SIAPA ITU IMAM MAHDI DAN KAPAN KELUARNYA MANUSIA DAJJAL ?

Saudaraku, sesama muslim sidang pembaca yang terhormat. Kembali al fakir hadir, kali ini dakwah saya (lewat tulisan) sesuai judul tersebut diatas adalah pembahasan setentang Imam Al Mahdi dan Al Masih Dajjal. Semoga tulisan ini menjadi sebagai tambahan ilmu, menjadi sebagai sarana dakwah yang diminati, sehingga nilai – nilai Islam dapat tersebarluaskan. Itulah sesungguhnya keinginan dan menjadi nawaitu al fakir menulis artikel-artikel religius ini, menyebarluaskan nilai-nilai Islam sampai keseluruh peloksok tempat di permukaan bumi ini.
Saudaraku, sesama muslim setengah dari alamat-alamat KUBRA tentang akan datangnya hari KIAMAT, ialah keluarnya seorang yang bernama Imam Ahmadi. Ringkasnya setentang Imam Mahdi, di ceritakan yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab : Al-Aqa’idul Islamiyah dengan mengutip dari berbagai hadist :
  • Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Turmidzi :
 ”Imam Mahdi itu akan keluar di akhir zaman, namanya Muhammad bin Abdullah atau Ahmad bin Abdullah.” (HR. Abu Dawud dan Turmidzi)
  • Dan Hadist :
 Imam Mahdi itu termasuk dalam lingkungan ahlulbait atau keluarga Rasulullah SAW yakni dari putri beliau SAW yang bernama Fathimah.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)
  • Dan Hadist :
 ”Imam Mahdi itu menyerupai Rasulullah SAW dalam budi pekertinya, tetapi tidak menyamai dalam bentuk rupa atau bentuk tubuhnya, yakni tidak serupa perihal sifat-sifat badaniyahnya.” (HR. Abu Dawud dari ucapan Imam ’Ali r.a.)
  • Dan Hadist :
 ”Imam Mahdi itu lebar dahinya, mancung hidungnya. Seluruh isi bumi olehnya dipenuhi dengan kejujuran dan keadilan, sebagaimana yang sebelum itu penuh dengan kedhaliman dan penganiayaan. Imam Mahdi menegakkan syariat Islam serta menghidup-hidupkan apa-apa saja yang sudah tercecer dari sunnah (tindak langkah) Rasulullah SAW. Sejak itu Islam menjadi jaya dan luhur kalimatnya, yakni dimasa kekuasaan Imam Mahdi tersebut, sehingga dapatlah di tetapkan pemerintahannya diatas bumi.” (HR. Imam Abu Dawud)
  • Dan Hadist :
 ”Imam Mahdi di karuniai ketetapan dan kekuasaan dan dimasa pemerintahannya amat luaslah rizki ummat, karena memang benar-benar berlaku adil dan banyak pula harta yang diberikan. Ia menyebar-nyebarkan harta itu dengan merata sekali, tanpa menghitung jumlah sama sekali.” (HR. Imam Muslim)
  • Dan Hadist :
 ”Imam Mahdi menetap (sebagaimana hal nya diatas itu) selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
  • Kemudian hadist berikut ini :
 ”Setelah itu Dajjal pun datanglah, kemudian Nabi Isa As turunlah. Selanjutnya Nabi Isa As beserta Imam Mahdi tadi saling tolong – menolong untuk membunuh Dajjal. Seterusnya lalu Imam Mahdi meninggal dunia dan orang-orang Islam pun mensholatinya.” (Demikianlah ringkasan dari riwayat – riwayat yang menceritakan keadaan-keadaan Imam Mahdi itu. Dikutip dari kitab : Hadza Yaumuddin atau Inilah Hari Pembalasan (Kiamat) halaman 39 Oleh : Moh. Abdai Rathomy.)
            Saudaraku, sesama muslim. Juga setengah dari alamat-alamat KUBRA lagi ialah, bahwa tidak lama sebelum tibanya hari Kiamat itu, akan muncullah seorang manusia yang menamakan dirinya Almasih Dajjal. Almasih artinya seorang pengembara dan Dajjal artinya banyak dustanya dan juga penipuannya.
            Ia mengaku menjadi Tuhan dan berusaha keras agar seluruh ummat manusia dikala itu suka mengikuti ajakannya. Ia berdaya upaya memalingkan segenap manusia tadi dari agama yang benar. Selain itu ia juga dapat membuat keajaiban atau keanehan, yakni hal-hal yang dipertontonkan kepada para manusia, sehingga banyak pula orang-orang yang terpesona oleh propagandanya yang penuh kedustaan itu. Akhirnya orang-orang yang suka mengikutinya itu, lalu menjadi kafir dan langsung menganggap Dajjal itu sebagai Tuhan yang wajib disembahnya.
