BAGAIMANA HUKUMNYA BERMAIN DADU, CATUR DAN KARTU ?

Tiga permainan ini adalah cara mengisi waktu yang banyak dipahami laum Muslim ketika berpuasa maupun tidak. Mereka menganggapnya sebagai mainan dan refresing. Catur dan kartu lebih sering dimainkan oleh orang – orang dewasa. Adapun monopoli dan ludo yang menggunakan dadu jadi mainan tahunan anak – anak dibulan Ramadhan.
Permainan dadu adalah permainan yang diharamkan dalam syariat Islam, baik dengan taruhan atau hanya sekedar hiburan semata. Dalil yang menunjukkan atas keharamannya ialah Hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah ra dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda : ” Barangsiapa bermain dadu, seolah – olah dia melumuri tangannya dengan daging dan darah babi. ” ( HR : Muslim , Ahmad dan Abu Daud ) . Juga berdasarkan Hadist yang diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Malik dalam Al-Muwaththa’ dan Abu Musa ra dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda : ” Barangsiapa bermain dadu, sungguh dia telah berbuat durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. ” (HR : Ahmad , Abu Daud, Ibnu Majah dan Malik ).
Sementara, tentang bermain kartu dan catur ,
para ahli fiqih Rahimahullah menyatakan : ” Bahwasanya bermain dan dadu dan catur itu hukumnya haram, sebagaimana yang dikemukakan oleh guru – guru kami . Sebab, jenis permainan tersebut sangat berpotensi menyebabkan kelalaian, menghalangi dari mengingat Allah SWT dan dapat menimbulkan permusuhan serta kebencian diantara orang-orang yang beriman. ”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan :” Judi itu diharamkan berdasarkan Nash dan Ijma’ ( Kesepakatan para ulama ). Termasuk judi ialah bermain dadu, catur dan permainan
-permainan lainnya yang dapat menghalangi orang – orang yang bersangkutan dari mengingat Allah, dari melakukan shalat, ser yang dapat menjerumuskan kedalam permusuhan dan kebencian. ”
Syaikh Abdul Aziz bin Bazz Rahimahullah mengatakan, ” Tidak boleh hukumnya bermain dadu dan catur, dan permainan – permainan sejenis, karena semua itu termasuk alat-alat permainan yang bisa menghalangi dari berdzikir mengingat Allah, menghalangi shalat , dan juga dapat membuang – buang waktu secara tidak benar.
Selain itu juga dapat mendatangkan pertengkaran dan permusuhan. Ini yang berlaku dalam permainan yang tidak ada taruhan. Apalagi yang sampai ada taruhannya, tentu lebih diharamkan, karena itu termasuk jenis berjudi yang keharamannya sudah pasti tanpa ada yang memperdebatkannya. ”
Syaikh Muhammad bin Ibrahim, mantan mufti kerajaan Saudi mengatakan : ” Bermain catur dan semua jenis permainan Judi secara mutlak hukumnya tidak boleh, baik ada taruhannya dari orang-orang yang bermain sendiri atau dari yang lainnya, bahkan tanpa ada taruhan “.
Allah SWT berfirman, ( Artinya ) : ” ( Yaitu ) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari ( Kiamat ) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan ( sebagaimana ) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami . ” ( QS : Al-A’raf : 51 ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi *
****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius inijuga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.