ANCAMAN KERAS BERUPA NERAKA DAN PENGHARAMAN SYURGA BAGI WANITA – WANITA YANG SUKA BERTABARRUJ

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Diantara dalil – dalil lain mengharamkan tabarruj adalah apa yang diriwayatkan dari Hurairah ra, dia berkata , ” Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Ada dua kelompok penghuni Neraka, yang aku belum pernah melihat keduanya satu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka memukul orang – orang dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang, yang menyimpang lagi menarik perhatian, kepala mereka seperti punuk Unta yang melenggak-lenggok. Dia tidak akan masuk syurga dan tidak juga akan mencium baunya, sedang baunya sudah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. “( HR : Muslim ) .
Yang demikian itu merupakan peringatan yang sangat keras untuk tidak ber-tabarruj, sufur ( memperlihatkan wajah pada laki-laki yang bukan mahram ) , memakai pakaian tipis dan pendek, sekaligus peringatan keras untuk tidak mendzolimi orang lain dan berbuat semena-mena kepada mereka. Selain itu, juga sebagai ancaman bagi orang yang melakukan hal tersebut, yaitu berupa pengharaman masuk syurga.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Aku belum pernah melihat keduanya ( kedua kelompok ) ” . Yakni selama hidup Nabi SAW. Hadist ini merupakan bagian dari mukjizat beliau, yang ternyata memang benar ada wanita – wanita yang memakai baju, tetapi pada dasarnya telanjang. Ada juga wanita yang memakai pakaian dan kerudung, tetapi sangat tipis sehingga tidak menutupi tubuhnya. Dengan demikian, mereka pada dasarnya telanjang karena mereka mempertontonkan tubuh mereka dari balik pakaian tersebut, atau setengah telanjang. Bahkan, pakaian sempit yang memperlihatkan lekuk dan anggota tubuhnya lebih dapat menimbulkan fitnah.
Adapun makna kata maa’ilaat, ada yang mengatakan artinya menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan segala yang harus mereka jaga. Sementara kata mumiilaat, maknanya perbuatan tercela mereka itu diketahui oleh orang lain. Ada juga yang berpendapat bahwa maa’ilaat berarti mereka menyisir rambut mereka dengan sisiran model pelacur,sedangkan mumiilaat berarti mereka menyisir wanita lain dengan sisiran tersebut. ( Lihat kitab Riyaadhush Shaalihiin ( hal 685 ) dan kitab al-Kahaa-ir ( hal 130 ) karya adz-Dzahabi. )
Rasulullah SAW bersabda, ( Artinya ) : ” Kepala mereka seperti punuk Unta.”
Maksudnya, mereka membesar -besarkan kepala mereka dengan lipatan-lipatan ( rambut ) atau yang semisalnya, sebagaimana yang tampak terlihat pada wanita-wanita sekarang, yaitu mereka mengumpulkan rambut mereka diatas ubun-ubun atau kepala bagian depan dan lain-lainnya. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang keji, baik yang tampak maupun tidak.
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HAK DAN KEWAJIBAN WANITA MUSLIMAH. Oleh : Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al Jarullah.
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.