            Tetapi Allah SWT memperkokohkan hati kaum mukminin, sehingga tidak goyang sedikitpun dan tidak ikut tersesat. Selanjutnya apa-apa yang diusahakan oleh Dajjal tersebut akan terbuka seluruh rahasianya dan lenyaplah pengaruhnya. Bahkan Dajjal sendiri dapat di bunuh oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Sayyidina Isa As.
            Sejak zaman dahulu kala, semua Nabi ’alaihimush shalatu wassalam, sudah menakut-nakuti ummatnya masing-masing akan bahaya ajakan Dajjal laknat Allah ini, maksudnya ialah jangan sampai ada seorang pun yang terpesona oleh cumbu rayunya yang berbisa itu. Demikian pula halnya dengan Nabi besar kita Muhammad SAW. Diceritakan dari Umar r.a. ketika hari hajjatul wada’ yakni haji Rasulullah SAW yang terakhir dalam sejarah hidupnya (haji bermohon diri), beliau SAW memerintah kepada orang banyak supaya diam, jangan berkata-kata. Beliau SAW lalu memuji kepada Allah SWT, kemudian menceritakan hal ihwal Dajjal dan banyak pula lain-lain soal yang disebabkan olehnya itu. Akhirnya beliau SAW lalu bersabda sebagai berikut :
 ”Tidak seorang Nabi pun yang diutus Allah melainkan Nabi itu pasti menakut-nakuti kepada ummatnya perkara Dajjal tadi. Dajjal itu akan keluar kepadamu semua, kemudian tidak samar-samar untukmu semua, bahwa Tuhanmu itu benar-benar tidak bermata sebelah. Sesungguhnya Dajjal itu bermata sebelah. Yang tidak dapat digunakan yang sebelah kanan (yang dapat melihat adalah yang sebelah kiri), seolah-olah matanya itu menonjol kemuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
            Selain itu dijelaskan pula bahwa Dajjal itu berasal dari bangsa Yahudi, oleh sebab itu maka sebagian besar penganutnya adalah dari bangsa Yahudi itu. Akhirnya setelah Dajjal itu meninggal dunia, maka banyak sekali orang Yahudi yang berlari tunggang langgang kesana kemari untuk mencari perlindungan dan ingin menyelamatkan dirinya masing-masing dan susunan tentaranya sudah porak poranda lebih dahulu. Dimana saja orang Yahudi itu bersembunyi, sudah pasti akan ketahuan, sampai-sampai dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah r.a.
  • Rasulullah SAW bersabda :
 ”Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga engkau semua (kaum muslim) akan memerangi orang-orang Yahudi, sampai-sampai batu-batu yang dibelakangnya itu ada orang Yahudi yang bersembunyi akan berkata : ”Hai orang Islam, ini ada orang Yahudi yang bersembunyi dibelakangku, maka bunuh sajalah orang ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, maka akhirnya kaum Yahudi itu menjadi kalah seluruhnya, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab : Al Qa’idul Islamiyah
  • Sebagai berikut :
 ”Maka apabila Dajjal sudah terbunuh, orang Yahudi pun menjadi hancur lebur barisannya yakni yang sama-sama berperang untuk membela Dajjal itu dan jumlahnya ada tujuh puluh ribu.” (HR. Ibnu Majah)
            Setelah selesai tugas Sayyidina Isa As dalam menghadapi Dajjal dan sekalian pengikutnya itu, lalu mulailah beliau As bekerja keras untuk membersihkan agama Kristen atau Nasrani yang membuat-buat aneka ragam kepercayaan yang salah, lebih – lebih yang ada hubungannya langsung terhadap diri pribadi beliau As, adalah putra Allah. Akhir sekali ialah bahwa beliau As itu dapat menegakkan agama Islam dengan sentausa dan kokoh kuat.
            Sidang pembaca, sebagai penutup uraian mengenai persoalan Dajjal ini, kiranya perlu pula diterangkan beberapa keadaan di kala keluarnya Dajjal tersebut, yaitu sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW :
 ”Kemakmuran Baitul maqdis adalah sebagai tanda hancurnya negeri Yatsrib (Madinah) dan hancurnya Yastrib adalah sebagai tanda timbulnya perang besar dan terjadinya peperangan besar ini adalah sebagai tanda dibebaskannya kota konstantin dan jatuhnya kota Konstantin ini adalah sebagai tanda munculnya Dajjal.” (HR. Abu Dawud)


