“ TIGA KALI BERTURUT-TURUT TIDAK SHALAT JUM`AT MAKA AKAN DICATAT DARI GOLONGAN MUNAFIK.”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadiratNya, karena dengan sebab karuniaNya sajalah tulisan religius ini saat ini dapat berada dihadapan pembaca. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Bagi kaum muslimin hari jum`at merupakan hari yang mulia. Karena hari jum`at merupakan Sayyidul ayyam, artinya raja daripada hari-hari lainnya. Selain itu, pada hari jum`at kaum muslimin diwajibkan melaksanakan shalat jum`at.

Shalat jum`at adalah shalat yang dikerjakan dihari jum`at pada waktu dzuhur sebanyak 2 (dua) rakaat yang dikerjakan secara berjamaah. Shalat jum`at ini dilaksanakan setelah diawali dua kali khutbah. Dasar hukum melaksanakan shalat jum`at adalah Firman Allah SWT dalam Al-Qur`an surat Al-Jumah ayat sembilan.

 

  • FirmanNya:

 

(Artinya):” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk shalat pada hari jum`at, maka hendaklah kamu segera mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS:Al-Jum`ah:9)

Shalat jum`at  hukumnya fardhu ain. Artinya, hanya diwajibkan kepada laki-laki dewasa yang beragama Islam.

# Nabi SAW bersabda:

(Artinya):” Jum`at itu adalah satu tuntutan yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim dengan berjamaah, kecuali empat macam, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang yang sakit.” (HR:Abu Daud dan Al-Hakim)

Berdasarkan Hadist tersebut orang yang tidak dikenai kewajiban melaksanakan shalat jum`at  ada empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak-anak dan orang yang sedang sakit. Adapun syarat wajib melaksanakan shalat jum`at adalah beragama Islam, baligh (dewasa), laki-laki, sehat, merdeka, berakal sehat, dan tidak dalam keadaan musafir (mukim) oleh karena itu, setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat wajib shalat jum`at harus melaksanakan shalat jum`at. Apabila seorang muslim tidak shalat jum`at sampai 3 kali tanpa suatu alasan maka Allah SWT akan menutup hati orang tersebut. Hal ini berdasarkan Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Hakim.

# Nabi SAW bersabda:

(Artinya):” Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum`at sampai tiga kali berturut-turut  dengan tanpa adanya udzur atau alasan, niscaya Allah akan menutup hatinya.” (HR:Al-Hakim)

Bahkan ia akan dimasukkan kepada golongan orang munafik, sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tabrani.

# Bersabda Rasulullah SAW

(Artinya):” Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum`at sampai tiga kali berturut-turut dengan tanpa udzur atau halangan , maka orang itu akan dicatat dari golongan munafik.” (HR:Thabrani)

Sebagai persiapan sebelum pergi melaksakan shalat jum`at maka banyak sekali amalan sunat yang dapat kita kerjakan. Jika semuanya dikerjakan maka akan menambah pahala dan kesempurnaan shalat jum`at. Amalan-amalan sunat yang dikerjakan sebelum pergi shalat jum`at , diantaranya adalah mandi, memakai pakaian yang bersih, memakai wangi-wangian, dan memotong kuku.

# Mandi, artinya mandi dengan membersihkan seluruh tubuh (mandi janabah) sebagai mana dijelaskan dalam Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

# Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:(Artinya):” Barangsiapa mandi pada hari jum`at, hendaklah mandi janabah.” (HR:Bukhari)

Adapun cara mandi janabah atau mandi besar adalah sebagai berikut:

  1. Berniat dengan ikhlas didalam hati sambil mencuci kedua tangan.
  2. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
  3. Membersihkan kepala sebanyak tiga kali
  4. Menggosok  dan meratakan keseluruh bagian tubuh, diakhiri dengan membasuh kaki kanan dan kiri.

Mandi janabah ini boleh dilaksanakan pada pagi hari atau pada siang hari. Terutama bagi mereka yang selesai bekerja keras, seperti pengemudi, petani, pekerja bangunan dan pekerja berat lainnya.

# Pakaian yang kita pakai saat melaksakan shalat jum`at harus pakaian yang bersih. Artinya, yang tidak terkena najis. Lebih utama, pakailah pakaian yang paling bagus yang kita miliki sehingga syiar Islam akan tampak berwibawa.

# Disunatkan memakai wangi wangian, hal ini untuk menghilangkan bau tidak sedap yang ada pada diri kita. Selain itu, bau yang segar dan harum akan menyegarkan nafas sehingga tidak akan mengganggu jamaah yang lain. Akan tetapi didalam memakai wangi-wangian tersbut kita tidak boleh berlebihan.

# Sementara memotong kuku sebelum kita berangkat ke masjid untuk melaksakanan shalat jum`at jangan yang dipotong kuku jari-jari tangan kita saja. Potong juga kuku kaki kita, karena kita akan beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu kita harus selalu bersih dari kotoran dan najis.

Adapun amalan-amalan sunat yang dikerjakan ketika kita tiba dimasjid, antara lain amalan shalat sunat tahiyatul masjid, shalat intizhar, dzikir dan sodaqoh.

Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. (Materi sesuai kurikulum 1994 Dengan Orientasi Budi Pekerti) Oleh:Drs.H.Hasan Baihaqi, Af.

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

  • Stop Press!

 

Diberitahukan kepada para pecinta bacaan bernafaskan Islam. Sekarang ini, tulisan artikel-artikel religius karya pengarang H.Sunaryo.A.Y yang menyejukkan dapat anda temukan pada dua website:

 

  1. Website:www:Hajisunaryo.com
  2. Website:Hsunaryo.blogspot.com

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ucapan (Kata/Kalimat) Yang Baik

Ini adalah sebagian dari ucapan-ucapan yang baik bagi kita insan yang beriman , yaitu : Ketika masuk kelas ( bagi pelajar , mahasiswa ) , ketika masuk ruangan kantor ( bagi karyawan ) . Ucapkan : “Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh “.

Ketika kita hendak memulai sesuatu pekerjaan , hendaklah kita menyebut nama Allah. Karena kita beriman kepada Allah .Misalnya kita akan memulai membuka buku pelajaran , buku adminitrasi kantor , memulai membuka barang dagangan . Kita harus membaca : ” Bismillahir rahmanir rahiim “. 

Dan jika selesai mengerjakan sesuatu pekerjaan , hendaklah kita berterima kasih kepada Allah.Misalnya ketika selesai makan , minum , kita harus mengucapkan : ” Alhamdulillah”. 

Bila kita bertemu dengan teman , tetangga , saudara , sanak famili . Kita mengucapkan salam : ” Assalamu’alaikum ” . Dan orang yang menerima salam itu harus pula ( wajib ) menjawabnya dengan yang lebih baik . Ucapannya : “Wa ‘alaikum salam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.” 

Jikalau kita berjanji dengan seseorang , maka janji itu mesti ditepati . Misalnya teman berkata : ” Nanti sore datang ya kerumahku . Maka kita menjawab : ” Insyaa Allah .” Apabila kita melihat sesuatu yang sangat mengherankan atau menakjubkan , maka kita harus mengucapkan : ” Masyaa Allaah ” .Ketika kita mendengar khabar musibah yang menimpa seseorang , maka kita mengucapkan : ” Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun .” ***

Posted in Akhlak | Leave a comment

Adab Melewati Kuburan

Kalau kebetulan kita berjalan melewati kuburan ( tempat pemakaman ) jangan nyelonong aja apalagi sambil bercanda tertawa-tawa , jangan lakukan kebiasaan itu. Atau ketakutan , sehingga ngomong yang mboten-mboten misalnya : Maaf permisi anak monyet numpang lewat .Jangan , jangan lagi ngelakuin kayak begitu.Islam tidak ngajarin begitu tetapi Islam mengajarkan apabila melewati kuburan membaca doa:” Assalaamu alaikum daara qaumin mu’miniin , wa innaa insyaa Allaahu bikum laahiquun.” (Artinya) :” Keselamatan semoga tetap padamu wahai perumahan para mu’miniin dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kamu sekalian.” ( HR: Abu Daud , An Nasai dan Ibnu Majah. ) . Atau doa ini : ” Assalamu alaikum yaa ahlal qubuur , yaghfirullaahu lanaa walakum , antum salafunaa wanahnu bil atsari .” (Artinya) :” Keselamatan semoga tetap kepadamu wahai penghuni kubur , semoga Allah mengampuni kepada kami dan kepada kamu , kamu orang-orang terdahulu dari kami dan kami orang-orang yang akan menyusul.” (HR : Turmudzi). Apabila kita khusus menziarahi keluarga kita.Kita membaca suratul Fatihah dan kita membaca surat Yasin kita niatkan pahala bacaan kita untuk ahli kubur.Dan kita doakan agar ahli kubur ( keluarga kita ) mendapat tempat yang layak disisi NYA , dimaafkan dan diampuni kesalahan dan dosanya serta diterima iman islamnya.Amiin ! ***

Posted in Fiqih, Kematian | Leave a comment

Arti SWT pada sandingan kata Allah

SWT artinya Sub-hanahu Wa ta’aala. Allah SWT artinya Allah adalah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Allah itulah Tuhan yang disembah oleh manusia dari zaman dahulu hingga sekarang , bahkan sampai akhir masa. Allah itulah Tuhan yang patut dipuja dan dipuji oleh manusia diseluruh dunia.Allah itulah Tuhan Yang Maha Esa .Tidak ada Tuhan / Dewa lain disamping Allah .Allah Maha Suci maksudnya Allah tidak berbilang dua atau pun tiga pada Dzat NYA .

