“NERAKA (AN NAR) ADALAH TEMPAT PENUH SIKSA, KESUSAHAN, KESENGSARAAN, YANG BERWUJUD API YANG MENYALA-NYALA”

Sidang pembaca, Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa khabar ? Kembali alfakir hadir, kali ini dakwah saya (lewat tulisan) berjudul tersebut diatas. Menyeramkan bukan? Ya! Menyeramkan sekali. Apalagi kalau antum membaca artikel ini dari awal sampai akhir tulisan, pasti antum menjadi gemetar, ketakutan dan spontan untuk berkeinginan (memohon) agar tidak sampai masuk ke dalam tempat yang namanya An-Nar itu. Dan itu, manusiawi sekali. Siapa yang mau masuk neraka? Tidak ada! Tidak seorang pun (siapapun dia) yang mau (berani) masuk neraka. Mimpi pun dia tidak mau (tidak berani) masuk neraka. Asal didada masih ada iman meskipun setipis daun bawang. biarpun di dunia dia begitu jagoan, pemberani, atau jahat dan sangat durhaka sekalipun. (Yakni tidak akan mau (tidak akan berani) dia masuk neraka). Jangan lewatkan tulisan ini, baca artikel religius ini sampai selesai. Insya Allah yang sudah kuat agamanya akan bertambah kuat. Yang masih jarang-jarang shalatnya akan menjadi rajin dan yang puasa (ramadhan) nya kadang-kadang menjadi rajin puasanya. Atau yang tidak pernah membayar zakat menjadi selalu ingat membayar zakat (setelah nisab dan haul) sampai, serta menjadi rajin berinfak dan bersodaqoh. Yang tidak berdzikir, menjadi selalu basah lidahnya dan bibirnya dengan dzikrullah. Insya Allah!.

            Sidang pembaca, kita semua telah memaklumi bahwa di akhirat itu ada dua macam tempat yang jauh berbeda keadaan dan sifatnya. Yang sebuah berupa tempat yang penuh kesenangan dan menggembirakan hati, sedang yang sebuah lagi merupakan tempat yang penuh siksa dan menyedihkan. Tempat kesenangan itu dinamakan syurga (Al-Jannah) yakni yang merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang baik-baik amal perbuatannya, sangat berbakti serta taatnya kepada Allah SWT. Adapun tempat penuh siksa, kesusahan dan kesengsaraan itu dinamakan neraka (Annar) yang berwujud api yang menyala-nyala dahsyat sekali dan inilah yang akan merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang buruk amal perbuatan, durhaka dan tidak mau mentaati serta tidak berbakti kepada Allah SWT, enggan mengikuti perintah-perintahNya, malahan menerjang apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Kedua macam pembalasan itu kiranya sudah patut dan sudah semestinya, karena yang segolongan berlelah-lelah dan membanting tulang untuk mencari keridhoan dan pengampunan Allah SWT yaitu golongan kaum mukminin, sedang yang segolongan lainnya tidak henti-hentinya menumpuk dan menambah-nambah dosa serta keburukan amal, yaitu golongan selain kaum mukminin. Jadi apabila segolongan dibalas dengan keselamatan, kebahagiaan dan kesenangan, sedang yang segolongan lainnya dibalas dengan kesengsaraan hidup di akhirat, kesusahan dan penderitaan maka kedua hal


