KERAHMATAN ALLAH KEPADA ORANG MUKMIN KETIKA HISAB

Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali ala Muhammad wa ali Muhammad. Orang mukmin itu tidak ada yang akan diperuncingkan cara memperhitungkan amalannya yakni dikala dihisabkannya itu, bahkan ada yang tidak dihisab sama sekali dan terus saja langsung masuk kedalam syurga. Semua itu adalah karena karahmatan Allah SWT kepada kaum mukmin,karena orang yang amat diteliti atau dijelemeti cara menghisabkan amalannya itu sudah merupakan siksaan yang tersendiri bagi orang tersebut,sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang diteliti sekali dalam cara menghisabkan amalnya, maka ia pun sudah tersiksa. ” ( HR : Bukhari, Muslim dan lain-lain. )
Selanjutnya perlu dimaklumi bagaimanakah cara Allah SWT menghisab orang mukmin itu?.
Ibnu Umar ra pernah ditanya oleh kawannya, apa yang pernah didengar olehnya dari Rasulullah SAW perihal masalah munajat ( yakni cara bercakapnya Allah SWT kepada orang mukmin diakhirat ). Lalu Ibnu Umar menjawab : ” Ya, pernah juga saya mendengar Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut : (Artinya) : ” Seseorang dari kamu sekalian itu akan mendekat pada Tuhannya, sehingga Allah meletakkan tabirnya pada orang tadi. Allah bertanya : ” Adakah engkau menjalankan demikian, demikian? Orang itu menjawab : ” Benar, saya menjalankan itu. Allah kemudian menetapkan sebagaimana ucapannya itu, kemudian berfirman : ” Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu itu ketika didunia dan pada hari inipun Kuampuni semuanya itu, selanjutnya orang tadi lalu diberi catatan amal-amal kebaikannya. Adapun orang-orang kafir, lalu diundang ada dihadapan orang banyak yang sama menyaksikan pada hari itu : Mereka itulah orang-orang yang sama mendustakan pada Tuhannya. Ingatlah, bahwa laknat Allah itu tetap atas orang-orang yang yang sama menganiaya diri mereka sendiri. ” ( HR : Bukhari dan Muslim ) .
Ada pula sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Tiada seorangpun yang dihisab kelak pada Hari Kiamat itu, melainkan akan binasa ( yakni merasakan kesengsaraan yang sangat ), saya ( yakni Aisyah ) bertanya :” Ya, Rasulullah, bukankah Allah SWT telah berfirman : ” Fa amma man utiya kitabahu biyaminihi fa saufa yuhasabu hisaban yatira ” . ( Maka barangsiapa yang dikaruniai catatan amalnya dan diterima dengan tangan kanannya, maka itulah orang yang akan dihisab dengan hisaban yang ringan ).
Rasulullah SAW lalu bersabda : ( Artinya ) : ” Yang sedemikian itu adalah disaat menunjukkan catatan amalnya belaka. Sesungguhnya tiada seorangpun yang diteliti cara hisabnya di Hari Kiamat itu, melainkan pasti tersiksa yakni merasakan kesengsaraan yang sangat sekali. ” ( Al-Hadist ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INILAH HARI PEMBALASAN. Oleh : Moh. Abdai Rhathomy *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.