Tidak mempunyai anak laki-laki dan tidak pula anak perempuan.Tidak makan sesajen ,tidak butuh bau kembang dan tidak pula makan kepala kerbau .Tidak menjelma jadi manusia , tidak berupa patung, tidak berbentuk keris , bahkan tidak serupa dengan sesuatu apapun.Oleh sebab itu kita menyembah NYA dan mengucapkan : Sub-haana Rabbiyal ‘Azhiimi, wa Bihamdih. ( Artinya ) :” Maha Suci Allah Tuhanku lagi Maha Agung. Dan segala puji bagi NYA .” 

Allah Maha Tinggi maksudnya , kedudukan dan derajat Allah tinggi tak ada yang meliwati .Kekuatan serta kekuasaan Allah tak sanggup dilawan dan tak berhingga. Ajaran dan petunjuk Allah tinggi tak ada yang bisa mengatasi.Siksaan Allah tinggi tak ada tandingan .Pahala NYA pun tinggi tak ada bandingan .Oleh sebab itu kita menyembah NYA dan mengucapkan : Sub-haana Rabbiyal A’laa , wa Bihamdih. (Artinya):” Maha Suci Allah Tuhanku lagi Maha Tinggi . Dan segala puji bagi NYA .” ***

Posted in Mengenal Allah | Leave a comment

BEBERAPA CONTOH PERISTIWA-PERISTIWA ORANG YANG MENINGGAL DALAM KEADAAN SU`UL KHOTIMAH

Orang Meninggal

Assalamualaikum. wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena sebab Rahmat dan KaruniaNya sajalah tulisan (religius) sesuai judul tersebut diatas saat ini dapat berada dihadapan sidang pembaca. Alhamdulillah! Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.


Saudaraku, kita mulai dengan materi kita. Bahwa tanda su`ul Khotimah sangat banyak. Ada yang tampak saat penyakitnya mulai parah, yang akhirnya ia marah dan menentang takdir Allah, semoga kita dilindungi Allah dari perbuatan itu. Ada pula yang mengucapkan perkataan yang membuat Allah marah ketika menjelang ajal, atau ia tak bisa mengucapkan kalimat tauhid sebelum ajal. Atau ada yang tampak ketika jasadnya dimandikan, seperti warna kulit yang berubah dan sebagainya, ketika jenazahnya diturunkan keliang lahat, serta dikuburkan. Saya akan mengkisahkan beberapa peristiwa su`ul khotimah semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut sebagai berikut:

# Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:” Abdul Aziz Abi Rawwad menceritakan:” Saya berada disamping seseorang yang sedang sakarat. Saat itu, ia sedang ditalqin (dibimbing untuk mengucapkan kalimat Syahadat) Katakanlah:” Laa illa ha illallah, tetapi akhirnya ia mengatakan:” Aku kafir pada kalimat tauhid dan ia pun mati tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid. Saya bertanya mengenai dirinya. Ternyata ia adalah seorang pecandu minuman keras.” (Kitab Tahdzib, Ibnu Hajar:6/338 dan Siyaru A`lamin Nubala, Adz Dzahabi 7/184) Dan Abdul Aziz bin Abi Rawwad menyatakan: Takutllah antum pada perbuatan dosa! Karena dosa itulah yang menyebabkan dirinya mengalami su`ul khotimah.”

# Lagi sebuah kisah, bahwa sejak beberapa tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa didaerah Qashim dan beritanya tersebar kemana-mana. Peristiwa tersebut ialah seorang yang sedang menghadapi sakarat tampak tidak suka dengan takdir Allah. Lalu, teman-teman yang selalu shalat berjamaah dimasjid bersamanya datang ( Allah lebih mengetahui apa yang ada didalam hati) dan mengatakan:” Wahai hamba Allah, ini adalah Al-Qur`an yang selalu kau baca, takutlah kepada Allah!” Lalu ia mentalqin temannya itu dengan kalimat tauhid. Namun ia mengatakan:” Aku kafir kepada Al-Qur`an dan kalimat laa illa ha illallah.” Setelah itu, ia langsung mati. Kami berlindung kepada Allah supaya tidak disia-siakan oleh Allah.

# Ibnu Abid Dunya berkata:” Abul Hasan bin Ahmad Al-Faqih menceritakan kepadaku, bahwa salah seorang laki-laki yang ada didekat kita sedang menghadapi sakarat. Lalu, ada yang berkata kepadanya:” Mohonlah ampunan kepada Allah!” Ia menjawab:” Aku tidak mau.” Ada lagi yang mengatakan:” Katakanlah laa illa ha illallah.” Ia menjawab:” Aku tidak akan mengatakannya.” Tampak ia sangat susah mengucapkannya. Setelah itu ia mati.
Saya (Ibnu Abid Dunya) juga mendengar orang yang sering berpuasa dan rajin beribadah, ia terkena penyakit dan terkena fitnah. Saya mendengar ia mengatakan:” Allah telah memberiku banyak cobaan. Jika Allah memberiku syurga Firdaus sebagai balasan, belumlah cukup untuk mengimbangi cobaanku ini.” Lalu ia berkata:” Apa makna seluruh musibah ini jika aku akhirnya mati juga? lalu apa maksud siksaan ini?” (Kitab Tadzkiratul Ikhwabi Khatimatul insan halaman 45).

Astagfirrullahaladzhim! Kita berlindung kepada Allah SWT dari mempunyai pikiran buruk ( Su`udzon kepada Allah dan memohon kepadaNya agar kita terlindungi dari mempunyai pemikiran-pemikiran sesat itu.

# Syaikh Al-Qahtani dalam ceramahnya menceritakan:” Beberapa jenazah yang kumandikan berubah kulitnya menjadi hitam. Ada yang menggenggam tangan kanannya, memasukkan tangan kekemaluan , kemaluannya mengeluarkan bau gosong, dan adapula yang terdengar seolah ada api yang menyala dikemaluannya.” Pada suatu hari ada jenazah datang. Saat aku mulai memandikan sesosok jenazah itu berubah menjadi hitam seperti orang. Padahal, sebelumnya kulitnya putih bersih. Aku pun keluar dari tempat memandikan dengan ketakutan, lalu menemui seseorang yang sedang berdiri  dan bertanya:” Apakah jenazah ini keluargamu?” Jawabnya:” Ya” Aku bertanya lagi:” Bagaimana ia semasa hidupnya?”Ia menjawab:” Semasa hidupnya ia tidak pernah melakukan shalat.” Kukatakan kepadanya:” Ambillah jenazah anakmu ini dan mandikan sendiri sana.” (Kitab Tazkiratul Ikhwan Bikhatimatil Insan halaman 47)

#Sementara Syaikh Al-Qahtani bercerita:” Saya sedang berjalan keluar dari pekuburan sehabis shalat Ashar setelah menguburkan seseorang. Tangan saya masih belepotan lumpur dan ingin segera kucuci. Tiba-tiba datanglah iring-iringan berjumlah sekitar 50 (lima puluh) orang yang sedang membawa jenazah. Lalu salah seorang dari mereka berkata:” Tolonglah kami untuk mengubur orang ini! Demi Allah, Kami tidak bisa menguburkan jenazahnya.” Kemudian saya mengangkat jenazah itu dari kakinya. Jenazah itu berat sekali. Sebagian dari pengiring ikut membantuku mengangkat hingga masuk kedalam kubur. Saya meminta batubata untuk diletakkan dibawah kepalanya. Seluruh tali pengikat telah kulepas aku melihat kepala jenazah telah terpaling dari arah kiblat. (Lalu Syaikh memalingkan kepalanya dilakukan sendiri oleh Syaikh) Kemudian, aku mengambil (batubata satu lagi, tetapi kali ini aku melihat matanya telah terbelalak, hidung dan mulutnya mengeluarkan darah berwarna merah menyala.

Aku takut sekali dan langsung lemas. Ada dua atau tiga orang yang bersamaku ikut menyaksikan peristiwa ini. Lalu mereka memberiku batu bata satu lagi, kali ini aku melihat kepalanya berpaling lagi dari arah kiblat. Aku pun naik dari kubur dan pulang. Orang-orang yang ikut bersamaku meneruskan  penguburan, mereka memasukkan tanah begitu saja tanpa menutup lahat karena ketakutan. Lantas aku memimpikan mayat tadi selama tujuh atau delapan kali. Setelah pergi menunaikan ibadah umrah selama lima belas hari, hatiku tenang kembali hingga aku bisa melupakannya.  Kemudian aku kembali ke Riyadh ( Kitab Tadzikiratul Ikhwan bi Khaltimatil Insan, halaman 48-49)

# Didalam kitab Tadzkirah, Al Qurtubi mengkisahkan:” Saya telah diberitahu oleh salah seorang teman saya, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Qashri, bahwa salah seorang Gubernur Qastantin meninggal dunia. Lalu dimulailah penggalian untuk kuburannya. Setelah selesai digali dan jenazah hendak dimasukkan kedalam kubur, tiba-tiba didalam kubur tampak seekor ular hitam. Para pengiring jenazah ketakutan untuk memasukkan jenazah kekubur itu. Mereka lalu menggali kuburan lagi sebanyak 30 (tigapuluh) kubur, tetapi ular itu tetap saja muncul disetiap lubang kubur yang digali unutk menguburkan jenazah Gubernur itu. Setelah mereka kelelahan, mereka bermusyawarah tentang apa yang sebaiknya dilakukan. Ada yang mengusulkan :” Kubur saja jenazahnya, kita memohon ampunan dan penjagaan terhadap aib kita didunia dan akherat.”