diatas itu memang sudah layak sekali. Ringkasnya bahwa kedua golongan tersebut tidak perlu disamakan tempat kembali atau pembalasannya.
            Sidang pembaca, Neraka (Annar) adalah tempat penyiksaan dan ini mempunyai nama yang bermacam-macam, sebagaimana yang tersebut di bawah ini :
* Jahannam (QS. At-Taubah : 63), Al-Jahim (QS. Ad-Dhukhan : 56), Al-Hawiyah (QS. Al-Qari’ah : 8-11), Al-Wail (QS. Al-Muthaffifin : 1-3), As-Sa’ir (QS. Al-Mulk:5), Ladha (QS. Ma’arij: 15-18), Saqor (QS. Muddatstsir : 26-30), dan Al-Huthamah (QS. Al-Humazah : 4-9) *
            Allah SWT dalam menjelaskan sifat-sifat neraka itu benar-benar sampai menegakkan (merinding) bulu roma kita yang beriman kepadaNya, juga menyayat – nyayat hati siapa saja yang mempercayainya. Yang sedemikian bukanlah berlebih-lebihan, tetapi memang sebenarnya demikian.
            Sudah barang tentu bahwa yang dapat merasakan sedemikian itu adalah kaum mukminin yang mempercayai serta meyakininya, beriman lepada Allah dan hari akhir. Jadi orang yang tidak percaya (athéis) atau orang Islam sekalipun tetapi ia tidak percaya (tidak mempercayainya) tentu tidak termasuk dalam pembicaraan ini. Tetapi yakin (haqul yakin) mereka (orang-orang yang tidak percaya) itu dikemudian hari akan merasakan sendiri.
            Dengan meyakini akan pedihnya siksa api neraka itu, bagi seorang mukmin yang masih menyeleweng dari ajaran dan aturan Islam, Insya Allah akan menghentikan penyelewengannya, jikalau ia mendengarkan yang sedemikian itu. Adapun bagi orang mukmin yang baik amal perbuatannya, akan berusaha menetapkan hatinya sebagaimana yang sudah-sudah dan malahan akan berdaya upaya menambahkan amalannya itu. Dalam hal kepedihan dan keamat sangatnya kepedihan siksa neraka itu dapatlah dikutipkan nash-nash atau keterangan – keterangan agama yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadist-hadist Rasulullah SAW seperti berikut ini :
  • Perhatikan Firman Allah SWT :
”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu sendiri dan juga diri keluargamu daripada siksa api neraka, yang bahan bakarnya itu adalah manusia – manusia serta batu, dijaga oleh malaikat-malaikat yang tegas tindakannya serta keras prilakunya. Mereka itu tidak pernah membantah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya serta mengikuti saja apa-apa yang diperintahkan itu.” (QS. At-Tahrim : 6)
            Sidang pembaca, dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa bahan-bahan yang dinyalakan dalam neraka itu adalah manusia-manusia yang kafir lagi durhaka serta batu dan yang menjaganya adalah malaikat-malaikat yang keras-keras tindakannya, tetapi senantiasa mengikuti apa saja yang diperintahkan Allah SWT. Dan neraka itu tidak pernah merasa puas dan tidak pernah merasa kenyang dengan apa saja yang dilemparkan kedalamnya, bahkan senantiasa meminta untuk di tambah, sehingga tiada terdapat tempat kosong sedikitpun disana.


