Template
Template Template
Template Wednesday, 17 September 2014 Template

Galeri

4.jpg

Memperkenalkan Karya H. Sunaryo A.Y.

 

Sidang pembaca, tahukah antum bahwa penulis website: http://hajisunaryo.com (sudah lebih kurang 200 (dua ratus) judul tulisan bernafaskan Islam (religius) ditulis beliau) sebelum tulisan-tulisannya terfokus kepada artikel-artikel religius yaitu bacaan bernafaskan Islam untuk tujuan Syiar dakwah adalah seorang penulis Cerpen dan Novelis yang religius, artinya: disetiap tulisannya baik itu Cerpen maupun Novel selalu diselipkan dakwah mengingatkan pembaca agar tidak terbuai oleh gemerlapnya dunia yang fana sehingga melupakan akhirat.
Padahal akhirat tujuan terakhir kita dan Syurga atau Neraka adalah tempat tinggal kita yang abadi (kekal) untuk selama-lamanya. Dan penulis H. Sunaryo A.Y disetiap Cerpen atau Novel yang ditulisnya juga senantiasa menyelipkan dakwah mengajak pembaca ikut menyebarluaskan nilai-nilai Islam sehingga tidak ada lagi individu-individu (orang Islam) yang menyembah selain kepada Allah SWT.
Ingat (kata penulis): Dosa yang tidak terampuni adalah menyekutukan Allah. Memang sekarang beliau tidak lagi menulis Cerpen dan Novel karena karya-karyanya sudah terfokus pada tulisan-tulisan (artikel) reigius bacaan untuk syiar dakwah Islam. Namun sengaja saya perlihatkan sebagai contoh beberapa buku (Novel) karya H. Sunaryo A.Y. kali ini berjudul: SUMIRAH berikut ini.
September 2014
Dany Wicaksono, S. Kom
 
Template
PERISTIWA SESUDAH HARI KIAMAT DAN PENGERTIAN YAUMUL MIZAN PDF Print E-mail
Written by H. Sunaryo A.Y.   
Wednesday, 24 March 2010 07:32

 

Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Sebelum membahas materi kita sesuai judul tersebut diatas, penulis akan menyampaikan sebuah kisah setentang adanya suatu bukti bahwa hari kiamat itu memang ada. Sidang pembaca, antum kenal dengan Uzair? Beliau adalah salah seorang nabinya bangsa Israel. Uzair adalah orang kaya dan sangat dermawan. Kebunnya sangat subur dan luas, ditanami berbagai macam buah-buahan. Setiap hari dia pergi ke kebun menunggang keledai untuk mengambil buah-buahan, kemudian pulang dengan keranjang yang sudah penuh dengan berbagai macam buah untuk dibagikan kepada fakir miskin. Suatu hari, seperti biasanya Uzair pergi ke kebunnya, mengisi penuh keranjang, kemudian pulang. Selama perjalanan pulang itulan Uzair merenung, memikirkan keagungan ciptaan Sang Khaliq sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Saking asyiknya merenung ia tersesat sampai di suatu daerah yang sama sekali asing baginya. Karena sangat lelah, ia pun beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. Keranjang ditaruh, keledai ditambatkan. Sambil berbaring Uzair merenung memikirkan bagaimana Allah SWT menghidupkan orang yang sudah mati. Ia terus merenung, berpikir, capek, lelah, kemudian tertidur. Tidur yang nyenyak sekali, sampai 100 (seratus) tahun!

            Ketika Uzair bangun dan hendak meneruskan perjalanannya, ia kaget sekali karena keledai yang ia tambatkan hanya tinggal tengkoraknya saja. Lalu terdengar suara : “Hai Uzair, berapa lamakah kamu tertidur?” “Sekitar setengah hari.” Jawab Uzair. “Bukan, kamu tidur selama 100 (seratus) tahun.” Kata suara itu lagi. Uzair setengah tidak percaya. Lalu suara itu mengatakan bahwa ia (Uzair) sudah mati, kemudian Allah SWT menghidupkannya kembali. “Bagaimana Allah menghidupkan kembali orang yang sudah mati?” Tanya Uzair. “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Jawab suara itu, kemudian Uzair disuruh melihat kearah tengkorak keledainya. Apa yang ia lihat? Tulang belulang yang sudah bercerai berai itu berloncatan dan menyusun kembali menjadi seekor keledai, disusul dengan dagingnya yang sudah menjadi tanah, kulitnya, bulunya, hingga akhirnya keledai itu utuh seperti semula. Allahu Akbar! Allah Maha Besar! Demikian sepenggal kisah Uzair (Nabinya bangsa Israel) dengan keledainya. (Dikutip dari buku : Islam Agamaku Oleh : Tim Penyusun Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.)

            Sidang pembaca, dari kisah Uzair dengan keledainya tersebut diatas bukankah itu suatu bukti bahwa hari kiamat memang ada? Dan kedatangannya adalah suatu kepastian.