# Lain lagi didalam kitab Ar-Ruh, Ibnu Qayyim menceritakan:” Salah seorang teman, yaitu Abu Abdullah Muhammad  bin Al-Wazir Al-Harrami bercerita:” Bahwa dirinya keluar dari rumahnya dan pergi kesalah satu teman setelah shalat Ashar. Saat sebelum matahari terbenam aku pergi ketengah pekuburan. Tiba-tiba ada sebuah kubur yang terbuka, berwarna merah menganga seperti merahnya kaca etika dibakar dan jenazah masih terletak didalam kubur. Aku mengusap mataku dan bertanya:” Apakah saya bermimpi ataukah sadar?” Lalu aku menengok kearah gerbang kota dan berkata:” Aku tak sedang tidur.” Lantas aku pun pulang  kerumahku dalam keadaan terkejut  dan shock. Aku tidak bisa memakan makanan. Kemudian aku masuk kekota dan bertanya tentang penghuni kuburan itu. Ternyata ia seorang penarik pajak yang dzalim.” ( Lihat Ar-Ruh Ibnu Qayyim  halaman 119)

# Saudaraku, sesama muslim muslimat sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini, semoga bermanfaat dan mari kita berlindung kepada Allah SWT dari Su`ul khotimah. Kita memohon kepadaNya semoga Allah tidak membelokkan hati kita setelah mendapatkan hidayah dariNya. Semoga Dia Yang Maha Dzat memberi RahmatNya , Dia adalah Maha Pemberi.

Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh: Shalahuddin As-Said.#
* Artikel ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com*

Posted in Kematian | Leave a comment

UNTUK DAPAT SHALAT SECARA KHUSU’, DITUNJANG DENGAN PEMAHAMAN TERHADAP ARTI BACAAN SHALAT

(Mohon maaf, tidak disertai bahasa arab, dikarenakan kendala teknis)

Saudaraku, sidang pembaca yang berbahagia. Sesuai judul artikel (religius) ini tersebut diatas, bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama bagi seorang muslim. Selain dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar shalat juga merupakan amal yang akan dihisab pertama kali dan menjadi penentu diterima atau tidaknya amal-amal (ibadah) kita yang lain di akhirat nanti. Oleh karena itu shalat harus dilakukan secara benar dan khusu’. Untuk dapat melakukan shalat secara khusu’ selain memenuhi syarat dan rukunnya juga seyogyanya ditunjang dengan pemahaman terhadap arti bacaan dalam shalat.

Saudaraku sesama muslim, berikut ini sedikit ilmu yang penulis miliki akan kami sampaikan kepada sidang pembaca yaitu akan diuraikan bacaan-bacaan shalat berserta artinya masing-masing.

1.      Arti Takbir :

Lafadz Takbiratul Ihram, adalah sebagai berikut : Allahu Akbar

Artinya : Allah Maha Besar.

Takbir Allahu Akbar diucapkan pada setiap perpindahan gerakan, seperti ketika hendak rukuk, sujud, bangun dari sujud atau ketika berdiri dari sujud kedua  Lafadz niat shalat fardhu : Ushalli fardhu Subhi rak’ataini lillahi ta’ala .

Artinya : ”Saya sengaja shalat (sebutkan shalat apa) dan (sebutkan berapa rakaat) menghadap kiblat (sebagai makmum atau sebagai imam) karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar.”

Dalam niat shalat harus jelas shalat apa yang hendak kita kerjakan dan juga niat sebagai makmum atau imam. Pada niat shalat fardhu harus disebutkan nama shalat, jumlah rakaat, dan bertindak sebagai imam atau sebagai makmum hanya saja jangan terlalu keras mengucapkannya, cukup terdengar untuk telinga kita saja.

2.      Arti do’a iftitah :

·         Do’a Iftitah yang biasa dibaca ada 2 (dua) macam :

1. Pertama :

Artinya : ”Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya. Dan segala puji bagiNya. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan untuk itulah aku diperintahkan dan (semoga) aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (muslimin).”

1. Kedua :

·         Atau ada yang membaca sebagai berikut :

Artinya : ”ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara barat dan timur. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan sebagimana bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan embun.”

3.      Arti Surat Al-Fatihah :

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ma Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Mu lah kami menyembah dan hanyak kepada Mu lah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah : 1-7)

4.      Arti Bacaan Rukuk :

·         Bacaan yang biasa dibaca pada waktu rukuk ada tiga macam, yaitu :

a.   ”Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung dan hamba memujiNya.”

b.   ”Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung.”

c.   ”Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami dan dengan memuji kepada Engkau Ya Allah aku memohon ampun.”

5.      Arti Bacaan I’tidal :

·         Bacaan Do’a I’tidal yang umum ada dua macam, yaitu :

a.   ”Allah mendengar orang yang memujiNya.”

1. ”Allah mendengar orang yang memujiNya Ya Allah Tuhan kami! BagiMu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”


6.      Arti Bacaan Sujud :

·         Bacaan waktu sujud ada tiga macam, yaitu :

a.      Ada yang membaca :

”Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan hamba memujiNya.”

b.      Ada sebagian yang membaca :

”Maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”

c.      Dan sebagian lagi ada yang membaca :

”Maha suci Engkau Ya Allah Ya Tuhan kami dan dengan memuji kepada Engkau ya Allah aku memohon ampun.”


7.      Arti Bacaan Do’a antara Dua Sujud :

1. Ada yang membaca :

”Ya Tuhanku, ampunilah dosaku, limpahkanlah rahmat kepadaku, cukupilah aku, tinggikanlah derajatku berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

1. Ada juga yang membaca :

”Ya Allah, ampunilah aku, limpahkanlah rahmat kepadaku. Cukupilah aku, tunjukkan aku dan berikanlah rezeki kepadaku.”

1. Sebagian lagi ada yang membaca :

”Ya Tuhanku, ampunilah aku, ampunilah aku.”

8.      Arti Bacaan Tasyahud Awal dan Akhir :

1. Yaitu membaca :

”Segala kehormatan, keberkatan dan do’a yang baik-baik adalah milik Allah. Keselamatan atas engkau wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan KaruniaNya. Keselamatan semoga atas kami dan atas hamba-hamba yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

1. Atau membaca :

”Segala kehormatan bagi Allah dan do’a yang baik-baik adalah kepunyaanNya. Keselamatan atas engkau wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusannNya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

·         Untuk kesempurnaan bacaan saat tasyahud akhir, ditambah dengan :

”Sebgaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berikanlah keberkahan atas Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikannya kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya diseluruh alam semesta ini, sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Terpuji Lagi Maha Mulia.”

9.      Arti Bacaan Salam :

1. Ada yang membaca :

As-salaamu’alaikum warahmatullaah.

”Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

1. Atau ada yang membaca :

As-salaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

”Keselamatan dan rahmat Allah serta keberkatan semoga tetap bagimu sekalian.”


10.   Arti Do’a Qunut :

·         Do’a Qunut adalah do’a yang dibaca pada waktu shalat subuh setelah rukuk pada rakaat kedua, sebagai berikut :

”Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Dan sehatkanlah aku sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan.  Dan tolonglah aku sebagaimana orang yang telah Engkau beri pertolongan. Dan berikanlah aku keberkahan sebagiamana orang yang telah Engkau berkahi. Dan jagalah aku dengan rahmatMu dari keburukan sesuatu yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau Maha Menentukan dan tidak ada yang menentukan atasMu. Sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan dan tidak akan mulia orang-orang yang telah Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagiMu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembali (tobat) kepadaMu. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan keselamatan atas Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.”

• • •( Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Islam Agamaku oleh : Tim Penyusun Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Dan buku : Risalah Tuntunan Shalat Lengkap  oleh : Drs. Moh. Rifa’i.)

• • •

Posted in Sholat | Leave a comment

DELAPAN MACAM NERAKA (AN-NAR)

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahirobbil alamin
Allahumma Shali Wassalim
Syyidina Muhammad.

 Saudaraku sesama muslim,
Ada pantun, yaitu kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi. Kalau masih diberi umur panjang, Insya Allah berjumpa lagi. Saudaraku, alhamdulillah dengan kerahmatan Allah kita masih diberi (dikaruniai) umur panjang sehingga kita (saya sebagai penulis) dan antum sebagai pembaca dapat berjumpa lagi lewat tulisan (artikel) religius bacaan untuk syiar dakwah islam ini. Tulisan saya kali ini seperti judulnya tersebut diatas akan membicarakan tentang nama-nama Neraka (An-Nar).
Baiklah saudaraku, seperti kita semua sudah tahu (memaklumi) bahwa di akhirat nanti itu ada dua macam tempat yang jauh berbeda keadaan dan sifatnya. Yang sebuah berupa tempat yang penuh kesenangan dan menggembirakan hati, sedang yang sebuah lagi merupakan tempat yang penuh siksa dan menyedihkan. Tempat kesenangan itu dinamakan Syurga (Al-Jannah) yakni yang merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang baik – baik amal perbuatannya, sangat berbakti serta taatnya kepada Allah SWT.
Adapun tempat yang penuh siksa, kesusahan dan kesengsaraan itu di namakan Neraka (An-Nar) yang berwujud api yang menyala-nyala dahsyat sekali dan inilah yang akan merupakan tempat pembalasan bagi semua manusia yang buruk amal perbuatannya, durhaka dan tidak mau mentaati serta tidak berbakti kepada Allah SWT, enggan mengikuti perintah-Nya, malahan menerjang apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Kedua macam pembalasan itu kiranya sudah patut dan sudah semestinya, karena yang segolongan berlelah-lelah dan membanting tulang untuk mencari keridhoan dan pengampunan Allah SWT yaitu golongan kaum muslimin (mukminin). Sedang yang segolongan lainnya tidak henti-hentinya memupuk dan menambah-nambah dosa serta keburukan amal, yaitu golongan selain kaum mukminin. Jadi apabila segolongan dibalas dengan keselamatan, kebahagiaan dan kesenangan sedang yang segolongan lainnya dibalas dengan kesengsaraan hidup di akhirat, kesusahan dan penderitan, maka kedua hal diatas itu memang sudah layak sekali. Ringkasnya bahwa kedua golongan tersebut tidak perlu disamakan tempat kembali atau pembalasannya.