  • Sesuai Firman Allah SWT :
”Pada hari Kiamat Kami memanggil Jahanam : Adakah engkau sudah penuh sesak? Neraka Jahannam menjawab : Adakah yang perlu di tambahkan lagi.” (QS. Qaf : 30)
            Menurut uraian yang di ucapkan oleh Imam Mujahid, disitu tidak ada percakapan yang sebenarnya, hanya saja berlakunya percakapan itu sebagai suri teladan yang menggambarkan bahwa neraka jahanam sudah penuh isinya, sehingga tidak ada tempat yang terluang lagi. Wallahu a’lam!
            Di dalam kitab suci Al-Qur’an surat Ash-Shaffat di ceritakan bahwa makanan para ahli neraka itu adalah zaqum yakni sebangsa pohon yang buruk sekali karena rasanya yang amat pahit dan baunya yang amat busuk. Adapun minumannya adalah nanah dan air panas yang sedang mendidih.
  • Sebagaimana Firman Nya :
”Manakah sajian yang terbaik, yang merupakan kebahagiaan ataukah pohon zaqum? Sesungguhnya Kami membuat kayu zakum itu untuk menjadi fitnah (maksudnya siksa) bagi orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri (karena enggan beriman) zaqum adalah pohon yang tumbuh didasar neraka jahim, buahnya bagaikan kepala-kepala syaithan besarnya. Sesungguhnya orang-orang ahli neraka itu akan terpaksa memakan kayu zaqum itu sehingga padat benar perutnya, kemudian oleh sebab makan zaqum tadi mereka lalu disiram dengan minuman nanah yang dicampur air panas.” (QS. Ash-Shaffat : 62-67)
Naudzubillah! Summa Naudzubillah. Benar, kata orang-orang bahwa mimpi pun kita tidak ingin masuk neraka. Apalagi masuk neraka beneran. Ya Allah! Jauh-jauhin!. Itu makanya, jangan kita lupa sering-sering berdo’a : Rabbana Atina Fiddunya hasanah wa Fil Akhirati Hasanah Waqina Adzabannar.
            Kembali kita kepada Firman Allah SWT setentang buruknya tempat kembali di neraka.
  • Firman Nya :
“…… Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka untuk orang-orang yang menganiaya dirinya (karena enggan beriman) yang pagarnya mengelilingi orang-orang tadi. Jikalau mereka meminta pertolongan karena sangat hausnya, lalu di tolong dengan di beri air kental bagaikan tembaga yang dicairkan dan dapat menghanguskan muka. Alangkah buruknya minuman-minuman yang semacam itu, dan alangkah buruknya pula tempat kembali di neraka tadi.” (QS. Al-Kahfi : 29)
            Sidang pembaca, bagaimana dan dari bahan apa pakaian para ahli neraka itu ?
  • Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :
“Itulah dua orang yang berlawanan sama-sama memperselisihkan tentang Tuhannya, maka orang-orang yang tidak beriman, untuk mereka itu dipotongkanlah (dibuatkanlah) pakaian dari api dan di siramkanlah ke atas kepala mereka itu air yang mendidih. Apa yang ada didalam perut dan kulit mereka itu menjadi hancur karenanya. Untuk hukuman merekapun disediakan cemeti besi. Setiap mereka hendak keluar dari dalamnya karena kesedihan, lalu mereka dikembalikan lagi kedalamnya dan dikatakan : Rasakan olehmu semua siksaan yang membakar.” (QS. Al-hajj : 19-22)
Kita simak sebuah Hadist dari Abu Hurairah r.a. yang diriwayatkan oleh : Imam Turmidzi
  • Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sesungguhnya neraka Jahim itu dituangkan keatas kepala orang kafir yang ada didalamnya itu, sehingga mencucurlah air panas hingga kedalam perutnya, kemudian tersayatlah segala yang ada didalam perut itu, sampai-sampai mengalir dari bawah kedua tumitnya. Inilah yang disebut hancur luluh, selanjutnya dikembalikan lagi sebagaimana keadaan sebelumnya untuk di ulangi seperti itu lagi.” (HR. Turmidzi)
           
