DEFINISI AL-QUR’AN DAN NAMA-NAMA LAIN DARI AL-QUR’AN

Saudaraku sesama muslim,

Jumpa lagi kita, lewat tulisan (artikel) religius ini, alhamdulillah. Hayo Saudaraku, kita sebarluaskan nilai-nilai Islam di tempat kita masing-masing, dimanapun kita berada. Kepada keluarga, sanak famili, para tetangga, teman dan sahabat kita. Yaitu dengan menyampaikan isi (materi) setiap tulisan (artikel) religius bacaan ringan untuk Syiar dakwah Islam berbagai judul yang pernah (sudah) kita baca, kita sampaikan kepada mereka. Mudah-mudahan dengan demikian, saudara-saudara kita yang belum shalat jadi shalat, yang tidak puasa (di bulan Ramadhan) jadi puasa, yang malas dzikir, setelah disampaikan bagaimana fadhilah dzikir, mulutnya jadi selalu basah dengan dzikrullah, yang kikir shodaqoh, jadi rajin bersodaqoh, yang malas thalabul ilmi (menuntut ilmu) jadi rajin (tidak pernah absent) hadir pada setiap ada pengajian (taklim) dan lain-lain lagi. Insya Allah! Dan kita yang menyampaikan semata-mata karena-Nya, mudah-mudahan mendapat ridho Allah dan Rasulnya dan pahala sudah menanti, insya Allah sudah pasti di sediakan buat kita. Amin!
  Saudaraku, bahwa Allah SWT telah menurunkan Kitab-Nya yang terakhir untuk menyempurnakan kitab suci yang (terdahulu) yang pernah diturunkan sebelumnya. Para ahli (Para Alim Ulama) telah mengemukakan beberapa definisi Al-Quran, antara lain mengatakan:
 “Artinya: Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang berfungsi mu’jizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad tertulis dalam mushaf, diriwayatkan dengan jalan mutawatir dan  dipandang beribadat membacanya.”
Kesucian Al-Qur’an tetap terpelihara sepanjang masa, baik huruf maupun kalimatnya, hal ini sesuai dengan Firman-Nya dalam Al-Qur’an :
“Artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Dzikir (Al-Qur’an) dan Kami (pulalah) yang menjaganya.” ( QS. Al-Hijr :9 )
Ketinggian Bahasa dan isi (kandungan) Al-Qur’an merupakan stimulasi para ulama, sarjana dan sastrawan untuk menterjemahkan kedalam barbagai bahasa, dengan maksud agar isi Al-Qur’an lebih mudah dapat dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam pembinaan pribadi, rumah tangga maupun masyarakat. Allah SWT menurunkan Wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dengan bermacam-macam nama, antara lain :
1.   Al-Furqan, nama tersebut dapat kita baca di dalam surat Al-Fur’qan:
 “Maha Suci (Allah) yang telah menurunkan AL-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan: 1 )
2.      Al-Kitab, nama tersebut dapat dibaca dalam surat An-Nahl:
 “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. An-Nahl:89)
3.      Al-Dzikir, nama tersebut dapat dibaca dalam surat Al-Hijr:
      “Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Al-Dzikir (Al-Qur’an) dan Kami (pulalah) yang menjaganya.” ( QS. Al-Hijr : 9 )
4.      Al-Qur’an, nama tersebut dapat dibaca dalam surat Al-Baqarah :
“Bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diturunkan padanya Al-Qur’an (permulaan) sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dengan yang bathil).” ( QS. Al-Baqarah: 185 )
Ket : Didalam buku : Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Pendidikan Agama Islam Amanah disusun oleh : Tim Wahana Iptek Bandung selain 4 (ampat) macam nama Al-Qur’an tersebut diatas. Ada 3 (tiga) macam nama lagi yaitu :
Al-Huda, artinya Petunjuk
An-Nur, artinya Cahaya
At-Tanjil, artinya yang dituankan.
Wallahu’alam bisawab!.
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam jangka waktu lebih kurang 23 tahun di Mekkah dan 10 tahun waktu beliau (Nabi Muhammad SAW) sudah hijrah ke Madinah. Ayat yang pertama kali diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5:
·        Firman Allah SWT :
 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
“Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.”
“Bacalah, dan Tuhanmu yang paling Pemurah.”
“Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam.”
“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat tersebut turun di Goa Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bertetapan dengan tanggal 6 Agustus tahun 610 Masehi. Demikianlah secara berangsur-angsur ayat Al-Qur’an diterima Nabi Muhammad SAW, sehingga sampai kepada ayat yang terakhir. Menurut pendapat Jumhur Ulama ayat yang terakhir adalah surat Al-Maidah ayat 3 :
·        Firman-Nya :
 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.”(QS.Al-Maidah:3)
Ayat tersebut diturunkan pada tanggal 9 Dzulhijjah 632 masehi di padang Arofah pada saat Nabi Muhammad SAW melaksanakan Haji Wada’. Kebenaran dan kemurnian Al-Qur’an dijamin oleh Allah SWT sebagaimana yang dinyatakan dalam surat Al-Baqarah seperti berikut:
 “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu.”   ( QS. Al-Baqarah : 147 )
  
Saudaraku sesama muslim
Cukup dulu pertemuan kita kali ini, terima kasih atas perhatian, Insya Allah jumpa lagi kita pada tulisan (artikel) mendatang.
(Bahan-bahan (materi) diambil dan di kutip dari buku : Lintasan Sejarah Al-Qur’an oleh : Achmad Syauki, dan buku LKS Pendidikan Agama Islam Amanah oleh : Tim Wahana Iptek Bandung.)
This entry was posted in Alquran. Bookmark the permalink.