PENGERTIAN AQIQAH

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Ubaid Ashamu’i dan Zamakhsyari mengungkapkan bahwa menurut bahasa, Aqiqah artinya rambut yang tumbuh diatas kepala bayi sejak lahir. Sedangkan menurut Al-khathabi, Aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi. Dinamakan demikian karena kambing itu dipotong dan dibelah-belah.
Ibnu Faris juga menyatakan bahwa aqiqah ialah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur.
Adapun dalil yang menyatakan bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah, antara lain adalah Hadist yang dikeluarkan Al-Bazzar dari Atta’, dari Ibnu Abbas secara marfu’, yang artinya : ” Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan anak perempuan seekor “.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi SAW untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama dan menyembelih hewan.
Hadist – hadist menjadi dasar disyariatkannya Aqiqah cukup banyak, antara lain sabda Rasulullah SAW , yang artinya : ” Anak- anak tergadai ( tertahan ) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh dicukur kepalanya dan diberi nama. ”
Menurut Imam Ahmad maksud dari kata-kata : ” Anak-anak itu tergadai dengan Aqiqahnya ” dalam Hadist diatas adalah bahwa pertumbuhan anak itu, baik badan maupun kecerdasan otaknya atau pembelaannya terhadap orang tuanya pada hari Kiamat akan tertahan jika ibu bapaknya tidak melaksanakan Aqiqah baginya. Bahkan Ibnu Qayyim menegaskan bahwa Aqiqah itu berfungsi untuk melepaskan bayi yang bersangkutan dari godaan syetan.
Dalam riwayat dari Aisyah ra, yang lain juga dinyatakan bahwa : Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki – laki dua ekor dan untuk wanita seekor. ” Akan tetapi jika tidak mampu mampu dua ekor untuk anak laki – laki, maka seekorpun boleh. Asal kita jujur dan tidak berpura-pura tidak mampu. Sebab sebagaimana dalam Hadist yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah pernah mengaqiqahi ( cucu beliau ) Hasan dan Husein masing-masing seekor kibasy.
Amar bin Dhahabi dinyatakan bahwa : ” Sesungguhnya bersama anak itu ada hak diaqhiqahi, maka tumpahkanlah darah baginya ( dengan menyembelih hewan ) dan buanglah penyakit darinya ( dengan mencukur rambutnya )
Bagi bapak – bapak dan ibu – ibu yang belum melaksanakan Aqiqah, pada usia dewasapun bisa melaksanakan Aqiqah untuk dirinya. Sebagaimana yang termaktub didalam Kitab I’anathutholibin ( Syarah dari kitab Fathul Mu’in juz 2 halaman 336 ) bahwa Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan Aqiqah untuk dirinya sesudah beliau diangkat menjadi Nabi ( umur 40 tahun ).
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : Risalah Aqiqah Nurul Hayat *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.