TAHLIL ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Rasulullah SAW bersabda : ” Perkataan terbaik yang kuucapkan dan diucapkan Nabi-nabi sebelumku adalah : ” Laa ilaaha illalllahu wahdahu laa syarikallahu , lahu-l mulku walahu-l hamdu wahua ‘ala kuli syai’ in qadirun. ” ( Artinya ) : ” Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esalagi tidak memiliki sekutu. Milik – Nyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu ” ( HR : Turmidzi ).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa membaca, ” Laa ilaaha illalllah wahdahu laa syarikallahu lahu-l mulku walahu-l hamdu wahua ala kulli syai’in qadirun “, seratus kali dalam sehari maka ia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba, diampuni seratus kejahatannya, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari syetan pada hari itu hingga sore. Tidak diberikan kepada orang lain pahala yang lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan yang lebih banyak darinya”.
Diriwayatkan Imam Bukhari dari Ubadah bin Syamit ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa yang menyepi pada malam hari kemudian membaca : ” Laa ilaaha illalllah wahdahu laa syarikallahu lahu-l mulku walahu-l hamdu wahua ala kulli syai’in qadirun, Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illalllah, wallahu Akbar. Walaa haula walaa quwwata illa billaahil aliyyil adzim. ” ( Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi tidak memiliki sekutu. Milik-Nyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah. Segala pujian hanya milik Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. ) Lalu dilanjutkan dengan membaca : ” Allahumma – ghfirli “. ( Ya Allah , ampunilah aku ) , maka orang itu diampuni dan doanya dikabulkan. Apabila orang itu berwudhu, kemudian mendirikan shalat, niscaya shalatnya diterima.
Dalam ‘Ihya Ulumuddin’ diterangkan bahwa kalimat : ” Laa ilaaha illalllah “, adalah kalimat tauhid, kalimat ikhlas, kalimat taqwa, kalimah Thayyibah, seruan yang benar. Dialah buah syurgawi. ( Bersambung ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : TERAPI DENGAN DZIKIR. Oleh : Dr. Abdul Halim Mahmud *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.