NIKAH MUT’AH

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Bimbingan-Nya lah saya dapat menyusun ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Nikah mut’ah ialah nikah yang dilakukan seseorang dengan tujuan semata-mata untuk melepaskan hawa nafsu dan bersenang-senang untuk sementara waktu.
Nikah tersebut dilarang karena dilakukan untuk waktu yang terbatas dan tujuannya tidak sesuai dengan tujuan perkawinan yang disyariatkan.
Nikah mut’ah pernah dibolehkan oleh Nabi Muhammad SAW tetapi kemudian dilarang untuk selama – lamanya.
Perhatikan Hadist Nabi SAW : ( Artinya ) : ” Dari Salamah bin Al-Akwa’ ra ia berkata : Pernah Rasulullah SAW membolehkan perkawinan mut’ah pada hari ( peperangan ) Authas selama tiga hari, kemudian sesudah itu ia larang. ” ( HR : Muslim ).
Dan Hadist Nabi SAW : ( Artinya ) : ” Dari Ali ra ia berkata : ” Rasulullah SAW melarang kawin untuk sementara waktu pada tahun Khaibar. ” ( HR : Muttafaqun alaih ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
*Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : FIQIH. Untuk Madrasah Aliyah. Oleh : Drs. H. Moch Rifa’i dan Drs Rs Abd Aziz *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.