SAUDARAKU WANITA MUSLIMAH, JAUHILAH TABARRUJ

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Sidang pembaca , seperti tulisan yang pernah saya sampaikan setentang Tabarruj, sungguh Tabarruj sangat membahayakan wanita dan juga laki-laki, baik didunia maupun diakhirat. Tabarruj membuat hina wanita, sekaligus menunjukkan kebodohannya sendiri. Tabarruj haram hukumnya, baik bagi wanita muda maupun tua, baik yang cantik maupun tidak. Tabarruj juga membawa dampak yang sangat buruk, karena dapat merusak rumah tangga, menimbulkan kehinaan dan sekaligus aib, serta mengundang fitnah dan kehancuran. Wanita yang suka ber-tabarruj telah mengikuti langkah – langkah syetan serta melanggar perintah Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta melampaui batas – batas yang telah ditetapkan Allah.
Dengan demikian, dia telah memasuki kefasikan dan kemaksiatan. (Lihat Risalah at-Tabarruj ( hal 19,28,36 ) karya Ni’mah Shidqi.)
Diantara yang membuat jiwa sedih, mata meneteskan air mata, dan hati menderita adalah adanya wanita – wanita muda dijalan-jalan, dirumah sakit – rumah sakit, dan bahkan di al-Haramain asy-Syarifain ( Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ), dan tempat – tempat lainnya yang melakukan sufur, memakai baju dengan tangan terbuka, serta bertelanjang pundak. Mereka tidak mau menoleh kepada perintah – perintah Allah dan Rasul-Nya, yang melarang ber-tabarruj dan sufur, serta memerintahkan untuk menutup aurat dan berhijab.
Saudaraku , wanita muslimah, jauhilah tabarruj dan penampakan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram. Hindari berpergian keluar rumah tanpa alasan yang dibenarkan syariat, sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,sekaligus sebagai upaya melindungi diri, agama, dan kehormatan anda dari kehinaan.
Diantara kerusakan yang paling parah adalah tindakan para wanita muslimah meniru wanita -wanita kafir, baik dari kalangan Nasrani maupun yang lainnya, dalam hal memakai pakaian mini, penampakan rambut, pamer keindahan tubuh, dan penataan rambut dengan mode orang-orang kafir dan fasik. Demikian juga pemakaian wig.
Rasulullah SAW telah bersabda : ” Barangsiapa menyerupai suatu kaum,maka dia termasuk dari golongan mereka. ” ( HR : Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban, dan dia menilainya shahih. ) ( Lihat kitab Risalah as-Sufuur wal Hijaab ( hal 13-14 ) karya Syaikh Ibnu Bazz ).
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HAK DAN KEWAJIBAN WANITA MUSLIMAH. Oleh : Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al Jarullah *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.