BAGAIMANA HUKUMNYA KITA BERJABAT TANGAN DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHRAM? ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Jabat tangan dengan bukan mahram ketika Hari Raya Idhul Fitri ataupun Idhul Adha adalah pemandangan yang biasa kita saksikan. Beberapa orang bahkan sampai berangkulan dengan menempelkan pipi dengan lawan jenis.
Rasulullah SAW sebagai suri teladan kita tidak pernah berjabat tangan dengan lain mahram. Umaimah binti Raqiqah menceritakan : ” Ketika sebagian wanita berbaiat kepada Nabi, kami berkata : ” Ya Rasulullah! Tidakkah engkau berjabat tangan dengan kami? “, Beliau menjawab : ” Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita. Sesungguhnya ucapanku pada seratus wanita ( dalam baiat ), seperti halnya ucapanku kepada seorang wanita. ” ( HR : An-Nasa’i ) .
Dalam Hadist yang lain terdapat ancaman dari Rasulullah SAW tentang berjabat tangan dengan yang bukan mahram. Beliau ( Nabi SAW ) bersabda : ( Artinya ) : ” Tertusuknya kepala salah seorang dari kalian demgan jarum dari besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. ” ( HR : Thabrani, Baihaqi, Al-Albani. )
Janganlah anda berjabat tangan dengan yang bukan mahram. Jika karenanya anda dikucilkan manusia, maka yang demikian lebih baik daripada dikucilkan Allah. Jika karenanya anda dibenci manusia, maka yang demikian lebih baik daripada dibenci Allah. Jika karenanya anda dicemooh manusia, maka yang demikian lebih baik daripada anda mendurhakai Allah.
Demikian juga campur baur laki-laki dan perempuan ketika Hari Raya tidak terelakkan. Dalam islam dikenal dengan ikhtilath. Allah SWT melarang ikhtilath untuk menutup berbagai kemungkaran yang dapat menjadi jalan seseorang terjerumus kedalam berbagai macam zina. Dari zina hati sampai zina kemaluan. Dalil yang menjelaskan larangan ikhtilath termaktub dalam Firman Allah SWT yang mengkisahkan tentang dua orang wanita yang malu berdesak-desakkan dengan laki-laki untuk memberi minum ternak mereka di zaman Nabi Musa as. ( BERSAMBUNG ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.