HAUQALAH ( Bagian Kedua )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pada Bagian Kedua ini, saya lanjutkan penulisannya sebagai berikut : Firman – Nya lagi : ” Dan Dia telah memberikan kepadamu ( keperluanmu ) dari segala apa yang kamu mohon kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya.” ( QS : Ibrahim : 34 ) .
Manusia hidup dalam limpahan nikmat Allah SWT pagi dan petang , serta siang dan malam. Mengetahui kenyataan ini, ia kemudian memuji Allah atas segala Karunianya itu. Ungkapan pujian itu tidak ada artinya kecuali di barengi dengan kepasrahan dan berserah diri kepada – Nya.
Kalimat, Laa ilaaha illalllah yang diucapkan dengan tulus sepenuh hati, sama nilainya dengan seluruh isi langit dan bumi. Orang yang mengucapkannya dengan kesungguhan tidak akan disia-siakan. Kalimat itu menghancurkan nilai sakral berhala serta keagungan harta benda. Dengan demikian, manusia hanya tunduk dan patuh dihadapan Dzat Yang Maha Sempurna, yaitu Allah SWT.
Kalimat, Wallahu Akbar adalah kalimat yang tidak ada bandingnya. Tidak ada yang setara dengannya. Ia merupakan keyakinan yang nyata. Wallahu Akbar merupakan pengetahuan sempurna. Wallahu Akbar adalah hidayah. Allahu Akbar. Bergegaslah ke hadirat Allah.
Sedangkan, laa haula wa laa quwwata illaa billaahil aliyyil adzim, adalah ketulusan dan keikhlasan. Rasa tunduk pada pemilik daya dan upaya dalam menjalankan perintah dan
menjauhi larangan – Nya.
Buah dari bacaan yang
diberikan ini adalah pasrah dan kepatuhan pada Allah SWT. Inilah yang dimaksud beragama. Itulah Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam ketundukan dan kepatuhannya kepada Allah, serta perjuangannya dijalan Allah, keberaniannya berpegang teguh dan membela kebenaran, menganggap sepele harta dunia, memelihara kesucian diri, melakukan ibadah siang dan malam. Pada akhirnya, cita – cita membentuk masyarakat yang berjalan di atas koridor jalan lurus ( dari segi aqidah, akhlak, dan syariah ) benar – benar terwujud.
Bacaan yang membawa berkah ini menciptakan pribadi mukmin yang tulus, hanya mengharap ridha Allah dan Rasul-Nya dalam berjuang dijalan Allah dan Rasul-Nya. Mengikis rasa takut, riya’ dan pamer, dalam hati mereka. Menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran. Tidak perduli dengan hinaan dan celaan orang lain.
Atas dasar inilah, serta sejumlah faedah yang lain, kalimat-kalimat diatas memiliki pahala yang melimpah dan balasan yang indah.
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : TERAPI DENGAN DZIKIR. Oleh : Dr. Abdul Halim Mahmud *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.