Saudaraku, Neraka (An-Nar) adalah tempat penyiksaan dan ini mempunyai nama yang bermacam-macam, sebagaimana yang tertulis ini dan tertera didalam kitab suci Al-Qur’an :

1.   Jahanam

“Apakah orang-orang itu tidak mengerti bahwa sesungguhnya siapa saja orang yang membantah (yakni berani durhaka) kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan memperoleh siksa Neraka Jahanam, kekal didalamnya dan yang sedemikian ini adalah suatu kehinaan yang besar sekali.” ( QS. At-Taubah : 63 )

 2.   Al – Jahim
 “orang – orang ahli Syurga itu tidak akan merasakan kematian lagi, selain kematian yang pertama (ketika didunia itu) dan mereka itu terjaga dari siksa Neraka Jahim.” ( QS. Ad – Dukhan : 56 )
 3.   Al – Hawiyah
 “Adapun orang yang ringan timbangan amalnya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Adakah engkau mengetahui, apakah Hawiyah itu? Hawiyah adalah api yang amat panas sekali.” ( QS. Al – Qori’ah : 8 – 11 )
 4.   Wail
“Jurang Neraka Wail adalah diperuntukkan orang-orang yang mengurangi takaran (timbangan) yaitu orang yang apabila menerima takaran (timbangan) dari orang lain selalu meminta penuh, sedang apabila menakar (menimbang) untuk orang lain lalu menguranginya.” ( QS. Al – Muthaffifiin: 1-3 )
 5.   As –Sa’ir
“Dan niscayalah Kami telah memperhias langit didunia ini dengan bintang-bintang bagaikan pelita dan semuanya itu Kami gunakan untuk melempar Syaithan – syaithan. Kami telah menyediakan untuk Syaithan-syaithan ini siksa Neraka Sa’ir.“ ( QS. Al – Mulk : 5 )
 6.   Ladha
 “Jangan demikian, Sesungguhnya Neraka  itu disebut Neraka Ladha (yang artinya ialah api yang dahsyat sekali nyalanya), yang dapat melenyapkan kulit kepala, itulah yang menyeret orang-orang yang membelakangi kebenaran dan memalingkan mereka (yakni orang-orang kafir), juga orang yang gemar mengumpulkan serta menyimpan harta (dan tidak menetapi kewajiban zakatnya). ( QS. Al – Ma’arij : 15-18 )
 7.   Saqar
 “Orang yang durhaka itu akan Kami masukan kedalam Neraka Saqar. Adakah engkau mengetahui, apakah Saqar itu? Saqar adalah Neraka yang tidak meninggalkan bekas apapun dan tidak ada yang tidak disukai olehnya (terhadap apapun uang diberikan padanya) Neraka Saqar ada beberapa malaikat yang menjaganya, Jumlahnya sembilan belas. “ ( QS. Al – Muddatsir : 26 – 30 )
 8.   Al -Huthamah
 “Jangan demikian, niscayalah orang yang durhaka itu pasti akan delemparkan ke dalam Neraka Huthamah, Adakah engkau mengetahui apakah Huthamah itu? Huthamah itu ialah api Neraka kepunyaan Allah yang dinyalakan, menyambar naik sampai ke ulu hati. Sesungguhnya orang-orang kafir dlam Neraka huthamah itu ditutup rapt-rapt serta di ikatlah mereka itu pada tiang-tiang yang dimalangkan letaknya.” ( QS. Al – Humazah:4-9 )
* * *
(Bahan – bahan materi diambil dan dikutip dari kitab Hadza Yaumuddin
atau Inilah Hari Pembalasan ( Kiamat) Oleh : Moh. Abdi Rathomy. )
Posted in Kematian, Neraka | Leave a comment

ADAKAH PERINTAH BAGI WANITA MUSLIMAH UNTUK MENGIKUTI SHALAT FARDHU BERJAMA’AH DI MASJID?

Saudaraku sesama muslim, sidang pembaca yang berbahagia, Jumpa lagi kita, alhamdulillah kali ini dakwah saya (lewat tulisan) sesuai judul religius ini tersebut diatas. Namun sebelum itu perkenankanlah saya menyampaikan beberapa Hadist shahih setentang pentinganya shalat berjama’ah di Masjid sebagai berikut :

·        Bersabda Rasulullah SAW :
Demi Allah, sungguh Aku telah berniat akan menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku menyuruh mendirikan shalat, lau dikumandangkan Adzannya. Setelah itu aku menyuruh seseorang untuk mengimami Jama’ah. Sementara itu aku menyelinap menuju orang-orang yang tidak suka pergi shalat berjama’ah, kemudian aku bakar rumah beserta mereka didalamnya.” (HR. Bukhari – Muslim).
·        Nabi Muhammad SAW bersabda :
”Sesungguhnya apabila salah seorang diantara kamu berwudhu dengan baik, kemudian pergi ke Masjid dengan tujuan shalat (berjama’ah), maka satu langkahnya akan dihitung satu derajat pahala. Sekaligus dihapuskan satu dosanya.” (HR. Muttafaq ’Alaih)
·        Hadist shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah r.a. :
”Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW sabdanya : ”Sembahyang berkaum-kaum (berjama’ah) di Masjid melebihi sembahyang dirumah dan di pasar 25 (dua puluh lima) derajat. Sesungguhnya apabila seseorang berwudhu serta di sempurnakannya wudhunya dan dia datang ke Masjid dengan sengaja hanyalah buat mengerjakan sembahyang, setiap langkah yang dilangkahkannya, dinaikkan Allah SWT derajatnya dan dihapuskan kesalahannya, sehingga ia masuk Masjid. Setelah ia masuk Masjid selama ia bertahan mengerjakan sembahyang itu, Malaikat mendo’akannya dengan do’a : ”Ampunilah dosanya dan berilah dia rahmat!” Hal ini selama dia masih duduk dan belum berhadast.” (HR. Bukhari)
·        Lagi sebuah Hadist Shahih di riwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah r.a. :
”Kata Sahabat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sembahyang berkaum-kaum (berjama’ah) di Masjid melebihi sembahyang dirumah dan di pasar 25 (dua puluh lima) kali lipat. Hal ini karena apabila seseorang berwudhu dan disempurnakannya wudhunya sesudah itu dia pergi ke Masjid dengan maksud hanya untuk mengerjakan sembahyang. Dia melangkah barang selangkah ditinggikan oleh Allah SWT derajatnya karena langkahnya itu. Apabila dia mengerjakan sembahyang, Malaikat senantiasa mendo’akan selama dia masih tetap ditempat sembahyangnya. Dengan do’a: ”Ya Allah berilah kiranya dia kebaikan dan cintailah dia.” Sesungguhnya kamu senantiasa dianggap dalam sembahyang selama dia menunggu buat mengerjakan sembahyang.” (HR. Bukhari)
·        Lantas sebuah Hadist shahih diriwayatkan oleh Muttafaq’alaih :
”Dari Ibnu Umar r.a. bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Shalat berjama’ah itu lebih baik daripada shalat sendiri dengan 27 (dua puluh tujuh) derajat.” (HR. Bukhari – Muslim)
·        Dan Hadist masih dari Sahabat Abu Hurairah berikut ini:
”Dari Abu Hurairah r.a. : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : ”Pada ketika seorang laki-laki berjalan distu jalan didapatinya sepotong duri terletak dijalan lalu dibuangnya. Allah SWT berterima kasih kepadanya, lantas diampuni Allah dosanya.” Sesudah itu Nabi SAW bersabda pula : ”Orang mati syahid itu, lima : 1. Orang kena tikam, 2. Orang sakit perut, 3. Orang karam, 4. Orang yang ditimpa tanah runtuh dan 5. Orang yang mati perang dijalan Allah. Kalau sekiranya orang mengetahui kelebihan Bang (Adzan) dan Syaf pertama (dari sembahyang berjama’ah) dan mereka tidak bisa mendapat itu hanyalah dengan berundi, niscaya mereka mau berundi untuk mendapatnya (untuk Adzan dan berdidri di saf pertama) Kalau mereka mengetahui kelebihan sembahyang Dzuhur niscaya mereka berlomba-lomba untuk mendapatnya. Dan kalau mereka mengetahui kelebihan sembahyang Isya’ dan Subuh niscaya mereka datang mengerjakannya (ke Masjid berjama’ah) biarpun harus dengan merangkak.(HR. Bukhari).
           