 


 

Dahulu kota Konstantin itu juga sudah pernah jatuh dan ditaklukkan, tetapi bukan sewaktu dahulu itu yang dimaksudkan dalam hadist diatas, sebab dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Turmidzi disebutkan sebagai berikut :

  ”Jatuhnya kota Konstantin itu sebagai tanda saat tibanya hari Kiamat.” (HR. Turmidzi)
Dalam hadist lain di uraikan pula bahwa Dajjal itu membawa air dan api. Yang tampak bagaikan api itu sebenarnya adalah air sedang yang tampak bagaikan air itu sebenarnya adalah api. Perhatikan hadist berikut ini :
  • Rasulullah SAW bersabda :
 ”Sesungguhnya Dajjal itu keluar dan besertanya adalah air dan api, maka apa yang dilihat oleh orang banyak sebagai air, sebenarnya adalah api yang membakar, sedang apa yang dilihat oleh orang banyak sebagai api, maka sebenarnya itu adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menemuinya, hendaklah menjatuhkan dirinya dalam apa yang dilihat sebagai api itu, karena sesungguhnya yang ini adalah air tawar yang nyaman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adapula hadist yang menerangkan, bahwa Dajjal itu tidak dapat memasuki kota-kota Mekkah dan Madinah, sebab di jaga rapat oleh Malaikat.
  • Bersabda Rasulullah SAW :

”Tidak sebuah negeri pun melainkan pasti di injak oleh kaki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tiada suatu lorong dan lorong-lorong yang menjurus ke arah kedua kota itu kecuali disitu ada malaikat yang berbaris rapat untuk menjaga atau melindunginya. Dajjal lalu turun di Sabahah, kemudian Madinah pun bergoncanglah tiga kali goncangan yang dengan sebab itu, Allah SWT lalu mengeluarkan dari Madinah itu setiap orang kafir dan munafik.” (HR. Muslim)

            Sidang pembaca, dengan mengutip berbagai kumpulan hadist-hadist dari Rasulullah SAW dapat kiranya disimpulkan bahwa di akhir zaman nanti akan turunlah Nabyyullah Isa As, yakni disaat Dajjal masih sedang jaya-jayanya dan amat berkuasa sekali, bahkan selagi masih besar pengaruhnya dan penganutnya. Tetapi disini penulis hanya akan mengutip dua buah hadist saja, yaitu hadist dari Urwah bin Mas’ud Atstsaqafi, dari Abdullah bin ’Amr, menceritakan bahwa Rasulullah bersabda :

Dajjal itu akan keluar kepada umatku kemudian menetap diatas bumi selama empat puluh lamanya, tetapi saya tidak mengerti apakah itu empat puluh hari atau empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah mengutus Isa putera Maryam, wajahnya seperti ’Urwah bin Mas’ud. Isa lalu mencari Dajjal dan dibinasakan (yakni di bunuh olehnya). Kemudian Isa menetap dikalangan umat manusia selama tujuh tahun, di saat itu tidak ada permusuhan sama sekali antara dua orang manusia pun.

