ATURAN MEMANDIKAN MAYAT

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Aturan memandikan mayat :
1. Mayat laki-laki dimandikan oleh laki-laki dan sebaliknya mayat wanita dimandikan pula oleh wanita, kecuali muhrimnya yang laki-laki, diperbolehkan. Perhatikan Sabda Rasulullah SAW : ( Artinya ) : ” Dari Aisyah ra : Nabi SAW bersabda : ” Jika kamu meninggal dahulu sebelum saya, maka saya akan memandikanmu. “. ( HR : Ahmad, Ibnu Majah dan disyahkan oleh Ibnu Hibban )
2. Sebaiknya orang yang memandikan keluarganya yang terdekat.
3. Suami boleh memandikan istrinya, dan sebaliknya.
Sesuai Hadist riwayat Daruquthni berikut ini : ( Artinya ) : ” Dari Asma binti Umaisy ra : Bahwasanya Fatimah ra berwasiat supaya : ” Ali ra memandikannya ( apabila ia meninggal ). ” ( HR : Daruquthni ) .
4. Yang memandikan tidak boleh menceritakan tentang cacat tubuh mayat itu andaikata ia bercacat.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Dari Aisyah, bersabda Rasulullah SAW : ” Barangsiapa memandikan mayat dan dijaganya kepercayaan, dan tidak membuka ( rahasia ) sesuatu cacat pada simayat kepada orang lain, maka keluarlah ia dari segala dosa sebagaimana keadaanya sewaktu baru dilahirkan dari ibunya ” Sabda Nabi SAW lagi : ” Hendaklah yang mengaturnya keluarga sendiri yang terdekat jika mereka dapat memandikan mayat. Tetapi jika tidak dapat, maka siapa saja yang dianggap berhak karena wara’nya dan amanahnya. ” ( HR : Ahmad ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : FIQIH. Untuk Madrasah Aliyah. Oleh : Drs H. Moch Rifa’i dan Drs Rs Abd Aziz *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.