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat beberapa Hadist berpredikat shahih tersebut diatas telah jelas (gamblang) dijelaskan bagaimana pentingnya shalat berjama’ah (sampai-sampai Rasul mengancam akan membakar rumah berserta orangnya bagi mereka yang tidak suka shalat berjama’ah), betapa besar (pahala) yang didapat bagi orang yang menyempatkan diri untuk shalat berjama’ah di Masjid. Dari mulai berlipat ganda 25 (dua puluh lima) derajat sampai 27 (dua puluh tujuh) derajat pahala serta bermacam bentuk pahala lainnya. Seperti di do’akan oleh para Malaikat agar Allah mengampuninya, merahmatinya (Allah memberi kasih sayang-Nya), sepert langkahnya menuju Masjid di hitung satu derajat pahala sekaligus dihapuskan satu dosanya serta pahala-pahala (keutamaan) lainnya yang dikatakan oleh Rasul (Kalau saja oran gtau betapa besar pahala yang didapatnya) mereka datang ke Masjid untuk shalat berjama’ah meskipun harus dengan merangkak.
            Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Sekarang yang menjadi permasalahan adalah sebuah pertanyaan yaitu : Adakah perintah bagi kaum wanita muslimat mengikuti shalat fardhu yang lima waktu berjama’ah di Masjid ? Sebab sepengetahuan saya, hampir tidak ada saudari-saudari kita (kaum muslimat) yang ikut berjama’ah shalat 5 (lima) waktu di Masjid – masjid atau musholla-musholla (Kecuali di Masjidil Haram di kota (tanah) suci Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwaroh yang juga biasa disebut Kota Rasul (Madinat al – Rasul), karena penulis (ketika menunaikan ibadah Haji pada tahun 1995) melihat sendiri membludakn (banyak) sekali kaum muslimat shalat fardhu berjama’ah) di kedua Masjid Agung tersebut. Baik, untuk menjawab pertanyaan diatas kita lihat Buletin Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) no: 28 Thn ke-XXI Juli 1994 diterangkan bahwa memang ada Hadist yang menyatakan : ”Wabuyuutuhunna khairun lahuna.” yang artinya: ”Rumah – rumah mereka lebih baik bagi mereka.”
·        Dan sebuah Hadist terdapat dikitab Terjemah Hadist Shahih Buchari dengan penterjemah oleh : H. Zainuddin Hamidy, Fachruddin HS, Nasaruddin Thaha dan Djohar Arifin disebutkan bahwa dari Aisyah r.a.
Dari Aisyah r.a. katanya: ”Kalau sekiranya didapat (bertemu) oleh Rasulullah SAW apa yang dilakukan oleh perempuan-perempuan (sekarang) niscaya dilarangnya perempuan-perempuan itu (pergi ke Masjid) sebagaimana larangan terhadap perempuan bani Israil (HR. Bukhari).
            Diterangkan dalam kitab Terjemah Hadist Shahih Buchari tersebut bahwa maksud larangan bagi perempuan-perempuan Bani Israil adalah untuk memelihara kesopanan (etika) dan jangan menjalankan kejahatan. Kembali kita ke Buletin DDII bernomor : 28 Thn ke-XXI Juli 1994 diterangkan disini bahwa berbeda dengan kaum pria, memang kaum wanita lebih mudah menjadi sumber timbulnya fitnah, Dan dengan alasan inilah bahwa ada sementara saudara-saudara kita sesama muslim, yang melarang istri-istri mereka serta putri-putri mereka menghadiri shalat berjama’ah di Masjid. Agar tidak timbul fitnah, kata mereka. Anehnya kaum wanita (para istri, anak-anak perempuan dan sanak famili mereka yang perempuan serta para kemenakan perempuan dilarang pergi shalat berjma’ah di Masjid, tetapi tidak melarang pergi ketempat lain. Misalnya seperti pergi ke rumah teman, ke pasar atau pergi ke Mall (supermarket) dan pergi ke tempat pesta perkawinan. Padahal kalau dibandingkan kehadiran kaum wanita ketempat-tempat tersebut justru lebih mudah menjadi sumber fitnah dan maksiat ketimbang bila mereka pergi ke Masjid. Contohnya saja, sebagian mereka karena tidak memiliki kendaraan pribadi mereka pergi dengan memakai kendaraan umum dan padatnya penumpang di kendaraan umum dapat dibayangkan dan mereka berhimpit-himpitan dengan penumpang lain yang bukan muhrimnya. Sementara alangkah sukarnya mencarai contoh wanita berbuat maksiat di saat pergi ke Masjid untuk mendirikan shalat berjama’ah. Bahkan bukankah justru karena ketaatannya melaksanakan perintah Allah SWT itu maka kaum wanita akan memiliki keimanan yang lebih tangguh (kuat) menghadapi godaan syetan?
            Selanjutnya Buletin ini menjelaskan bahwa sesungguhnya kaum wanita muslimat dianjurkan  untuk mengikuti shalat berjama’ah di Masjid sebagaimana kaum pria. Mereka (kaum wanita) ini dibenarkan mengikuti shalat berjama’ah bukan hanya pada siang hari tapi juga pada malam dan subuh pagi harinya.
·        Rasulullah SAW pernah mencegah para Sahabat melarang para istri pergi ke Masjid dengan sabdanya :
”Janganlah kamu melarang istri – istri kamu pergi ke Masjid di malan hari.” (HR. Bukhari.)
·        Dan Siti Aisyah istri Rasulullah SAW pernah meriwayatkan seperti berikut (yang artinya): ”Bahwasanya Nabi SAW shalat subuh di Masjid. Setelah itu nampak kaum wanita ke luar dari Masjid itu masih berpakaian mukena. Mereka belum dapat dikenali lantaran masih gelap.” (HR. Bukhari.)
Seterusnya, kata Buletin ini bahwa apabila kepergian (kaum wanita) dapat mendatangkan fitnah memang sebaiknya mereka shlat di rumah masing-masing. Namun kalau fitnah yang ditakutkan itu tidak ada tetaplah mereka dianjurkan pergi ke Masjid untuk shalat berjama’ah.
·        Sesuai Hadist Nabi SAW :
”Hendaklah kaum wanita pergi ke Masjid dengan pakaian yang sederhana serta tidak memakai wangi-wangian.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Dengan keterangan dari 3 (tiga) buah Hadist tersebut diatas, menjadi sudah terjawab pertanyaan dari judul artikel religius ini. Bahwa ada Perintah bagi kaum wanita muslimat untuk mendirikan shalat berjama’ah di Masjid dan dianjurkan (dibenarkan) tidak saja siang, malam bahkan subuh pagi hari. Ingin tambah yakin? Perhatikan Hadist-hadist berikut berpredikat shahih ini :
·        Dari Aisyah, katanya :
”Sesunggunya Rasulullah SAW  sembahyang subuh dan turut bersembahyang bersama-sama Nabi  beberapa oran gdari perempuan Mu’minat (beriman) dengan berselimut kainnya. Kemudian (sesudah sembahyang) mereka kembali kerumahnya masing-masing dan tidak seorang pun yang mengenal mereka.” (HR. Bukhari)
·        Dari Ummu Salamah r.a., katanya :
”Biasanya Nabi SAW setelah beliau memberi salam (penutup sembahyang), lebih dahulu orang-orang perempuan berdiri sehabis Nabi memberi salam dan Nabi masih tetap duduk barang sebentar sebelum berdiri.” (HR. Bukhari.)
·        Kembali dari Ummu Salamah r.a., istri Nabi SAW katanya :
”Sesungguhnya perempuan – perempuan di masa Nabi, setelah memberi salam sembahyang yang fardhu mereka lantas berdiri (pergi), sedang Rasulullah SAW masih tinggal bersama laki-laki yang ikut sembahyang. Setelah Nabi SAW berdiri, barulah mereka berdiri pula.” (HR. Bukhari.)
·        Masih dari Ummu Salamah r.a., istri Nabi SAW katanya (artinya): ”Setelah Nabi SAW memberi salam (selesai sembahyang) berangkatlah orang-orang perempuan dan sampai dirumahnya sebelum Rasulullah SAW berangkat dari Masjid.” (HR. Bukhari)
·        Sementara didalam buku : Wahai Wanita Merekalah Teladanmu oleh: Frof. Dr. Thal’at Mohammad Afifi terdapat sebuah Hadist sebagai berikut : Diberitahukan dari Ummul Mukminin Aisyah r.a., ia berkata : ”Ketika Rasulullah SAW selesai mengerjakan shalat subuh, para wanita kembali kerumah masing-masing seraya menutupi tubuh mereka dengan kain penutup agar tidak tampak cahaya subuh.” (HR. Bukhari)
·        Kemudian sebuah Hadist dari kitab : Terjemah Hadist Shahih Buchari sebagai berikut :
”Dari Ibnu Umar r.a. dari Nabi SAW sabdanya : ”Jika istrimu meminta idzin pergi ke Masjid malam hari, hendaklah kamu idzinkan.” (HR. Bukhari)
Saudaraku, sidang pembaca yang budiman, saya sudahi dulu dakwah saya (lewat tulisan) kali ini, semoga bermanfa’at serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Terima kasih atas segala perhatian, Wa’afwaminkum wassalumualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 • • •

*(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari Buletin Dewan Dakwah Islamiah Indonesia no. 28 Thn ke XXI Juli 1994 dan buku :Terjemah Hadist Shahih Buchari Oleh Penterjemah : H. Zainuddin Hamidy, Fachruddin HS, Nasaruddin Thaha dan Djohar Arifin *

 

Posted in Muslimah, Sholat | Leave a comment

SUMATERA BARAT DIGOYANG GEMPA DAHSYAT 7,6 SKALA RICHTER MELULUH LANTAKKAN KHUSUSNYA KOTA PADANG DAN PARIAMAN

Assalamu’alaikum, sidang pembaca.