Selanjutnya Allah mengutus angin yang dingin dari arah Syam (Palestina) maka tidak seorangpun yang menetap diatas permukaan bumi yang didalam hati orang itu ada timbangan seberat semut kecil dari kebaikan atau keimanan, melainkan pasti akan dicabut nyawanya, sehingga andaikata salah seorang dari engkau semua ada yang masuk di dalam perut gunung, juga pasti akan dimasuki oleh angin itu tadi, sampai dapat tercabut nyawanya. Akhirnya yang ketinggalan adalah manusia-manusia yang buruk-buruk kelakuannya, yang suka cepat-cepat melakukan keburukan dan kedhaliman, sampai dapat di umpamakan sebagai keringanan burung yang sedang terbang atau angan-angan binatang buas yang hendak memangsa. Orang – orang tersebut tidak mengerti apa-apa yang baik dan tidak mengingkari apa-apa yang buruk (munkar di dibiarkan belaka). Seterusnya lalu muncullah Syaithan yang menjelma sebagai manusia, lalu berkata : ”Alangkah baiknya jikalau engkau semua suka mengikuti perintahku.” orang-orang sama berkata : ”Apakah yang engkau perintahkan kepada kami?” Kemudian syaithan tersebut mengajak mereka menyembah berhala-berhala. Keadaan para manusia di saat itu adalah sangat luas rizkinya, senang hidupnya. Selanjutnya di tiupkanlah dalam sangkakala, maka seluruh manusia pun tidak sadarkan diri dan mati. Kemudian, Allah menurunkan hujan bagaikan rintik rintik lalu dari air itu tumbuhlah segenap tubuh para manusia, terus ditiupkanlah pula sekali lagi, tiba-tiba orang-orang itu sama berdiri (bangun) sambil memperhatikan keadaan – keadaan di waktu itu. Kemudian di ucapkanlah : ”Hai sekalian manusia, marilah sama mendekat di hadapan Tuhanmu semua.” (dan kepada semua malaikat diperintahkan) : ”Hentikan dulu orang-orang itu, sebab hendak ditanya lebih dulu.” lalu di katakan pula : ”Keluarkan, semua orang-orang itu perlu dikirim ke neraka.” selanjutnya di tanyakan : ”Dari berapa?” lalu jawabnya : ”Dari tiap-tiap seribu, sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.” Sabdanya : ”Itulah hari yang dapat membuat anak-anak kecil menjadi beruban dan itulah hari dibukanya betis manusia (karena amat kebingungan sekali). (HR. Muslim)
            Diterangkan di akhir zaman nanti akan terjadilah angin puyuh yang amat besar sekali dan angin inilah yang mencabut semua roh kaum mukmin, sedang yang ditinggalkan hanyalah golongan orang-orang buruk kelakuannya dan sebagai pentup, maka sehabis kebiakan dan kesempurnaan akan muncullah kerusakan dan kehancuran akhlak secara total.
  • Dan Hadist Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda :

”Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman kekuasaanNya, niscaralah sudah amat dekat sekali saat turunnya Isa putra Maryam dikalangan engkau semua yang bertindak sebagai seorang Hakim yang adil. Ia akan memecahkan semua kayu palang salib, membunuh babi, melenyapkan pajak dan harta menjadi meluap (yakni banjir harta, karena amat banyaknya dan ummat manusia makmur sekali hidupnya) sehingga karena yang sedemikian itu tidak ada seorang pun yang ingin untuk menerimanya (sebagai sedekah). Sampai-sampai sekali sujud itu saja sudah lebih tinggi nilainya dari pada harta dunia dan seisinya.” Kemudian Abu Hurairah ra. Berkata : Bacalah, jikalau engkau semua menginginkannya : ”Tidak ada sama sekali dari golongan akhlul kitab (yakni kaum Yahudi dan Nasrani), melainkan mereka pasti akan beriman kepada Isa sebelum mangkatnya beliau ini (yaitu setelah turunnya ke bumi dan sebelum tibanya hari kiamat). Nanti pada hari kiamat, Isa akan menjadi saksi atas orang-orang semuanya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

         Saudaraku, sampai disini saya sudahi dakwah saya (lewat tulisan) semoga artikel religius ini bermanfaat dan yang utama dapat tersebar luaskan. Terima kasih atas egala perhatian serta mohon maaf apabila disana sini dalam tulisan ini terdapat banyak kesalahan.  Wa afwa minkum Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
? ? ?

* (Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari Kitab Hadza Yaumuddin atau Inilah Hari Pembalasan (Kiamat) Oleh: Moh. Abdai Rathomy. *

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.