Neraka Jahannam itu mengelilingi seluruh orang yang tersiksa didalamnya, dipagari dari segenap penjuru. Jadi api itulah yang merupakan naungan dan alas tubuhnya (para ahli neraka)
  • Sesuai Firman Nya :
 “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan-keterangan Kami dan memandang rendah kepada-Nya, tidak akan di bukakan kepada mereka pintu-pintu langit dan tidak akan masuk mereka itu kedalam syurga, sehingga ada unta yang dapat masuk kedalam lubang jarum. Demikian Kami memberikan pembalasan-pembalasan kepada orang-orang yang bersalah. Mereka akan memperoleh tempat tidur dari api Jahannam, sedang dari atas mereka ada tutupnya dan begitulah Kami memberikan kepada orang-orang yang menganiaya. (QS. A’Araf : 40-41)
  • Kemudian Firman Allah SWT :
 “Bagi mereka para ahli neraka itu diatasnya ada naungan – naungan seperti itu pula. Demikianlah Allah SWT mempertakutkan kepada semua hamba-Nya. Hai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Az- Zumar : 16)
            Sidang pembaca, yang sangat menakutkan dan membuat merinding bulu roma kita adalah keterangan yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa semua ahli neraka itu tidak akan mati, karena jikalau dapat mati maka berarti mereka (para ahli neraka) dapat melepaskan lelah (letihnya, pedihnya, sakitnya dan kesengsaraannya) atau dapat beristirahat dari penderitaan serta siksa yang pedih itu dan dengan demikian habis pulallah penetapan siksa kepada mereka. Tidak! Para ahli neraka tidak akan mati walaupun bagaimana kesengsaraan demi kesengsaraan yang setiap saat dan detik dirasakan. Selain itu para ahli neraka tadi keadaan hidupnya bukanlah hidup yang enak dan nyaman.
  • Perhatikan Firman Allah SWT :
 “Dan orang-orang yang celaka akan jauh dari peringatan Al-Qur’an tadi. Mereka itulah yang akan terjerumus dalam neraka yang besar. Di dalam neraka itu orang-orang tersebut juga tidak akan mati dan tidak pula hidup yang enak. “ (QS. Al- A’la : 11-13)
Selanjutnya di terangkan bahwa para ahli neraka itu tertutup sama sekali dari Allah SWT, baik kenikmatan-Nya maupun melihat Dzat-Nya yang Maha Mulia itu dan yang sedemikian itu pun merupakan sangat (teramat sangat) cara (macam) penyiksaan yang mereka terima (derita).
  • Allah SWT berfirman :
“Jangan demikian, sesungguhnya orang-orang kafir itu nanti pada hari Kiamat sama tertutup dari Kerahmatan Tuhannya.”  (QS. Al- Muthaffifin : 15)
  • Kemudian Firman Allah SWT :
 “Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Kami nanti pada hari Kiamat akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka menjadi matang, Kami gantilah dengan kulit lainnya (yang masih baru), agar supaya mereka dapat merasakan pedihnya siksa. Sesungguhnya Allah itu Maha Mulia lagi Bijaksana. (QS. An-Nisa : 56)

Bersambung ke hal 7

 

            Pada ahli neraka setiap kali sudah hangus-hangus dan matang kulitnya, lalu oleh Allah SWT di ganti dengan kulit baru yang lain lagi,untuk lebih membuat sangat siksaan secara terus menerus. Sidang pembaca, mungkin antum akan berfikir mengapa hanya kulitnya saja yang dihanguskan, dimatangkan lalu kulit itu saja yang digantikan? Mengapa tidak sama sekali dihanguskan dan dimatangkan dagingnya, kemudian daging diganti pula yang baru? Untuk menjawab ini, kita lebih dulu harus mengerti bahwa lapisan kulitlah yang merasakan sangat sakit jikalau dibandingkan dengan lapisan daging atau lain-lainnya. Jadi andai kata terbakar dan hanya mengenai kulit, maka sakitnya adalah lipat berkali-kali daripada lapisan dagingnya, sekalipun tentang bahayanya adalah lebih sangat mengenai dagingnya daripada hanya kulitnya belaka. Jadi maksudnya ialah menunjukkan bahwa siksa neraka tadi amat pedih sekali dan secara terus berlangsung tanpa berhenti sedikitpun. Cobalah bayangkan kalau ahli neraka itu setiap matang kulitnya diganti lagi yang baru sebelum mengenai lapisan dagingnya, matang ganti baru lagi dan demikian seterusnya. Karena (para ahli neraka) itu sudah tidak kuat dan tidak tertahannya akan siksa-siksa yang mereka rasakan, maka sampai dapat ditamsilkan andaikata di suruh menebus siksa itu dengan apa saja yang dimiliki, sekalipun yang dimiliki itu adalah apa-apa yang dicintainya, kekasih atau istri atau suaminya, sudah barang tentu (pasti) mereka rela mengorbankan segala-galanya, demi untuk keselamatan dirinya sendiri. Tetapi pada hari itu sudah tidak ada lagi kemanfaatannya tebusan, sekalipun betapa pun juga besarnya dan tidak ada pula gunanya harapan-harapan yang tidak karuan ujung pangkalnya itu.

