SEJARAH PERMULAAN SHALAT JUM’AT

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Shalat jum’at pertama kali dikerjakan oleh Rasulullah SAW di Madinah, pada waktu beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah, yaitu ketika tiba di Qubak. Shalat jum’at yang pertama dilakukan disuatu Kampung ‘Amru bin Auf. Rasulullah SAW tiba di Qubak pada hari Senin dan berdiam disini hingga hari Kamis. Selama waktu itu beliau membuat ( menegakkan ) masjid buat sembahyang kaum muslimin di Qubak.
Syarat-syarat shalat jum’at :
1. Shalat jum’at itu diadakan ditempat yang menetap, seperti dikota, atau didesa. Tegasnya, tidak syah shalat jum’at yang diadakan dilapangan yang hanya untuk sementara waktu sedang disekitarnya tidak ada penduduknya.
2. Dilakukan dengan berjamaah yang tidak kurang 10 orang laki – laki dari ahli jum’at.
Perhatikan Hadist Nabi SAW : ( Artinya ) : ” Dari Jabir ra ia berkata : ” Sunnah telah berlaku, bahwa pada tiap-tiap empat puluh orang lebih, wajib jum’at. ” ( Diriwayatkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah ) .
Keterangan : Jumlah yang harus jum’at : Sejak dahulu hingga sekarang merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang, walaupun didalam Al-Qur’an tidak diterangkan bahwa syahnya jum’at itu harus sekian orang yang hadir, namun andaikata jumlah 40 orang yang hadir dalam jum’at dijadikan syarat jum’at bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak mengalami kesulitan, karena hal ini pada umumnya telah terpenuhi.
Dan perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini : ( Artinya ) : Telah berkata Abdurrahman bin Ka’b : ” Bapak saya ketika mendengar Adzan hari jum’at biasa mendoakan bagi As’ad bin Zararah. Maka saya bertanya kepadanya :” Apabila mendengar adzan mengapa ayah mendoakan untuk As’ad bin Zararah? ” Menjawab ayahnya : ” Karena dialah orang yang pertama kali mengumpulkan kita untuk shalat jum’at di Desa Hazmin Nabit. Maka bertanya saya kepadanya : ” Berapakah waktu itu orang hadir ? ” Ia menjawab : ” Empat puluh orang laki – laki. ” ( HR : Abu Daud ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : FIQIH. Untuk Madrasah Aliyah. Oleh : Drs H. Moch Rifa’i dan Drs Rs Abd Aziz *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id Atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.