BERMACAM – MACAM SIKSA KUBUR ( Bagian Kedua )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pada Bagian Kedua ini saya akan melanjutkan penulisan artikel religius, berjudul sesuai tersebut Bagian Kedua sebagai berikut : Ada tambahan dalam riwayat tersebut, dari Ali ra ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ( Artinya ) : ” Tiba- tiba aku melewati api yang tertutup yang dijaga oleh seorang malaikat, tidak ada sesuatu pun yang keluar darinya, kecuali malaikat akan memeriksa dan mengembalikannya kedalam api tersebut. Adapun orang-orang yang telanjang, mereka adalah pezina. Dan itu adalah bau busuk kemaluan mereka, mereka disiksa hingga sampai ke Neraka. Adapun orang – orang yang rusak wajah dan badannya, mereka adalah orang-orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Nabi Luth, baik yang melakukan sodomi maupun yang disodomi. Mereka disiksa hingga sampai ke Neraka. Sedangkan sungai itu adalah telaga Kautsar yang telah diberikan Allah SWT kepada engkau. ” ( HR : Ibnu Asakir ).
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Kudri ra, dari Nabi SAW dalam Hadist Isra’, bahwa beliau bersabda : ” Pada saat aku berjalan sejenak, tiba-tiba aku melewati sebuah panci yang berisi daging segar yang telah dipotong-potong, namun tidak ada seorangpun yang mendekatinya. Kemudian saya melewati sebuah panci yang berisi daging yang telah basi dan busuk, disana banyak orang yang mengerumuni dan memakannya. Aku bertanya : ” Wahai Jibril, siapakah mereka? ” Jibril menjawab : ” Mereka adalah sebagian dari umatmu yang meninggalkan yang halal dan mendatangi yang haram. ” Kemudian aku berjalan sejenak, maka berjumpa dengan sekelompok kaum, perut mereka sebesar rumah. Bila salah seorang dari mereka berdiri, maka ia akan jatuh tersungkur lalu berkata : ” Ya Allah, mengapa tidak segera terjadi Kiamat? ” Mereka dalam keadaan hiruk-pikuk takut kepada Allah SWT. Aku bertanya : ” Wahai Jibril, siapakah mereka itu ? “. Jibril berkata : ” Mereka adalah umatmu yang memakan riba’ “. Kemudian aku berjalan sejenak, aku berjumpa dengan suatu kaum yang mempunyai bibir seperti bibir Unta, lalu mulut mereka dibuka dan disumbat dengan bara itu, sehingga bara itu keluar dari dubur mereka. Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu ? “Jibril menjawab : ” Mereka adalah umatmu yang memakan harta anak yatim secara aniaya. ” Kemudian aku berjalan sejenak, aku berjumpa dengan para wanita yang digantung dengan kedua buah dadanya. Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu? “. Jibril menjawab : ” Mereka adalah para pezina “. Kemudian aku berjalan sejenak, maka aku berjumpa dengan suatu kaum, dipotongkannya daging dari sebagian tubuh mereka, lalu disuapkan kepada mereka sambil dikatakan kepadanya : ” Makanlah sebagaimana engkau telah memakan daging saudara kamu. ” Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu? ” . Ia menjawab : ” Mereka adalah para pencela dan pengumpat, ” ( HR : Baihaqi dalam Dalailun-Nubuwwah ).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dalam Hadist Isra’ pula bahwa Nabi SAW datang kepada suatu kaum yang dihantam kepalanya dengan batu. Setiap kali kepalanya dihantam, kepala itu hancur luluh lalu pulih kembali. Beliau bertanya : ” Wahai Jibril, siapakah mereka itu? ” Jibril menjawab : ” Mereka adalah orang-orang yang malas menjalankan shalat. ” Kemudian beliau datang kepada suatu kaum, didepannya terlihat bekas cambukkan, dan dibelakangnya terlihat pula bekas cambukkan. Mereka digembalakan seperti unta dan kambing, dan memakan kayu duri, Zaqqum, kerikil panas, dan batu Jahanam. Beliau bertanya : ” Siapakah mereka? ” Jibril menjawab : ” Mereka adalah orang-orang yang tidak berzakat atas harta mereka.” Kemudian beliau datang kepada suatu kaum yang didepannya tersedia daging masak disebuah panci , dan sebagian daging yang lain berupa daging mentah yang telah membusuk, tetapi mereka justru memakan daging mentah yang busuk itu dan meninggalkan daging masak yang sedap.