Kembali penulis hadir kehadapan sidang pembaca. Saya berharap dakwah al-fakir (lewat tulisan) kali ini mendapat tempat dihati serta menyejukkan sehingga kita dapat senantiasa tawakal di dalam menghadapi segala macam cobaan dan ujian yang bagaimanapun beratnya dari AL-Khaliq yaitu Allah SWT serta dapat bersabar (ikhlas) karena meyakini ada hikmah dibalik setiap musibah.
            Sidang pembaca, hari Rabu, tanggal 30 September 2009 pada pukul 17.16 WIB gempa besar berkekuatan 7,6 skala richter benar-benar telah membuat panik (ketakutan) seluruh penduduk kota padang dan sekitarnya. Gempa terjadi benar-benar dahsyat sampai-sampai (ada yang mengatakan) orang tidak mampu untuk berdiri, karena begitu orang berdiri langsung terjatuh. Allahu Akbar! Gempa yang menakutkan, listrik mati, kebakaran terjadi, ditambah berita akan ada Tsunami. Dapat dibayangkan, betapa paniknya penduduk, betapa ketakutannya rakyat, mereka berlari ke sana kemari maksudnya akan menyelematkan diri. Sementara rumah-rumah penduduk, gedung-gedung bertingkat, pertokoan, perkantoran serta hotel – hotel mewah runtuh ambruk rata menjadi tanah. Gempa susulan ke esokan harinya terjadi, hari Kamis tanggal 1 Oktober 2009 pada pukul 17.58 WIB. Kota Padang dan Pariaman pun di luluh lantakkan.
            Saudaraku sesama muslim, sidang pembaca yang terhormat. Dimana – mana di provinsi Sumatera Barat terdengar suara teriakan histeris, jerit tangis, teriakan – teriakan minta tolong atau suara-suara tinggi namun dengan nada sangat putus asa bahkan isak tangis anak-anak dimana-mana terdengar sangat memilukan. Pemandangan tragis, menyayat hati, menyesakkan dada. Indonesia menangis, Sumatera Barat, kota Padang dan sekitarnya sekaligus kota Pariaman menjerit, merintih. Dan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang menyaksikan kejadian ini lewat tayangan TV atau mendengar atau membaca lewat media elektronik maupun media cetak, tidak ada seorang pun yang tidak menitikkan air mata. Saudara-saudaraku di Sumatera Barat, kota Padang dan sekitarnya, begitu juga saudara-saudaraku di kota Pariaman kami ikut berbelasungkawa, kami berduka, kami sedih, kami ikut prihatin atas musibah yang menimpa kalian. Kami berharap kalian saudara-saudaraku, tetap istiqomah, tawakal dan bersabar. Yakinlah saudaraku, akan kebesaran dan keagungan Tuhan, Dia itu Maha Dzat yaitu Allah SWT. Insya Allah pasti ada hikmah dibalik musibah ini.

Perhatikan Firman Allah SWT :

 ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sesuatu ketakutan, dan kelaparan dan kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berilah khabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 155)
            Sidang pembaca, dari data resmi (situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tertanggal 9 – 10 -2009) didapat keterangan bahwa hingga kini (9 Oktober 2009) korban yang tewas akibat gempa berkekuatan 7,6 scala richter sudah mencapai jumlah 612 orang. Diperkirakan jumlah korban yang tewas akan terus bertambah. Sementara itu Menko Kesra, Aburizal Bakrie meminta agar penanggulangan gempa Sumatera Barat mengutamakan proses evakuasi para korban karena diduga masih ada ribuan korban yang terjebak reruntuhan bangunan. Seolah masih terdengar jerit tangis memekik saat proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh di goncang gempa tektonik di kota Padang dan sekitarnya. Ya, warga menjerit histeris ketika mengetahui yang anggota keluarganya ditemukan tewas direruntuhan bangunan akibat gempa dahsyat tersebut.
            Sidang pembaca, berikut ini kami sampaikan data rincian korban dan kerusakan yang telah terdata pada satkorlak penanggulangan bencana sumatera barat sebagai berikut : Korban tewas 612 orang, korban luka ringan 906 orang, korban warga hilang 343 orang, korban rumah rusak berat 89.894 unit, korban rumah rusak ringan 48.558 unit, korban rumah sedang 46.006 unit. Sebagai muslim, kita tentu sudah tahu kalau di dalam ajaran agama diterangkan bahwa orang mukmin yang dermawan yang banyak sodaqoh jariyahnya, mendapat ganjaran pahala berlipat ganda dan keberuntungan yang banyak sampai 700 (tujuh ratus) kali lipat. Masya Allah! Memperoleh sinar memancar dari arah muka dan dari arah kanannya dan syurga menanti – nanti kedatangannya di mana mengalir di bawahnya sungai-sungai. Subhanallah!

Coba Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :

”Barangsiapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dia akan memperoleh pahala yang banyak lagi mulia.” (QS. Al-Hadid : 11)

Masih di surat yang sama tetapi di ayat yang lain Allah SWT berfirman :

”(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin orang laki-laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka (dikatakanlah kepada mereka) : ”Pada hari ini ada berita gembira untukmu (yaitu) Syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dimana kamu akan kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak.” (QS. Al-Hadid : 12)
Masih setentang menafkahkan harta (sodaqoh jariyah) dijalan Allah, perhatikan Firman Nya :

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah bagaikan sebutir benih yang tumbuh (mengeluarkan) 7 (tujuh) tunas (tangkai) pada tiap-tiap tunas (tangkai) itu terdapat 100 (seratus) butir (biji) lagi. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Karunia Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261)
            Sidang pembaca, dapat dibayangkan betapa dan bagaimana menderitanya saudara-saudara kita yang tertimpa (musibah) gempa tektonik berkekuatan 7,6 skala richter ini. Mereka kehilangan rumah, harta bahkan mereka kehilangan istri atau suami atau mereka kehilangan anak-anak mereka. Begitu juga bukan tidak mungkin mereka kehilangan kedua orang tua, saudara, krabat famili dan orang-orang yang mereka cintai. Mereka tidur di tenda-tenda darurat yang bukan tidak mungkin mereka kekurangan air bersih, makanan, minuman dan yang juga bukan tidak mungkin mereka terkena wabah penyakit.
            Sidang pembaca, beberapa ayat yang terdapat didalam kitab suci Al-Qur’an yang sudah penulis sampaikan tersebut diatas setentang orang mukmin yang dermawan yang banyak sodaqoh jariyahnya akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT berlipat ganda yaitu sampai 700 kali lipat. Subhanallah! Bahkan dikatakan Syurga menanti – nanti kedatangannya (orang-orang dermawan) yang dimana mengalir dibawahnya sungai-sungai. Nah! Mau apa lagi? Hayo kita bantu saudara-saudara kita yang terkena gempa tektonik di Sumatera Barat. Antum orang kaya? Atau antum tidak kaya tetapi antum orang miskin tetapi tubuh antum sehat tenaga antum kuat? Hayo bergabung, yang kaya-kaya, buka kocek kumpulkan sandang pangan, minuman, obat-obatan. Yang berpendidikan (otak brilliant) keluarkan ide, satukan pendapat, yaitu bagaimana yang efisien dan efektif penyaluran bantuan dapat tersalur dan sampai dengan cepat, selamat sampai ke tempat tujuan tanpa ada halangan (gangguan) hambatan ini dan itu. Yang tidak berpunya jangan ragu, singsingkan lengan baju, tenagaku siap kupersembahkan untuk membantu saudara – saudaraku yang memang sedang membutuhkan bantuan.
            Sebelum mengakhiri tulisan (artikel) religius ini ingin al fakir menyampaikan beberapa ayat yang terdapat di dalam kitab suci Al-Qur’an dan beberapa Hadist berikut ini:

Allah SWT berfirman :

”Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah), maka pahalanya untuk kamu sendiri. Dan jangan kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah. Dan apa saja harta yang kamu nafkahkan (dijalan Allah) niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya.” (QS. Al-Baqarah : 272)

Dan Firman Nya :

”Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 273)

Kemudian Firman Nya :

”…….. Dan apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba : 39)
  • Bersabda Rasulullah SAW :
 “Seorang muslim yang memberi pakaian kepada seorang muslim yang bertelanjang maka Allah SWT akan membalasnya dengan kain warna hijau dari syurga. Dan seorang muslim yang memberikan makanan kepada orang muslim yang kelaparan maka Allah akan memberikan pada hari Kiamat buah-buahan dari syurga. Dan seorang muslim yang memberikan minuman pada orang muslim yang kehausan, maka Allah SWT akan memberikan minuman padanya di hari Kiamat berupa minuman yang harum yang masih di tutup rapat.” (HR. Muslim)
  • Dari Andy bin Hatim ra, ia berkata :
 ”Rasulullah SAW bersabda : ”Takutlah kepada api neraka, walaupun hanya bersedekah separoh biji korma.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
  • Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata :
”Rasulullah SAW bersabda : ”Sedekah tidak akan mengurangi harga. Allah SWT pasti akan menambah kemuliaan seseorang yang suka memaffkan. Dan seseorang yang merendahkan diri karena Allah, niscaya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)
  • Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a., ia berkata :
 ”Seorang bertanya kepada Rasulullah SAW : ”Perbuatan apa saja yang terbaik dalam Islam? Beliau menjawab : ”Memberi makan (pada orang yang kekurangan) dan mengucap salam, kepada orang yang kamu kenal maupun kepada orang yang belum kamu kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata :
 Rasulullah SAW bersabda : Setiap pagi datang dua malaikat untuk setiap hamba dan yang satu berdo’a : ”Ya Allah, gantilah orang yang menafkahkan hartanya.” dan yang lain berdo’a : ”Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian perhatikan Hadist dari Abu Hurairah r.a. berikut ini :
  • Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata :

”Rasulullah SAW bersabda : Allah ta’ala berfirman : Nafkahkan hartamu niscaya akan diberi gantinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

            Sampai disini saya akhiri tulisan (artikel) religius ini, insya Allah jumpa lagi kita dengan dakwah (lewat tulisan) yang lain di kesempatan lain. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila di dalam tulisan ini terdapat kesalahan. Sekali lagi terima kasih, Wa’afwa minkum Wassalau’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
? ? ?
* (Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari (Internet) Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. http://www.menkokesra.go.id/content/view/12905/39. dan dari : Kitab Terjemah ”Riyadhus Shalihin” Jilid I penterjemah : Ahmad Sumarto dari Kitab berbahasa Arab : ”Riyadhus Shalihin” Karya Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi*


Posted in Kematian | Leave a comment

BAGAIMANA KEDAHSYATAN SAKARATUL MAUT ITU DAN BAGAIMANA AGAR DI AKHIR HAYAT KITA SANGGUP MENGUCAPKAN LAA IlAAHA ILLALLAH

Saudaraku sesama muslim.

