“LAA ILAAHA ILLALLAH ADALAH KALIMAT TAUHID MENGHANCURKAN NILAI SAKRAL PATUNG DAN BERHALA SEKALIGUS MEMBERSIHKAN MANUSIA DARI SEMUA BENTUK SYIRIK.”

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena sesungguhnyalah kita (al-fakir dan sidang pembaca) dapat bertemu kembali (lewat tulisan) pada hakikatnya semata-mata adalah karena izin, perkenan, karena kehendakNya.

    Saya yakin, tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendakNya, kita tidak akan pernah dapat berjumpa lewat tulisan ini. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya kalau saya mengajak marilah sekali lagi kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Ilahi Rabbi, Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti, Dia itu maha Dzat, yaitu Allah SWT.
    Shalawat dan salam tidak lupa kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
    Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Perkataan terbaik yang kuucapkan dan diucapkan Nabi-Nabi sebelumku adalah: Laa ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai`in qodirun. Tiada tuhan selain Allah yang maha esa lagi tidak memiliki sekutu. milikNyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. (HR.Turmidzi)

* Dan sebuah Hadist diriwayatkan dari Abu Hurairah ra sebagai berikut:
. Bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya:):” Barangsiapa membaca,” laa ilaaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syai`in qodirun.” sebanyak seratus kali dalam sehari, maka ia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba, diampuni seratus kejahatannya, dibuatkan benteng sebagai pelindung dari syetan pada hari itu hingga sore. Tidak diberikan kepada orang lain pahala yang lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan yang lebih baik darinya.” (HR.Bukhari dan Muslim)
* Kemudian Hadist dari Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
.(Artinya):” Barangsiapa yang menyepi pada malam hari kemudian membaca:laa ilaaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syai`in qodir, Subhanallah walhamdu lillaah wala illahailallah wallahu akbar wala quwata illa billahil`aliyil aadzim.” (Tiada Tuhan selain Allah yang maha esa lagi tidak memiliki sekutu. MilikNyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah segala pujian hanya milik Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.) Lalu dilanjutkan dengan membaca: Allahummaghfirli (Ya Allah, ampunilah aku), maka orang itu diampuni dan do`anya dikabulkan. Apabila orang itu berwudhu kemudian mendirikan shalat, niscaya shalatnya diterima.

     Saudaraku, dalam kitab: Ihya Ulumuddin. Karya populer Imam Al-Ghozali ada diterangkan bahwa kalimat ; Laa ilaha illallah adalah kalimat tauhid, kalimat ikhlas, kalimat taqwa, kalimat thoyyibah, seruan yang benar. Dialah buah syurgawi. Tidak diragukan lagi, kalimat tauhid yang bersumber dari lubuk hati dan diucapkan dengan lisan merupakan pengesaan yang sejati. Ia adalah ungkapan hakiki dari ayat yang berbunyi:(artinya):” Katakanlah, Dialah Allah yang maha esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS:Al-Ikhlas:1-4)

     Kalimat tauhid laa ilaaha ilallah juga merupakan bentuk nyata dari pengakuan:” Hanya kepada Engkaulah kami meyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS:Al-Fatihah:5). Dan kalimat tersebut (laa ilaaha ilallah) menghancurkan nilai sakral patung dan berhala-sekaligus membersihkan manusia dari bentuk syirik. Atas dasar itulah kalimat ini menjadi pilar utama dari dzikir sufistik. Tahukah antum sidang pembaca, ada tiga pilar dzikir sufistik yaitu: Istighfar, tauhid,dan shalawat.
     Kalimat tauhid laa ilaaha ilallah merupakan satu dari tiga pilar dzikir sufi. Tanpa kalimat itu jalan yang diretas seseorang untuk menuju Allah tidak akan berguna apapun bentuknya.
* Kembali kepada Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
.(Artinya):” Barangsiapa yang setiap selesai shalat membaca tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali dan menutup hitnugan yang keseratus dengan kalimat laa ilaaha ilallah wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli sya`in qodir.” ( tiada Tuhan selain Allah yang maha esa lagi tidak memiliki sekutu milikNyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu), niscaya dosa-dosa orang itu diampuni kendati sebanyak buih dilautan.” (HR:Muslim)
* Dan Hadist dari Jabir ra diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
.Artinya:” Sebaik-baik dzikir adalah laa ilaaha ilallah sedangkan sebaik-sebaik do`a adalah Alhamdulillah.” (HR:Ibnu-Majah,An-Nasa`i dan Ibnu Hibban)

