SALAH SATU TUGAS MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DIBUMI ADALAH MENGEMBAN TEGAKNYA KEADILAN

Saudaraku sesama muslim, dakwah saya (lewat tulisan) kali ini seperti judul artikel (religius) tersebut diatas adalah pembahasan setentang keadilan. Dizaman seperti sekarang ini, dimana harga BBM sudah tidak terbendung, banyak orang mulai bilang: Keadilan?  Makin kita berbicara tentang keadilan, makin tampak kentara tidak adanya keadilan itu. Apa benar begitu? Mari kita tengok pembahasan materi kita ini bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna bentuknya, manusia mengemban tugas sebagai khalifah dibumi. Salah satu diantara tugas itu adalah manusia berkewajiban untuk menegakkan keadilan.
            Namun sebagai makhluk yang dhaif (lemah) manusia tidak mungkin berlaku adil dengan seadil-adilnya. Hanya Allah SWT dzat yang Maha Kuasa yang mampu berlaku adil dengan seadil-adilnya, karena Dialah satu-satunya Ahkamul Hakimin. Namun manusia wajib berusaha sekuat tenaga untuk berlaku adil, sebatas kemampuan yang dimilikinya. Sesuai dengan harkat dan martabat sebagai makhluk tertinggi manusia berkewajiban menjujung tinggi nilai kemanusiaan, yaitu menegakkan keadilan. Apabila kita memperhatikan ayat-ayat Al-Quran dan Al-Hadist nyatalah bahwa masalah yang sangat diutamakan dalam ajaran Islam ialah masalah keadilan. Keadilan dapat menjinakkan hati yang bermusuhan  dan dapat menumbuhkan rasa kasih sayang diantara sesama manusia. Oleh karena itu keadilan harus ditegakkan ditengah-tengah kehidupan manusia agar tumbuh rasa saling menyayangi diantara sesamanya.
·        Apa sebenarnya pengertian keadilan itu?
Keadilan berasal dari kata dasar adil, mendapat awalan ke dan akhiran an sehingga menjadi keadilan. Keadilan mengandung pengertian, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpegang kepada kebenaran atau berpihak kepada yang benar. Menegakkan keadilan itu diperintah oleh Allah SWT.
·        Perhatikan firman Allah SWT:
 “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kerabatmu. Jika itu kaya atau miskin maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nisa:135)
            Berdasarkan ayat diatas dapat diambil hikmah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk menegakkan keadilan. Berlaku adil harus ditegakkan walau terhadap ibu bapak, kaum kerabat, bahkan terhadap dirinya sendiri sekalipun. Menegakkan keadilan harus dilakukan tanpa pandang bulu.
·        Perhatikan pula Firman Allah SWT berikut ini:
 “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS: An-Nisa:58)
          
Sebagai seorang pemimpin dan sebagai hakim, Nabi Muhammad SAW menegakkan keadilan dengan sebaik-baiknya.
·        Perhatikan Sabda Nabi SAW:
 “ Jika sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” (HR. Bukhari)
·        Dan didalam Hadist yang lain Rasullah SAW bersabda:
 “Sesungguhnya Allah beserta para hakim selama hakim itu tidak curang. Apabila ia telah curang Allah pun menjauh dari hakim itu dan mulailah syetan mejadi teman yang erat bagi hakim itu.” (HR. Turmudzi)
            Dan dari keterangan ayat-ayat diatas jelaslah bahwa keadilan merupakan sendi pokok ajaran Islam yang harus ditegakkan.
            Dengan ditegakkannnya keadilan dalam segala hal akan menjamin lancarnya segala urusan. Sebaliknya apabila keadilan dikesampingkan dan diabaikan akan berakibat perpecahan dan kehancuran dikalangan umat.
Bagaimana mengutamakan Keadilan itu?
Kita sudah tahu bahwa baik Al-Quran maupun Al-Hadist memerintahkan manusia untuk berlaku adil atau menegakkan keadilan. Setiap yang diperintah Allah dan Rasul-Nya tentu banyak pula manfaat dan keutamaannya. Adapun keutamaan keadilan antara lain diuraikan berikut ini.
1.      Adil itu lebih dekat kepada taqwa.
Seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau kelompok harus bersifat adil, tidak berat sebelah terhadap yang dipimpinnya. Islam menyuruh manusia untuk berlaku adil sebab berlaku adil itu lebih dekat kepada taqwa.
