KEUTAMAAN SHALAT SUNNAT DHUHA

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Shalat Dhuha ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu Matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7 (tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak yaitu antara pukul 07.00 pagi sampai masuk waktu Dzuhur, (sekitar pukul 11.00 siang).
            Adapun dalil Shalat Dhuha adalah sabda Rosulullah SAW dalam beberapa Hadist dari Sahabat Abu Huraira ra antara lain sebagai berikut :
  • Bersabda Rosulullah SAW :
“Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)
  • Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sesungguhnya di Surga itu ada pintu yang disebut pintu Dhuha, maka tatkala di hari Kiamat nanti ada panggilan khatib : “Siapakah orang yang suka membiasakan shalat Dhuha ? Inilah pintu kamu sekalian, masuklah kamu sekalian dengan penuh Rahmat Alllah SWT.” (HR. Thabrani)
  • Abu Hurairah ra pernah berkata :
“Di perintahkan kepadaku oleh kekasihku Nabi SAW untuk berpuasa 3 (tiga) hari pada tiap-tiap bula, mengerjakan 2 (dua) rakaat Shalat Sunnat Dhuha, dan supaya saya berwitir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Dari Mu’im bin Hammar, bahwasanya Nabi SAW bersabda :
“Tuhanmu yang Maha Tinggi telah berseru : “Hai anak Adam ! Shalatlah empat rakaat bagi Aku dari awal siang. Maka Aku akan cukupkan engkau di akhir siang itu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
  • Dari Aisyah ra, ia berkata :
“Adalah Rosulullah SAW biasa Shalat Dhuha 4 (empat) rakaat dan ia menambah (sebanyak mungkin) menurut apa yang dikehendaki Allah SWT.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)
·        Dari Ummu Hani diceritakan, sesungguhnya ia pernah datang kepada Nabi SAW pada tahun di taklukkannya kota Mekkah. Waktu itu, Nabi SAW berada di bagian atas kota Mekkah. Lalu Rosulullah SAW berdiri menuju tempat mandinya. Fatimah lantas mendinginkannya. Kemudian ia mengambil pakaiannya dan berselimut dengan pakaian itu. Selanjutnya, ia Shalat 8 (delapan) rakaat, yaitu Shalat Dhuha. (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Adapun keutamaan (fadhilah) Shalat Sunnat Dhuha perhatikan Hadist-hadist Rosulullah SAW seperti berikut :
  • Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Pada tiap pagi dianjurkan atas diri seseorang dari kamu untuk bersedekah. Maka tiap-tiap tasbih itu sedekah dan tiap-taip tahmid (puji) itu sedekah. Pada tiap-tiap tahlil pun sedekah dan tiap-tiap menyuruh kepada kebaikan itu juga sedekah. Begitu pula mencegah kemungkaran itu sedekah. Namun diantara semua itu cukuplah sebagai penggantinya ialah mengerjakan dua rakaat Dhuha.” (HR. Muslim dan Abu Dzar)
  • Dari Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda :
“Dalam diri manusia itu ada 360 (Tiga Ratus Enam Puluh) ruas yang setiap darinya diharuskan bersedekah. Para Sahabat bertanya : Kalau begitu, siapa yang mampu berbuat demikian ya Rosulullah ? Rosulullah SAW menjawab : “Mengeluarkan dahak di Masjid lalu ditanamnya atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari jalan, itu juga sedekah. Tetapi kalau engkau tidak bias, kerjakanlah dua rakaat Dhuha. Karena itu mencukupi dari semua itu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
            Saudaraku, sesama Muslim.
Begitu banyak fadhilah, keutamaan Shalat Sunnat Dhuha, seyogyanya sebagai muslim yang baik tergerak hati kita untuk mengerjakan (mengamalkan) Shalat Sunnat Dhuha. Betapa tidak, kapan lagi kita akan mendapatkan kesempatan untuk meraih, menggapai pahala untuk bekal akhirat kita? Hayo, saudaraku, jangan ragu dan bimbang lagi, mari dengan ikhlas kita mengerjakan Shalat Sunnat Dhuha.
  • Cara mengerjakan Shalat Dhuha :
1.      Niat Shalat Dhuha
2.      Surat yang dibaca setelah Al-Fatihah :
a.       Pada rakaat pertama surat Asy-Syams
b.      Pada rakaat kedua surat Adh-Dhuha
3.   Selesai shalat, membaca do’a sebagai berikut :
“Ya Allah, ya Tuhanku, bahwa kami waktu Dhuha itu milik Engkau dan kebajikan (kemewahan) itu milik Engkau, dan keindahan itu milik Engkau dan kekuatan itu milik Engkau dan kekuasaan itu milik Engkau dan pemeliharaan itu milik Engkau. Ya Alllah, Tuhanku, jika keadaan rezekiku di langit, maka turunkanlah dan jika adanya didalam bumi maka keluarkanlah dan jika adanya di dalam air atau di laut maka keluarkanlah ia dan jika ia lambat, percepatlah dan jika ia sulit, gampangkanlah dan jika ia haram, sucikanlah dan jika jauh, dekatkanlah ia dan jika sedikit, perbanyaklah ia padaku dan jika banyak, berkahilah ia bagiku dan sampaikanlah dimana saja aku berada. Janganlah Engkau pindahkan aku ke tempat itu, dan jadikanlah tanganku diatasnya, untuk menjadi pemberi dan janganlah tanganku dijadikan dibawah untuk jadi tukang minta. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan hak (bekal) Dhuha Engkau, kebagusan Engkau, keindahan Engkau, kekuatan Engkau, kekuasaan Engkau dan pemeliharaan Engkau. Tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Engkau. Berilah aku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba Engkau yang sholeh. Dan sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya beserta para Sahabatnya. Semoga mereka mendapat keselamatan dan segala Puji bagi Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam.”
(mohon maaf karena kendala teknis, do’a shalat Dhuha ini belum bisa kami sajikan dengan bahasa arabnya. Tapi kalau pembaca belum hafal do’a ini, boleh berdo’a dengan do’a yang lain yang sudah dihafal.)
            Saudaraku, kerjakanlah Shalat Sunnat Dhuha setiap pagi, paling sedikit 2 (dua) rakaat atau 4 (empat) rakaat atau 6 (enam) rakaat dan paling banyak 8 (delapan) rakaat.
***
(Bahan-bahan (materi) dikutip dari Buku “FIQIH” Oleh : Drs. H. Moh. Rifai, Untuk Madrasah Aliyah. Kurikulum 1984, Edisi 1991. Penerbit “Wicaksana” Semarang, buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” Oleh : Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari dan Buku “KUMPULAN SHALAT SUNNAT” Oleh : A. Aminudin Pandeglang Banten. Dapat juga dilihat di website www.hajisunaryo.com)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.