            Kali ini dakwah saya (lewat tulisan) sesuai judul artikel ini tersebut di atas, yaitu setentang kematian dan bagaimana sakit dan kedahsyatan sakarat maut serta bagaimana agar di akhir hayat kita mengucapkan tahlil.

Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami maut, sesuai Firman-Nya :

“Setiap jiwa itu pasti akan merasakan mati dan sesungguhnya akan dipenuhi segala pahala amalmu pada hari kiamat.” (QS : Ali Imran : 185)
·        Dan sebuah Hadist dari Muadz ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
 “Barang siapa akhir lisannya mengucapkan Laa ilaaha illallaah, pasti masuk Syorga.” (HR. Imam Abu Daud dan Al-Hakim)
            Saudaraku, hidup adalah bersatunya jasad dengan roh (nyawa), sementara mati ialah berpisahnya antara jasad dengan roh (nyawa) yaitu keluarnya nyawa dari jasad.
Sekarang apa sebenarnya pengertian nyawa (roh) itu ?

Menurut Imam Al-Ghozali roh (nyawa) itu ialah : “Suatu jenis (zat) halus yang bersumber dalam lubang-lubang hati manusia (hati jasmani) yang memancar keseluruh bagian anggota badan. Berjalannya roh dalam badan dan menyinari cahaya hidup mengenai perasaan, penglihatan, penciuman dan sebagainya atas anggota-anggotanya, menyerupai sinar cahaya dari lampu yang menerangi ke seluruh pelosok (penjuru) rumah. Dan hidup itu semisal cahaya yang berada dalam ruangan, sedangkan roh seumpama bergeraknya sinar lampu di seluruh penjuru rumah dengan gerakan yang menggerakkannya.” (Dikutip dari kitab Ihya ‘Ulumuddin, hal 3 Juz III)

·        Sementara menurut pendapat Syekh Ismail Alhaqqi roh (nyawa) itu adalah : “Roh itu adalah zat halus yang meliputi seluruh tubuh (bersifat macro) dan yang menggerakkannya, tetapi tidak menempat dalam badan seperti menempatnya sesuatu aliran dalam suatu benda dan tidak berdampingan dengan sesuatu itu, melainkan roh itu berhubungan dengan tubuh adalah hubungan penguasaan.” ( Dikutip dari Tafsir Ruhul-bayan hal 113 Juz VIII )

Tetapi di dalam kitab Hadza Yaumuddin atau Inilah Hari Kiamat yang dikarang oleh : Moh. Abdai Rathomy diterangkan bahwa mengenai persoalan roh (nyawa) itu sampai kapan pun, pasti tidak akan ada yang dapat menemukan keadaan dan sifat yang sebenarnya yakni yang bagaimana hakikatnya. Karena setentang roh (nyawa) itu memang urusan Allah SWT semata-mata, sebagaimana yang difirmankan-Nya :

“Orang-orang itu sama bertanya kepadamu hai Muhammad (dari hal roh). Katakanlah : Roh itu adalah termasuk perkara (urusan) Tuhan ku sendiri (yakni tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui hakekatnya) dan kamu sekalian itu tidak dikaruniai ilmu pengetahuan melainkan hanya sedikit saja.” (QS. Al-Isra : 85)
Artinya, itu bahwa dalam persoalan roh tidak akan mungkin kita (manusia) akan mengetahui atau akan dapat menemukan hakekat yang sebenarnya, sekalipun kita (manusia) akan bertekun mempelajarinya sampai beratus tahun, berabad-abad bahkan sampai beribu tahun sekalipun. Adapun yang kita (manusia) ketahui hanyalah sejak kapan tubuh manusia itu dikaruniai roh dan kapan pula roh itu dicabutnya (keluar dari tubuhnya).
·      Mari kita perhatikan Hadist dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa bersabda Rasululllah SAW :
“Sesungguhnya seseorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya empat puluh hari (masih berwujud air mani), kemudian jadilah segumpal darah, selama empat puluh hari pula selanjutnya menjadi segumpal daging selama empat puluh hari pula. Seterusnya Allah SWT mengutus Malaikat, lalu meniupkan roh di dalam tubuhnya dan diperintah dalam empat perkara yaitu : menuliskan ketetapan perihal rizkinya, ajalnya, amalnya serta menjadi orang celaka atau bahagia (sampai akhir hayat). (Hadist ini dikutip dari kitab Hadza Yaumuddin karya : Moh. Abdai Rathomy dan diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Dimasukannya  roh ke dalam tubuh kita ketika kita masih berada dalam kandungan ibu tidak berasa, akan tetapi bila keluarnya dari tubuh kita, bukanlah peristiwa yang ringan atau menyenangkan, melainkan merupakan suatu peristiwa yang sangat dahsyat yang terasa sakit yang luar biasa belum pernah dialami orang selama hidupnya, kecuali hanya ketika keluarnya roh dari jasad itu, yaitu ketika mati.

·        Di dalam sebuah Hadist Nabi digambarkan bagaimana rasa sakit ketika roh dicabut sebagai berikut :
 “Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang.” (HR. Ibnu Abid Dunya)
Tetapi sakitnya sakaratul maut yang sampai tiga ratus sakitnya pukulan pedang, itu berlaku dan hanya akan dirasakan oleh orang-orang kafir. Sedangkan bagi kaum Mukmin (Muslimin muslimah) keluarnya roh dari tubuh secara perlahan-lahan. Manakala seseorang dicabut nyawanya oleh Malaikat maut, di kanan kirinya terdapat dua Malaikat lain yang turut menungguinya. Ketika roh telah ditarik dan ia termasuk golongan orang berbahagia maka Malaikat Rahmat yang berada disebelah kanan (memanggilnya). Apabila termasuk golongan orang celaka maka Malaikat adzab (yang berada disebelah kiri) memanggilnya. Demikian diterangkan di dalam buku : Alam Kubur Dan Alam Barzakh. Oleh : Drs. Muhammad Anwar.

Sementara Imam Al-Ghozali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin halaman 445 Juz IV setentang sakitnya sakaratul maut menjelaskan sebagai berikut : “Ketahuilah ! Sesungguhnya sakitnya sakaratul maut itu tiada yang mengetahui akan hakekatnya melainkan hanya orang yang mengalaminya, bagi orang yang belum mengalaminya akan dapat juga mengetahuinya dengan memperbandingkan kepada perasaan sakit yang telah dia rasakan atau dengan memperhatikan keadaan penderitaan (gerak-gerik) orang yang sedang sakaratul maut. Adapun cara memperbandingkan ialah bahwa setiap anggota yang lumpuh tidak terasa sakit kalau dicubit atau luka, lain halnya dengan anggota yang sehat. Kalau anggota yang sehat dicubit atau luka maka terasa sakitnya. Jadi adanya perasaan sakit atau tidaknya itu karena adanya faktor roh dan dahsyat atau tidaknya perasaan itu tergantung kepada besar kecilnya atau dalam tidaknya luka itu. Adapun sakaratul maut, ialah dicabutnya roh dari seluruh tubuh, dari seluruh urat, seluruh daging, seluruh rambut, mulai dari telapak kaki hingga ke kepala dan hati, sudah pasti sakitnya itu merupakan penghabisan rasa sakit (sakit yang teramat sakit). Orang yang dipukul suka berteriak meminta  tolong atau kadang-kadang berusaha untuk melawan atau lari bila ia tidak berani melawan, sebab ia masih mempunyai kekuatan tenaga dalam hati dan mulutnya. Adapun terputusnya suara dari orang yang sedang sakaratul maut dari berteriak meminta tolong padahal ia sedang merasakan sakit yang maha dahsyat, tiada lain karena rasa sakitnya itu sudah memenuhi dan menyeluruh ke setiap anggotanya bahkan ke hatinya dan akalnya pun sudah rusak (tidak sadar), sehingga lemahlah seluruh anggotanya dari berteriak atau meminta tolong.” ( Dikutip dari Kitab Ihya Ulumuddin. Oleh : Al-Ghozali )