·        Sesuai Firman-Nya:
 “…Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa…”
(QS: Al-Maidah: 8)
2.      Adil itu Mencegah Perpecahan dan Pertikaian
Pada saat sebagian dinding Ka’bah ada yang rusak, kaum Quraisy berusaha untuk memperbaiki. Hal ini lebih kurang tahun 605 M, saat Muhammad SAW berusia 35 tahun dan belum diangkat menjadi Rasul. Setelah pembangunan itu hampir selesai , timbullah perselisihan tentang siapa yang akan meletakkan batu hitam (Hajar Aswad) pada Ka’bah ketika direstorasi. Semua kaum pada waktu itu ingin meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Melihat kegentingan semakin memuncak, muncullah Abu Umayyah bin Magirah Al-Makzumi.
Dia mencoba menangani urusan pengangkatan hakim dengan mengusulkan: “Siapa yang pertama masuk kepintu Safa, maka dialah yang memimpin.” Hal inipun disetujui dan ternyata Muhammad SAW yang pertama masuk kepintu Safa sehingga diangkatlah Muhammad SAW sebagai peletak Hajar Aswad.
Muhammad menghamparkan kain dan Hajar Aswad kemudian diletakkan diatasnya. Beliau memanggil tiap-tiap kepala Kabilah untuk memegangnya dan beliau sendirilah yang meletakkan Hajar Aswad itu ketempat semula. Demikian keadilan yang beliau laksanakan sehingga orang-orang Quraisy terhindar dari perselisihan atau pertikaian.
3.      Doa (orang-orang yang benar-benar melaksanakan keadilan) Tidak Ditolak oleh Allah SWT
Sesungguhnya keadilan itu merupakan salah satu nilai Islam yang tinggi. Dengan menegakkan keadilan dan kebenaran, niscaya akan membawa kepada ketentraman. Bagi hamba-hamba Allah yang benar-benar melaksanakan keadilan, insya Allah apa yang diminta akan dikabulkan oleh Allah. Pemimpin yang adil termasuk salah seorang yang diterima doanya oleh Allah SWT.
·        Bersabda Rasulullah SAW:
  “Tiga orang tidak ditolak doanya yaitu: Orang yang sedang puasa sehingga dia berbuka, imam yang adil dan orang yang teraniaya. Allah SWT mengangkat doa mereka keatas awan dan dibuka untuk doa itu segala pintu langit, seraya Allah SWT berfirman: “Demi kebesaran-Ku, sungguh Aku akan menolong engkau walau pertolongan-Ku, Aku berikan pada suatu masa kelak.” (HR. Ahmad)
Dari Hadist tersebut diatas jelas dan nyata sekali bahwa pemimpin (orang) yang berlaku adil maka do’anya tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Jadi saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Bahwa seperti dikatakan sebelumnya, keadilan atau berlaku adil itu diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya karena mengandung keutamaan-keutamaan. Adapun keutamaan keadilan antara lain: Mendekatkan manusia kepada taqwa, menghindarkan manusia dari perpecahan dan pertikaian dan do’a orang yang berlaku adil diterima oleh Allah SWT.
Sidang pembaca, mau apalagi kita ? Hayo, tegakkan keadilan.Ingat godaan paling berat bagi seseorang dalam menegakkan keadilan (terutama para karyawan Pemerintah) baik itu pemimpin atau orang yang dipimpin adalah kasus suap, sogok, uang pelicin, korupsi kemudian masalah (istilah) tempat basah dan kewenangan jabatan (tanda tangan) dan lain-lain.
Meskipun setipis daun bawang, asal saja masih ada iman didada kita dan yang terpenting kita yakin, haqul yakin bahwa Allah SWT itu Maha Tahu apa yang tersirat dan tersurat disetiap hati (qalbu) kita serta siksa (azab) Allah SWT  itu amat pedih. Ingat! Sekali lagi kita harus yakin bahwa didunia ini mungkin saja kita masih bisa menyembunyikan perbuatan (dosa) kita. Akan tetapi diakhirat dengan kekuasaan Allah SWT masing-masing anggota badan kita dapat berbicara sendiri menceritakan perbuatan maksiat (dosa) yang pernah dilakukan. Dan ingat juga bahwa ajaran agama mengatakan bahwa yang menyuap dan yang disuap (sogok) tempatnya adalah di Neraka. Insya Allah dengan memiliki keyakinan itu kita akan terbentengi dari segala macam kasus serta masalah-masalah tersebut dikatakan diatas dan insya Allah keadilan dapat kita tegakkan seadil-adilnya.
Sampai disini saya sudahi dakwah saya (lewat tulisan) semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Waafwaminkum Wassalamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
***
* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam Oleh: Drs. Ahmad Syafi’I Mufid, M.A, dkk.)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.