ASYSYAFA’AH ( PERTOLONGAN )

Bismillahirrahmanirrahiim
Allah huma shali ala Sayyidina Muhammad. Syafaat itu artinya pertolongan, tegasnya memohonkan kepada Allah SWT supaya segenap umat manusia itu diberi kebaikan atau pengampunan. Syafaat itu termasuk dalam golongan doa yang mustajab atau yang dikabulkan.
Syafaat itu ada dua macam, yaitu syafaat ‘udhma itu yang besar dan syafaat sughra yaitu yang kecil. Syafaat Udhma itu tidak ada lain kecuali yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. jadi hanya beliau SAW sajalah yang nantinya akan memohonkan kepada Allah SWT agar segera diadakan keputusan diantara segenap makhluk, perlunya supaya dapat beristirahat dari segala macam kesukaran dan kesengsaraan yang dialami secara terus menerus di Padang Mahsyar tadi. Setelah permohonan itu diajukan kemudian Allah SWT mengabulkannya.
Kiranya perlu juga diketahui, bahwa Nabi lain-lain ‘alaihimus shalatu wassalam, tidak ada yang memohonkan syafaat ‘Udhma itu kepada Allah SWT pada Hari Kiamat tadi, karena semua Rasul dan Nabi telah diberi janji oleh Allah SWT, pasti akan dikabulkan sebuah permohonannya, sedangkan semua Nabi itu ( selain junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW saja ), sudah menghaturkan permohonannya masing-masing sewaktu beliau – beliau itu hidup didunia ini. Jadi hanya Rasulullah Muhammad SAW yang belum. Sebuah permohonan yang pasti terkabul tadi masih terus disimpan dan hendak digunakan untuk memohonkan syafaat kelak pada Hari Kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Sesungguhnya setiap Nabi itu mempunyai sebuah doa ( permohonan kepada Allah ) yang dapat digunakan untuk mendoakan umatnya. Kemudian telah dikabulkanlah permohonannya itu masing-masing. Sesungguhnya saya sengaja menyimpan permohonanku perlu memberikan syafaat kepada umatku nanti pada Hari Kiamat.*
“( HR : Turmidzi ) .
Syafaat untuk segera diadakannya keputusan hisab sebagaimana yang diuraikan diatas, sekalipun dimaksudkan untuk umat Muhammad SAW itu tetapi kenyataannya nanti juga akan merata kepada seluruh makhluk sejak zaman Nabiullah Adam as sampai manusia – manusia diakhir masa. Inilah yang merupakan salah satu fadhilah atau keutamaan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW yang dicurahkan kepada segenap umat semesta alam ini dan ini pulalah yang disebut dengan nama Maqam Mahmud, yakni kedudukan yang terpuji yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW itu, sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Al-Karim. ( Artinya ) : ” Dan dari sebagian waktu malam, maka bangunlah untuk mengerjakan shalat Tahajud yang merupakan keutamaan ( yakni sunnah ) untukmu, mudah-mudahan Tuhanmu akan memba’atsmu ( di Hari Kiamat ) dalam maqam mahmud ( kedudukan yang terpuji ) .” ( QS : Al-Isra : 79 ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, terima kasih atas perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.. ***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INILAH HARI PEMBALASAN. Oleh :Moh. Abdai Rhathomy. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.