persiapan sebelum pergi melaksakan shalat jum`at maka banyak sekali amalan sunat yang dapat kita kerjakan. Jika semuanya dikerjakan maka akan menambah pahala dan kesempurnaan shalat jum`at. Amalan-amalan sunat yang dikerjakan sebelum pergi shalat jum`at , diantaranya adalah mandi, memakai pakaian yang bersih, memakai wangi-wangian, dan memotong kuku.

# Mandi, artinya mandi dengan membersihkan seluruh tubuh (mandi janabah) sebagai mana dijelaskan dalam Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

# Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:(Artinya):” Barangsiapa mandi pada hari jum`at, hendaklah mandi janabah.” (HR:Bukhari)

Adapun cara mandi janabah atau mandi besar adalah sebagai berikut:

  1. Berniat dengan ikhlas didalam hati sambil mencuci kedua tangan.
  2. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
  3. Membersihkan kepala sebanyak tiga kali
  4. Menggosok  dan meratakan keseluruh bagian tubuh, diakhiri dengan membasuh kaki kanan dan kiri.

Mandi janabah ini boleh dilaksanakan pada pagi hari atau pada siang hari. Terutama bagi mereka yang selesai bekerja keras, seperti pengemudi, petani, pekerja bangunan dan pekerja berat lainnya.

# Pakaian yang kita pakai saat melaksakan shalat jum`at harus pakaian yang bersih. Artinya, yang tidak terkena najis. Lebih utama, pakailah pakaian yang paling bagus yang kita miliki sehingga syiar Islam akan tampak berwibawa.

# Disunatkan memakai wangi wangian, hal ini untuk menghilangkan bau tidak sedap yang ada pada diri kita. Selain itu, bau yang segar dan harum akan menyegarkan nafas sehingga tidak akan mengganggu jamaah yang lain. Akan tetapi didalam memakai wangi-wangian tersbut kita tidak boleh berlebihan.

# Sementara memotong kuku sebelum kita berangkat ke masjid untuk melaksakanan shalat jum`at jangan yang dipotong kuku jari-jari tangan kita saja. Potong juga kuku kaki kita, karena kita akan beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu kita harus selalu bersih dari kotoran dan najis.

Adapun amalan-amalan sunat yang dikerjakan ketika kita tiba dimasjid, antara lain amalan shalat sunat tahiyatul masjid, shalat intizhar, dzikir dan sodaqoh.

Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. (Materi sesuai kurikulum 1994 Dengan Orientasi Budi Pekerti) Oleh:Drs.H.Hasan Baihaqi, Af.

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

  • Stop Press!

 

Diberitahukan kepada para pecinta bacaan bernafaskan Islam. Sekarang ini, tulisan artikel-artikel religius karya pengarang H.Sunaryo.A.Y yang menyejukkan dapat anda temukan pada dua website:

 

  1. Website:www:Hajisunaryo.com
  2. Website:Hsunaryo.blogspot.com

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.