Beliau bertanya : ” Siapakah mereka itu ? ” Jibril berkata : ” Ia adalah seorang lelaki yang meninggalkan istri – istrinya yang halal lalu mendatangi wanita lain dan bermalam bersamanya hingga pagi, dan wanita yang meninggalkan suaminya yang halal lalu mendatangi lelaki lain yang haram, lalu bermalam bersamanya hingga pagi. ” Kemudian beliau datang kepada seseorang yang telah mengumpulkan sebuah ikatan besar hingga ia tidak kuat membawanya, dan ia masih menambahkannya.
Maka beliau bertanya : ” Siapakah ini ? ” Jibril menjawab : ” Ini adalah seseorang yang
membawa amanat orang lain, namun ia tidak mampu menunaikannya, sedang ia masih membawanya.” Kemudian beliau melewati sebuah kaum yang menggunting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi. Setiap kali lidah dan bibir mereka digunting, bibir dan lidah itu selalu pulih kembali dan tidak berkurang sedikitpun. Beliau bertanya : ” Siapakah mereka itu? ” Jibril menjawab : ” Mereka adalah para penceramah yang menyebarkan fitnah.” ( HR : Ibnu Adi dan Baihaqi ).
Diriwayatkan dari Abu Umamah ra ia berkata, ” Seusai shalat Subuh, Rasulullah SAW datang menemui kami lalu bersabda : ” Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi dan mimpi itu benar, maka renungkanlah ia. Seseorang datang kepadaku lalu memegang tanganku dan menuntunku hingga tiba disebuah gunung yang tinggi dan terjal. Ia berkata kepadaku : ” Majulah kepadanya “. Aku berkata : ” Aku tidak bisa .” Dia berkata : ” Aku akan memudahkannya untukmu. Kemudian aku naik, setiap kali aku mengangkat telapak kakiku, aku meletakkannya diatas tangga sehingga aku sampai kepuncak gunung itu. Kemudian kami berjalan melewati beberapa orang lelaki dan perempuan yang digunting – gunting bibirnya. Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu ? “. Ia menjawab : ” Mereka adalah orang-orang yang menyampaikan sesuatu yang tidak mereka amalkan. ” Kemudian kami berjalan dan berjumpa dengan beberapa orang laki – laki dan perempuan yang dicukil mata dan telinga mereka. Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu ? ” Ia berkata : ” Mereka adalah orang-orang yang mengaku melihat apa yang tidak mereka lihat dan mengaku mendengar apa yang tidak mereka dengar. ” Kemudian kami berjalan, lalu kami bertemu dengan para wanita yang digantung dengan urat tumitnya, sedang kepalanya mereka terjungkir sambil menjilati air yang hanya ada sedikit namun panas Aku bertanya : ” Siapakah mereka itu? ” Ia menjawab : ” Mereka adalah orang-orang yang berpuasa namun kemudian berbuka sebelum saatnya. ” Kemudian kami berjumpa dengan tiga orang laki – laki yang sedang meminum air bersih dengan senangnya.
Maka dikatakan bahwa mereka adalah Zaid bin Haritsah, Jafar bin Abi Thalib Ath-Thayyat, dan Abdullah bin Rawahah ra. ” ( HR : Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Thabrani dan lain-lain. ).
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : RAHASIA SETELAH KEMATIAN. Oleh : Maulana Muhammad Islam *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.