  • Dalam hal ini Allah SWT berfirman :
“Orang – orang yang bersalah mereka lebih senang andaikata siksa pada hari itu dapat ditebus dengan anak-anaknya, dengan istri atau saudaranya sendiri atau dengan seluruh keluarganya yang dalam naungannya, ataupun dengan seluruh manusia yang ada dibumi, asalkan dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari siksa tersebut. Tetapi hal sedemikian itu tidak mungkin terjadi.” (QS. Al- Ma’arij : 11-15)
Tahukah sidang pembaca, bahwa perbandingan panas antara api dunia dengan api akhirat (yakni yang ada didalam neraka) itu ialah 70 (tujuh puluh) kali lipat lebih panas api akhirat.
  • Nabi SAW bersabda :
“Apimu sekalian ini yang engkau sekalian nyalakan di dunia ini adalah sebagian dari tujuh puluh bagian bila dibandingkan dengan panasnya api neraka jahannam. Para sahabat bertanya : Demi Allah, yang ini saja (yang didunia) kiranya sudah mencukupi untuk menghancurkan manusia, Ya Rasulullah. Beliau SAW lalu meneruskan sabdanya : Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan bagian lagi (dari api dunia ini) yang masing-masing panasnya setiap bagian itu adalah sedemikian itu. Yaitu sebagaimana yang kita rasakan di dunia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
            Ya Allah! Api dunia saja sudah cukup untuk menghancurkan manusia, siapapun bahkan apapun. Apalah lagi api akhirat? Ya Rachman! Kita semua mohon perlindungan dan penjagaan dari hadhiratMu dari siksa api neraka. Amin! Amin Ya Mujibas-sailin.
            Saudaraku sesama muslim, sidang pembaca yang terhormat. Akhir dari tulisan (artikel) religius ini, ingin al-fakir menyampaikan sebuah hadist dari Annu’man bin Basyir r.a. yaitu setentang (bahwa) seringan-ringan siksa (para ahli neraka) ditempatnya (didalam neraka) adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW :
  • Rasulullah SAW bersabda :

“Seringan-ringan manusia prihal siksanya (dalam neraka) ialah orang yang mengenakan sepasang alas kaki dan dua buah ikatnya dari neraka dan oleh sebab alas kaki serta ikatnya itu maka mendidihlah otaknya sebagaimana mendidihnya kuali (yang airnya panas). Tidak dimaklumi orang yang yang lebih sangat dari itu tentang siksanya (yakni itu saja sudah dianggap sangat sekali), namun demikian sesungguhnya orang itulah yang seringan-ringan siksanya (diantara seluruh ahli neraka).” (HR. Bukhari dan Muslim)

            Sampai disini penulis sudahi dulu dakwah (lewat tulisan) ini dan tidak lupa mengingatkan sidang pembaca, mari kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan selalu memohon perlindungan dan penjagaan dari Al-Khaliq, Dia itu Maha Dzat, yaitu Allah SWT (dari hadhirat-Mu) dari siksa api neraka. Amin! Ya Rabbal Alamin. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila di dalam artikel religius ini disana sini terdapat banyak kesalahan. Wa’afwa minkum Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
? ? ?
* (Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari Kitab Hadza Yaumuddin atau Inilah Hari Pembalasan (Kiamat) Oleh: Moh. Abdai Rathomy. *
? ? ?
        
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.