MATINYA MALAIKAT YANG AKHIR-AKHIR

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Didalam Kitab Mukhtashar Tadzkirah Qurthubi yang disusun oleh Asysyaikh Abdul wahhab Sya’rani ada cerita sebagai berikut : Ketika Allah SWT memerintah kepada Malaikat Israfil supaya meniup Sangkakalanya, maka dibunyikanlah yang pertama kali. Disaat itu lalu matilah seluruh makhluk yang ada dilangit dan dibumi, kecuali yang dikehendaki Allah SWT, maka yang masih hidup untuk sementara waktu lagi, sebagaimana yang tersebut dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai berikut : ( Artinya ) : ” Bumi itu seluruhnya Kupegang, kelak pada Hari Kiamat dan langit – langit digulungkan ( dilipatkan ) dengan tangan kanan yakni kekuasaan – Nya, Maha Suci Allah serta Maha Luhur dari apa saja yang dianggap sebagai sekutu Tuhan oleh orang yang musyrik. Dan ditiuplah didalam sangkakala ( oleh malaikat Israfil pada Hari Kiamat ), kemudian matilah seluruh makhluk seisi langit dan seluruh makhluk seisi bumi kecuali yang dikehendaki Allah ( maksudnya yang ini masih hidup sementara waktu lagi ). Kemudian sangkakala itu ditiupkanlah sekali lagi, maka makhluk – makhluk itupun bangunlah ( hidup kembali setelah mati ) . Serta melihat ( memperhatikan sekelilingnya ) . “( QS : Az-Zumar : 67 – 68 ) .
Dalam ayat diatas itu jelaslah apa kiranya apa yang dimaksudkan dalam keterangan itu yakni masih adanya lagi makhluk yang hidup sementara waktu setelah sangkakala pertama itu dan setelah matinya sekalian makhluk secara keseluruhan atau umum tadi. Adapun ceritanya yang disebutkan dalam Mukhtashar diatas itu adalah sebagai berikut : Mula-mula Allah memerintah kepada malaikat Israfil supaya meniupkan sangkakalanya yang pertama kali. Kemudian para makhluk mati semua, kecuali yang disebutkan dibelakang ini. Dikala itu malaikat Izrail ( yang bertugas sebagai pencabut nyawa ) menghadap kehadirat Allah SWT Yang Maha Perkasa dan berkata : ” Ya Tuhanku , seluruh makhluk telah meninggal semua, baik yang dilangit atau Izrail yang dibumi. Yang masih tertinggal hanyalah Tuhan sendiri dan juga beberapa makhluk yang Tuhan kehendaki. Allah SWT lalu berfirman :” Siapakah yang masih tertinggal , tetapi sebenarnya Allah SWT itu adalah lebih Maha Mengetahui tentang siapa yang sesungguhnya masih tertinggal tadi. Izrail lalu menjawab : ” Yang tertinggal ialah Tuhan sendiri Yang Maha Kekal hidupnya dan tidak akan mati untuk selama – lamanya. Selain itu, juga para malaikat yang ditugaskan memikul Arasy. Demikian pula Jibril , Mikail, Israfil, dan saya sendiri ( Izrail ).
Allah SWT kemudian memerintahkan supaya Jibril dan Mikail mati dan ini pun dilaksanakan. Setelah itu, Izrail kembali pula menghadapdan me ngatatakan bahwa Jibril serta Mikail telah wafat. Kemudian Allah berfirman pula dan memerintahkan agar malaikat – malaikat pemikul Arasy dimatikan. Inipun dilaksanakan baik-baik dan selanjutnya Arasy dibawa sendiri oleh Allah SWT.
Setelah itu, sangkakala diambil sendiri oleh Allah dan berfirman pula supaya Israfil mati. Akhirnya yang tertinggal hanyalah Malaikat Izrail sendiri, diantara seluruh makhluk itu. Adapun Allah Maha Khalik, yakni Maha Pencipta bukanlah termasuk makhluk dan oleh sebab itu memang wajib bersifat kekal untuk selama – lamanya. Kini sekali lagi, Izrail menghadap kembali dan mengatakan bahwa selain Allah hanya ia sendiri yang masih tertinggal. Dikala itu Allah SWT lalu berfirman : ” Hai Izrail, engkaupun termasuk golongan makhluk sedangkan Kami telah menetapkan bahwa semua makhluk yang ada dilingkungan kerajaan serta Arasy Kami wajiblah semuanya mengalami kematian. Engkau telah Kami ciptakan sesuai dengan kehendak Iradat Kami. Maka dari itu, kini engkaupun wajib mengalami maut.
Malaikat Izrail lalu mati pula dan yang tetap kekal adalah Allah SWT sendiri. Sesudah itu Allah lalu melipat langit sebagaimana lembaran kitab, kemudian berfirman : ” Limanil mulkul yaum, artinya : ( Milik siapakah kerajaan seluruhnya pada hari ini? ). Tetapi satupun tidak ada yang menjawab, karena memang semuanya itu telah mati. Seketika itu pula dijawab sendiri oleh Allah SWT : ” Lillahil wahidil qahhar ) . Artinya : ( Seluruh kerajaan adalah milik Allah, Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ). Dari cerita diatas itu diriwayatkan oleh Imam Thabari, Imam Tsz-labi dan lain-lainnya.)
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INILAH HARI PEMBALASAN. Oleh : Moh. Abdai Rhathomy *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.