APAKAH IBADAH HAJI ITU?

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan sebab izinNya sajalah tulisan religius ini saat ini dapat berada dihadapan sidang pembaca. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Sidang pembaca, ibadah Haji ialah: Berziarah ketanah suci di Mekkah untuk beribadah semata-mata karena mencari keridhaan Allah dengan tatacara yang telah ditentukan oleh agama. Setiap muslim yang telah dewasa dan sehat akalnya diwajibkan melakukan ibadah itu seumur hidup satu kali jika mampu melakukannya. Sebagaimana tersebut dalam Firman Allah SWT:

(Artinya):” Adalah menjadi kewajiban manusia mengerjakan Haji ke Baitullah jika mampu menempuh perjalanannya.” (QS:Ali Imran:97)

Yang dimaksud dengan orang yang mampu, ialah yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

 

  • Sehat badannya
  • Mempunyai bekal yang diperlukan selama dalam perjalanan.
  • Tidak punya hutang
  • Adanya alat transport atau kendaraan yang diperlukan
  • Aman dalam perjalanannya
  • Khusus bagi wanita adanya mukhrim yang menyertainya.

Untuk kesempurnaan ibadah Haji diwajibkan juga melakukan ibadah Umrah. Karena tata caranya hampir bersamaan maka ibadah itu (umrah) dinamakan juga Haji Kecil. Selain itu batas waktu menjalankannya juga berbeda. Ibadah Haji batas waktunya mulai bulan Syawal sampai tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan Umrah dapat dilakukan sembarang waktu asalkan tahunnya masih sama dengan melakukan ibadah Haji.

Perintah melakukan ibadah haji dan umrah itu tersebut dalam Firman Allah SWT yang artinya:” Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah itu semata karena Allah.” (QS:Al-Baqarah:196)

Adapun untuk melakukan kedua macam ibadah itu ada tiga macam cara:

 

  • Lebih dahulu melakukan ibadah haji, kemudian ibadah Umrah (Haji ifrad)
  • Melakukan ibadah umrah lebih dahulu, kemudian melakukan ibadah haji (Haji Tamattu)
  • Kedua ibadah itu dilakukan dalam waktu yang bersamaan, karena rukunnya hampir bersamaan (Haji Qiran)

# Rukun Haji itu ada enam:

1.Ihram, yaitu mulai melakukan ibadah haji dengan berpakaian ihram disertai niat (niat dengan ikhlas semata-mata karena Allah) serta menjauhi segala yang dilarang waktu ihram. Bagi laki-laki pakaian ihram itu dua lembar kain putih yang tidak berjahit yang selmbar untuk bagian atas, sedangkan yang selembar lagi untuk bagian bawah. Adapun untuk wanita menutup seluruh anggota tubuhnya, selain muka dan telapak tangan.

2.Wuquf diarafah, yaitu singgah dipadang Arafah, sekalipun hanya sebentar pada tanggal 9 Dzulhijah.

3Thawaf, yaitu mengelilingi Ka`bah, dimulai dari Hajar Aswad, sedangkan Ka`bah berada disebelah kiri kita.

4.Sa`i antara bukit Sofa dan Marwah, yaitu lari-lari kecil antara kedua bukit itu sebanyak tujuh kali , dimulai dari Sofa dan diakhiri di marwah.

5.Tahalul, yaitu melepaskan pakaian ihrom dan menggunting rambut tanda haji telah selesai.

6. Tertib yaitu menjalankan ibadah tersebut sesuai dengan urutan tersebut diatas.

Selain rukun haji tersebut masih ada lagi yang harus dilaksanakan yaitu yang disebut Wajib haji. Bedanya jika rukun haji tidak dilakukan maka tidak  syah hajinya dan harus diulang. Akan tetapi jika wajib haji tidak dilakukan , hajinya tetap syah jika diganti dengan membayar dam (denda), yaitu menyembelih kurban (Unta, sapi, kerbau  atau kambing)

# Adapun wajib haji itu juga ada enam:

  • 1.Ihram dari miqat, yaitu mulai melakukan ihram dari tempat dan waktu yang telah ditentukan. Bagi jemaah haji yang berasal dari Indonesia dan bagian timur lainnya, dimulai dari Yalamlam atau Jeddah.
  •  2.Bermalam di Mudzdalifah, pada tanggal 10 Dzulhijah setelah wuquf di Arafah.
  •   3. Bermalam di Mina selama hari Tasyrik yaitu tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijah.
  •    4.  Melempar tiga buah Tugu di Mina, setiap Tugu ( Jumrah) dilempar tujuh kali dengan batu kecil, berturut-turut pada hari Tasyrik
  •  5.Melempar Jumrah Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijah .
  • 6. Thawaf Wada`(Thawaf Perpisahan) setelah akan meninggalkan Makkah.

Adapun sunnat Haji itu diantaranya adalah: Membaca Talbiyah, shalat dua rakaat setelah Thawaf, dan Thawaf setelah sampai di Masjidil Haram ( Thawaf Qudum)

Bacaan Talbiyah itu ialah:” Laabbika Allahumma laabbaika  laa syarika laka labbaik innal hamda wannimata laka wal mulka laa syariika laka.”

(Artinya):” Ya Allah aku tunduk  mengikuti perintahMu, tak ada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji  dan nikmat bagiMu  dan Engkaulah yang menguasai segala sesuatu. Tak ada yang menyekutui kekuasaanMu.” (HR:Bukhari-Muslim)

Bacaan talbiyah itu dibaca selama ihrom sampai melontar jumrah Aqobah pada hari Raya Idul Adha.

Selain Wukuf di Arofah, rukun Umrah itu sama dengan rukun haji. Yaitu ada lima: Ihram, Thawaf, Sai, Tahalul dan Tertib. Sedangkan wajibnya umrah itu ada dua yaitu: Ihram dari miqat ( Ketentuan waktu sepanjang tahun. Sedangkan ketentuan tempat sama dengan melakukan ibadah haji.) dan menjauhi semua larangan selama ihram.

Adapun yang diharamkan waktu ihram itu ialah:

 

  • Mengenakan pakaian bagi laki-laki dengan pakaian yang berjahit.
  • Mengadakan hubungan sex dengan suami atau istri .
  • Berburu atau membunuh binatang
  • Memakai wangi-wangian
  • mengerat kuku atau memotong sebagian rambut
  • mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh
  • Bertengkar atau bersitegang leher dalam berbicara
  • Fasik, sengaja mengabaikan perintah agama
  • Melangsungkan perkawinan
  • Bagi laki-laki dilarang menutup kepala, sedangkan bagi perempuan dilarang menutup muka.

Pelarangan terhadap tatacara ibadah haji dan umrah yang dapat diganti dengan dam (denda) ialah jika:

        a.Melakukan haji Qiron atau haji Tamattu serta meninggalkan wajib haji

        b. Memotong rambut

        c. Mengadakan hubungan sex

        d. Membunuh hewan

  1. Berhalangan dalam menunaikan rukun atau wajib haji, misalkan rukun  atau wajib haji, misalnya karena sakit dan sebagainya.

Sampai disini saya sudahi tulisan (religius) ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafma minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Oleh: Drs. Mudzakir dan Wardan Amir BA. Penerbit& Toko buku: Kota Kembang, Yogyakarta.)

# Tulisan artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.