·        Sesuai Firman-Nya :

 

”Dan bahwa sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan didalamnya .............”  (QS. Al-Hajj : 7)

            Sidang pembaca, sekarang kita mulai dengan pembahasan materi kita bahwa setelah semua yang ada hancur dan tidak ada yang bangun lagi kecuali Allah SWT, datanglah perintah Allah SWT kepada malaikat yang bernama Israfil utnuk mengembus nafiri (terompet) yang didalam Al-Qur’an disebut Shur. Setelah diembuskannya nafiri itu, satu persatu bangunlah kembali nyawa itu dari tidur nyenyaknya entah berapa puluh, ratus atau juta tahun. Tuhan yang maha tahu. Inilah peristiwa pertama yang terjadi setelah kiamat, yang disebut Yaumul Ba’ts, yaitu hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur. Peristiwa ini terjadi setelah mereka menanti di alam kubur yang disebut Yaumul Barzah, yaitu saat penantian seluruh umat manusia yang telah mati. Ketika nafiri diembus (ditiup) oleh malaikat Israfil, seolah orang-orang didalam kubur dibangunkan untuk bangkit dan berbondong-bondong menuju kesatu tempat guna menanti panggilan Allah SWT. Inilah yang dinamakan Yaumul Mahsyar, yaitu hari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar setelah dibangkitkannya dari alam kubur untuk menunggu panggilan Allah SWT. Mereka hanya memikirkan nasibnya sendiri-sendiri tanpa mengingat sanak saudara ataupun anak istri atau suami. Mereka tidak dapat saling menolong. Didalam surat Al-An’am ayat 22 disebutkan (Artinya): ”Dan (ingatlah) hari yang diwaktu itu Kami menghimpun mereka semuanya, kemudaian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: ”Dimanakah sembahan – sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami?)” Setelah manusia dikumpulkan dipadang mahsyar, mereka menunggu pengadilan dari Yang Maha Adil atas amal perbuatan mereka selama di dunia. Setelah itu tibalah Yaumul Hisab, yaitu saat perhitungan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Ketika dilaksanakan hisab ini yang bicara bukanlah mulut, tetapi semua anggota badan yang menjadi saksi sehingga tidak ada satu pun perbuatan yang terlepas dari perhitungan. Setelah amal perbuatan manusia dihitung, amal tadi ditmbang dalam suatu neraca untuk mengetahui perbandingan antara yang baik dan yang buruk. Inilah yang disebut Yaumul Mizan, artinya hari pertimbangan amal baik dan buruk. Hal ini menunjukkan betapa besar keagungan serta keadilan Allah SWT. Sebab setelah diketahui timbangan amalnya Allah SWT akan memberikan imbalan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Ketika manusia ditimbang amal perbuatannya, maka ketika itu ada shirat, yaitu Jalur penentu dari masing-masing manusia setelah di hisab dan ditmbang amal baik buruknya. Pada tahab ini manusia akan ditentukan masuk Neraka atau masuk Syurga. Hal ini tergantung amal baik dan buruknya.

 

Apa sebenarnya pengertian Yaumul Mizan ? Seperti kita meyakini, bahwa tidak dapat dipungkiri kalau hari kiamat itu pasti terjadi, karena agama dan ilmu pengetahuan sudah membuktikannya. Setelah kiamat nanti terjadi maka peristiwa yang akan dilalui dan dijalani oleh setiap manusia adalah pengadilan dengan menggunakan timbangan yang haq. Tidak ada yang teraniaya karena tidak ada satu amal perbuatan pun yang tidak ditimbang. Inilah yang disebut Yaumul Mizan yaitu saat amal perbuatan manusia ditmbang antara amal perbuatan shaleh (kebajikan) dengan amal perbuatan buruk (kejahatan)

·        Perhatikan Firman Allah SWT :

 

“Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang berat timbangan (amal shalehnya) maka mereka adalah orang-orang beruntung dan siapa yang ringan timbangan kebajikannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri di sebabkan mereka selalu meringankan ayat-ayat Kami.” (QS. Al- A’raf : 8-9)

 

 

            Sementara ajaran agama setentang amal perbuatan manusia selalu terkait dengan hubungan amal shaleh di dunia dengan pahala di akhirat atau amal dosa di dunia dengan siksa neraka di akhirat. Artinya setiap amal shaleh di dunia pasti akan mendapatkan pahala di akhirat yaitu berupa syorga dan setiap perbutan dosa pasti akan mendapat balasan siksa yaitu di neraka. Tidak ada suatu perbuaan pun yang tidak dipertanggung jawabkan.

·        Perhatikan Firman Allah SWT :

 

“Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarah (biji sawi) sekalipun, pasti ia akan melihat balasannya dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya pula.” (QS. Al-Zalzalah : 7-8)

·        Dan Firman-Nya :

 

“Maka adapun orang-orang yang berat timbangan (kebajikannya) maka ia berada dalam kehidupan yang diridhai dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebajikannya) maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Tahukah kamu apa Neraka Hawiyah? Yaitu api yang sangat panas.” (QS. Al-Qari’ah : 7-9)

            Ayat-ayat tersebut diatas memberikan peringatan kepada kita agar selama hidup di dunia kita selalu berupaya memilih amal kebajikan (amal shaleh) agar kelak di akhirat amal kebajikan kita timbangannya lebih berat dan menjauhi perbuatan dosa (amal yang sia-sia) karena yang demikian pasti akan mendapat balasan berupa siksa di Neraka.

            Sebelum saya akhiri dakwah saya ini ingin saya menyampaikan sebuah do’a yang sebaiknya dibaca setelah shalat. Semoga Allah SWT memberikan RahmatNya, mengampuni kita, meringankan hisab atau perhitungan pahala kita, menyelamatkan kita dari AzabNya dan tidak menghina kita pada tanah lapang hari kiamat didepan segenap para makhluk. Adapun do’a tersebut adalah sebagai berikut termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 193-194

 

 Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Saya sudahi dulu dakwah saya (lewat tulisan) kali ini, jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain dengan tulisan dan materi yang berbeda. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan, wa afwa minkum wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Last Updated on Wednesday, 24 March 2010 14:32
 
Template
Template Template Template
 

Pesan


Shoutbox
Template Template