* Dan Hadist dari Abdullah Ibnu Mas`ud ra diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
.Artinya:” Tasbih (subhanallah) adalah separuh timbangan, dan Alhamdulillah yang membuatnya penuh. Sedangkan laa ilaaha illallah tidak memiliki penghalang apapun denga Allah jika diucapkan dengan ikhlas. (HR.Turmidzi)

* Kita perhatikan Hadist dari Sulaiman bin Yasar ra dari salah seorang Sahabat Anshar diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Nabi Nuh berkata pada putranya;” Aku akan memberikan wasiat pendek padamu supaya kau tidak melupakannya, lakukan dua perkara dan tinggalkan dua perkara. Dua hal yang pertama sangat disenangi Allah dan hambaNya yang shaleh. Aku berwasiat dengan: Laa ilaaha illallah sekiranya langit dan bumi disatukan dengan rantai, maka kalimat itu sanggup memutusnya. Sekiranya keduanya diletakkan pada satu timbangan, maka berat kalimat itu mampu menyamainya. Aku juga berwasiat dengan subhanallah wabihamdihi, karena kalimat itu mahluk menyembah. Karenanyalah mahluk mendapatkan rezeki dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah maha penyantun lagi maha pengampun. (QS:Al-Isra:44)

   Sedangkan dua perkara yang tidak boleh kau lakukan agar tidak terhalang dari Allah dan hambaNya yang sholeh adalah syirik dan sombong.” (HR:An-Nasa`i, Al Bazzar dan Al-Hakim. Menurutnya sanad Hadist ini shahih.)

* Satu lagi, sebuah Hadist yang bersumber dari Mu`adz bin jabal, Rasulullah SAW bersabda:
“ Man kaana aakhiru kalaamihi laa ilaha illallahhu dakhalal jannah.”
(Artinya):” Barangsiapa perkataannya yang terakhir: laa ilaaha illallah, ia masuk syurga.” (HR:Abu-Daud dan dinyatakan oleh Hakim shahihnya)

    Akhir dari pembahasan (tulisan) kita ini ingin saya menyampaikan Hadist dari Abu Hurairah ra yang bertanya kepada Nabi SAW:
(Artinya):” Wahai Rasulullah SAW siapakah yang paling sejahtera dengan syafaatmu dihari kiamat? tanya Abu Hurairah.” Abu Hurairah” jawab Rasul:” Kukira tak seorangpun yang menanyakan Hadist ini sebelum dirimu, berdasarkan pengamatanku atas kegigihanmu terhadap Hadist. Orang paling sejahtera dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan: Laa ilaaha illallah, dengan hati yang tulus.” (HR:Bukhari)

    Sementara apa perkataan Imam Al-Ghazali sang Hujjatul Islam pengarang kitab Ihya Ululumuddin setentang kalimat tauhid ini? Beliau (Imam Ghazali) berkata:”Kita berdo`a semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang menutup usia dengan kalimat: Laa ilaaha illallah mampu mengucapkannya lahir dan batin. Sehingga kita meninggalkan dunia  tanpa rasa cinta padanya (pada dunia), sebaliknya malah menghindar darinya (dari dunia) karena besarnya keinginan berjumpa dengan Allah. Sesungguhnya Allah sangat senang bertemu dengan orang yang mencintaiNya.

     Sampai disini kita sudahi dulu artikel religius ini terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terapi Dengan Dzikir Mengusir Kegelisahan& merengkuh ketenangan jiwa. Oleh:Dr.Abdul Halim Mahmud*

* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:hajisunaryo.com*
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.