CARA-CARA MEMANDIKAN MAYIT

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia , Rasul paling Agung , yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kewajiban terhadap jenazah adalah : Memandikan , mengkafani , mensholatkan, dan menguburkannya.
Memandikannya memerlukan beberapa persyaratan. Adapun syarat – syarat mayit yang perlu dimandikan :
1. Mayit itu seorang Islam
2. Ada tubuhnya walaupun sedikit
3. Meninggal bukan karena mati syahid.
Tentang cara – cara memandikan mayit ini yang harus diperhatikan sebagai berikut : Pertama-tama dibersihkan terlebih dahulu segala najis yang ada pada badannya, kemudian meratakan air keseluruh tubuhnya dan sebaik-baiknya tiga kali atau lebih jika dianggap perlu. Siraman yang pertama dibersihkan dengan sabun, yang kedua dengan air yang bersih, dan yang ketiga dengan air yang bercampur dengan kapur barus.
Yang perlu didahulukan dalam memandikan mayit ialah anggota wudhu, kemudian seluruh tubuhnya sebelah kanan dan akhirnya sebelah kiri.
Perhatikan Hadist Nabi SAW : ( Artinya ) : ” Dari Ummi Athiyah , Nabi SAW telah masuk ketempat kami sewaktu kami memandikan mayit anak beliau yang perempuan , lalu beliau berkata : Mandikanlah dia tiga kali atau lima kali atau jika dipandang perlu lebih dari itu, dengan air serta daun bidara, dan basuhlah yang penghabisan dengan air yang bercampur dengan kapur barus. ” ( HR : Bukhari dan Muslim ).
Beberapa riwayat yang shahih, Nabi SAW bersabda sebagai berikut : ( Artinya ) : ” Mulailah oleh kamu dengan bagian badan sebelah kanan dan anggota wudhu’nya “.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : FIQIH. Untuk Madrasah Aliyah. Oleh : Drs H. Moch Rifa’i dan Drs Rs Abd Aziz *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius inijuga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.