 ·        Imam Nawawi di dalam kitabnya NIHAYATUZ-ZEN menerangkan : “Dan bahwasanya sakit sakaratul maut itu akan lebih terasa sakit lagi dengan mengingat kepada keluarganya, anak istrinya yang dicintainya, rumah tangga dan harta bendanya yang disayanginya yang kesemuanya itu akan ditinggalkan untuk selama-lamanya. Orang yang sedang sekarat itu rohnya berangsur-angsur dicabut, mulai dari telapak kakinya lalu ke kakinya, badannya, tangannya dan seterusnya. Bilamana kakinya sudah tidak bernyawa lagi, bila dipegang terasa dingin dan kulitnya berubah menjadi pucat pias. Dan bilamana roh itu hanya tinggal pada dada dan tenggorokannya, rupanya pun berubah menjadi kehitam-hitaman.
Perasaan sakitnya itu timbul dari dalam dan luar badannya, sehingga kedua biji matanya membelalak naik ke atas kelopaknya, kedua bibirnya menciut, lidah mengkerut ke dalam, kedua biji kelaminnya naik dan jari tangannya ke hijau-hijauan. Dan bilamana roh itu tinggal pada tenggorokannya, lenyaplah pandangaannya dari dunia ini, lupa kepada keluarganya, hartanya dan handai taulannya. Pendeknya sudah tidak sadarkan diri. Maka pada waktu itu ditutuplah pintu tobatnya kepada Allah SWT dan dia akan dikerumuni oleh syetan-syetan yang menggodanya agar ia mati kafir, tidak membawa iman dan islamnya. Syetan-syetan itu adakalanya datang dengan merupakan orang tuanya atau saudara-saudaranya atau handai tolannya yang sudah mati, lalau mengajaknya agar ia mati di luar keislaman, seperti misalnya mengatakan : “Wahai Fulan ! Kau sekarang akan mati, bila kau ingin berbahagia seperti kami, kau harus meninggalkan agama Islam, sebab agama Islam itu sesat. ” Dan atau dengan kata-kata lainnya yang menimbulkan kekufuran. Bila orang yang sakaratul maut itu mengiyakan kata-kata (ajakan) syetan itu walaupun hanya dengan hatinya, matilah ia dalam keadaan murtad. Kalau ia menolak godaan itu, lalu ia akan didatangi oleh Malaikat Jibril yang mengusir syetan-syetan itu dan menggembirakan dia bahwa dia akan dimasukkan ke syurga, serta dibukakan baginya pintu-pintu Syorga setelah diperlihatkan dahulu kepadanya pintu-pintu Neraka, sehingga ia mati dalam keadaan gembira.” (Demikian diterangkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Nihayatuz-Zen hal. 146)
·        Setelah kita mengetahui bagaimana kedahsyatan sakaratul maut itu, pantaslah kalau Nabi Muhammad SAW pernah berdo’a :

“Wahai Allah ! Mudahkanlah sakaratul maut bagi Muhammad.” Di dalam kitab suci Al-Qur’an, setentang sakaratul maut, Allah SWT berfirman :

·        Rasulullah SAW bersabda :
 “Masih diterima tobatnya hamba selama belum sakaratul maut.” (HR. Turmudzi dan Ibnu Hiban)
·        Rasulullah SAW bersabda :
 “Mati itu menjadi penebus dosa bagi orang muslim.” (HR. Abu Naim dan Baihaqi)
·        Rasulullah SAW bersabda :
 “Sesungguhnya semudah-mudahnya mati, ialah seukuran memasukkan kayu berduri ke dalam bulu biri-biri. Tidak akan keluar kayu itu dari bulu biri-biri kecuali beserta bulu itu.”
·        Dan Rasulullah SAW bersabda :
 “Mati mendadak, menjadikan kesenangan bagi orang Mukmin dan kesusahan bagi orang yang durhaka.” ( Kedua Hadist tersebut di atas dikutip dari buku : Ada Apa Setelah Mati. Oleh : H. Moh. Anwar )

            Saudaraku, di dalam kitab suci Al-Qur’an ditegaskan bahwa syetan merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Syetan telah bersumpah akan menggoda dan mengganggu anak keturunan Adam. Maka, hingga Kiamat kelak pekerjaan syetan-syetan selalu dan selalu menggoda, menghasud, menjerumuskan anak cucu Adam serta membujuknya untuk mendurhakai Allah. Menjadikan manusia saling bermusuhan dan kufur kepada Allah adalah tujuan akhir syetan. Terlebih ketika seseorang dalam keadaan sakaratul maut, dengan gigih syetan berusaha agar ia (manusia) melepaskan iman islamnya.

·        Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :
 
 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah : 208)

Firman Allah SWT :

·        Dan Firman-Nya :
 
 “Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al-Baqarah : 268)
·        Kemudian Firman-Nya :
 
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia : “Kafirlah kamu.” (QS. Al-Hasyr : 16)
·        Di dalam sebuat Hadist dari Aisyah ra, ketika Rasulullah SAW sendiri sudah didatangi oleh kematian diceritakan :
 “Sesungguhnya beliau (Nabi SAW) itu mempunyai segelas air ketika hendak meninggal dunia. Beliau (Nabi SAW) lalu memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian mengusap wajahnya dengan air itu dan berkata : “Ya Allah, semoga Tuhan mempermudahkan kepada saya terhadap sakaratul maut ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Saudaraku, di dalam kitab TADZKIRAH  karangan : Al-Qurthubi dan juga kitab KASYFU ‘ULUMIL AKHIRAH karangan Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa syetan sengaja merusak iman seseorang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut dengan cara mengumpulkan teman-temannya untuk merayu, menggoda, membujuk dan menghasutnya dengan berbagai cara. Intinya, syetan menghendaki seseorang mati di dalam keadaan kafir, musyrik, dan durhaka kepada Allah SWT. Maka apabila seseorang tidak kuat iman pasti termakan hasutannya, sehingga mati dalam keadaan su’ul khotimah.
·        Perhatikan Firman-Firman Allah SWT ini :
 
 “Syetan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan syetan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujadilah : 19)
·        Firman Allah SWT :
 
 “Dan sesungguhnya syetan-syetan itu benar-benar menghadapi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapatkan petunjuk.” (QS. Zuhruf : 37)
·        Firman Allah SWT :
 
 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am : 112)
·        Firman Allah SWT :
 
 “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia : “Kafirlah kamu.”, maka tatkala manusia telah kafir ia berkata : “Sesungguhnya aku berlepar diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-Hasyr : 16)
·        Saudaraku, dengan segala tipu dayanya syetan (Iblis) senantiasa berusaha menyesatkan dan menjerumuskan manusia, sesuai Firman-Nya :
 
 “Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syetan kepada mereka, melainkan tipuan belaka.” (QS. Al-Isra’ : 64)
·        Syetan (Iblis) memang telah bersumpah hendak menggoda dan menyesatkan, mengganggu, menghasut siapa saja (manusia) kapan saja serta dimana saja dengan tujuan membalikkan keadaan manusia dari makhluk paling mulia menjadi makhluk paling hina yaitu dari iman dan takwa menjadi kufur dan murtad terhadap Allah SWT.
·        Perhatikan sumpah Syetan (Iblis) :
 
 “Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari sebelah kiri mereka.” (QS. Al-A’raf : 16 – 17)
·        Tetapi apabila kita istiqomah dan tetap (terus) meningkatkan takwa dan keimanan kita kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah serta beramal shaleh. Insya Allah kita mampu membentengi diri dan menolak ajakan jahat syetan dan insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan (selamat) dunia akhirat dan apabila mati (meninggal) dalam keadaan husnul khotimah, sesuai Firman-Nya :
 
 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Al-Imran : 102)
Saudaraku sesama muslim (muslimah). Akhir dari tulisan (artikel) religius ini, ingin saya sampaikan sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Hakim setentang orang yang mati su’ul khatimah dan yang khusnul khatimah seperti berikut :
·        “Harus kamu perhatikan mayat itu pada 3 (tiga) hal, yaitu :
·        Bila tepi dahinya berkeringat, kedua matanya berair dan kedua bibirnya kering, itulah tanda rahmat Allah telah jatuh kepadanya.
·        Bila ia berdengkur (ngorok) seperti berdengkurnya orang yang dicekik lehernya, kulitnya kemerah-merahan dan kedua bibirnya mengkerut, itulah tanda siksa Allah telah jatuh kepadanya.” (HR. Turmudzi dan Hakim)
Oleh karena itu, apabila seseorang sedang dalam keadaan sakit (apalagi sakit keras) sebaiknya ia senantiasa memusatkan ingatannya hanya kepada Allah SWT dan yang terpenting senantiasa memohon ampunan-Nya, senantiasa memohon rahmat-Nya, senantiasa memohon keridhoan-Nya, serta senantiasa berbaik sangka kehadirat Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam akan segala kemurahan-Nya, akan ke Maha Pengasih dan Penyayang-Nya yang tiada terhingga. Semakin seseorang merasa ia semakin merasa sakit hendaknya semakin fana kepada Allah agar ia dilindungi-Nya dari godaan syetan dan agar ia mati sambil membawa iman Islam serta mencintai Allah yang akan ditemuinya dan pada akhir hayatnya dapat mengucapkan kalimat tauhid (Syahadatain atau tahlil). Sesuai Hadist Nabi SAW ditegaskan bahwa barang siapa pada akhir hayatnya sanggup mengucapkan : Laa ilaaha illallaah dijamin masuk Syurga. Tetapi saudaraku, tidak semua orang mampu, tidak sembarangan orang sanggup di akhir hayatnya mengucapkan kalimat tauhid itu. Semua itu tergantung kepada kebiasaan selama hidupnya, disamping orang itu benar-benar memang dikehendaki Allah lantaran kokohnya iman serta banyaknya tabungan amal shaleh yang dikumpulkannya.
·        Perhatikan Firman Allah SWT :
 
“Alangkah Dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang dzalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata) : Keluarkanlah nyawamu, dihari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Nya.” (QS. Al-An’am : 93)
·        Sekedar mengingatkan, penulis menyampaikan Firman Allah SWT setentang keadaan orang-orang beriman dan orang-orang kafir di akhirat kelak. Allah SWT berfirman :
 
 “Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api (neraka). Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala merka.” (QS. AL-Hajji : 19)
            Sampai disini saya akhiri tulisan (artikel) religius ini. Saya yakin, haqul yakin dengan dukungan sidang pembaca, artikel religius ini yang diniatkan sebagai sarana syiar dakwah akan kian dapat tersebar luaskan. Terima kasih atas segala perhatian, jumpa lagi insya Allah kita pada tulisan saya tentu saja dengan judul dan materi dakwah yang lain. Wabillahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***

(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku : ADA APA SETELAH MATI Oleh : H. Moh. Anwar, buku : INILAH HARI PEMBALASAN (KIAMAT) Oleh : Moh. Abdai Rathomy dan buku : ALAM KUBUR DAN ALAM BARZAKH Oleh : Drs.  Muhammad Anwar.)

Posted in Kematian | Leave a comment