BERSEGERALAH MENJALANKAN AMAL KEBAIKAN

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nyalah saya dapat menulis (menyusun) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Jikalau kita semua suka memikir-mikirkan dengan tujuan mengambil ibarat didalam persolan-persoalan yang akan terjadi, misalnya saja perihal akan datangnya kematian yang tidak dapat ditentukan waktunya itu, pasti kita akan bersegera mengamalkan kebaikan sebanyak mungkin, bahkan lebih banyak lagi lebih utama sekali.
Memang kematian itu tidak pilih-pilih waktu. Ia dapat mendatangi seseorang selagi masih kecil , juga orang muda, tua, atau yang sudah amat tua sekali. Oleh sebab itu selagi kita belum didatangi perkara-perkara lima ini, jangan sekali – kali kita bermalas- malas menambah amal kebaikan. Usahakanlah sekuat tenaga, selama masih ada kesempatan – kesempatan ini, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW : ( Artinya ) : ” Rebutlah lima perkara ini sebelum datangnya lima perkara pula, yakni selagi masa mudamu sebelum engkau menjadi tua-renta, selagi sehatmu sebelum engkau sakit , selagi kayamu sebelum engkau miskin , selagi engkau mempunyai waktu lapang sebelum engkau banyak pekerjaan dan selagi hidupmu sebelum engkau didatangi kematian. ” ( HR : Imam Baihaqi ) .
Orang yang suka mengerjakan amal shaleh, dimana saja tempatnya dan diwaktu apa saja ia melakukannya, pasti tidak akan menyesal atau rugi dibelakang harinya nanti , jikalau ia telah memasuki alam akhirat. Berbeda sekali dengan orang – orang yang suka sekali melambat-lambatkan, senantiasa menunggu-nunggu waktu yang tiada batasnya. Ia hendak berbuat kebaikan saja, ingin menanti – nantikan waktu , ingin memilih-milih tempat. Akhirnya sampai meninggal duniapun belum kunjung tampak kebaikannya, bahkan sedikit sajapun tidak ada yang kelihatan sama sekali. Orang semacam ini akan mengetahui sendiri apa yang akan ditemuinya nanti diakhirat. Ia akan merasa rugi dan pasti akan menyesal, tetapi bagaimanapun juga penyesalannya itu, sudah tidak berguna lagi, karena tidak akan Allah SWT mengembalikannya kedunia lagi . Oleh sebab itu berhati – hatilah selama masih ada kesempatan didunia ini. Segeralah mengamalkan kebaikan itu selama masih ada kesempatan untuk melaksanakannya, tanpa pandang waktu atau tempat. Kewajiban keagamaan jangan sekali-kali dilalaikan. Utamakanlah ini dahulu melebihi yang lain – lain. Dengan demikian , Insya Allah kita pasti akan berbahagia di akhirat.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : Kitab Hadza Yaumiddin atau Inilah Hari Pembalasan ( Kiamat ). Oleh : Moh Abdai Rhathomy *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.